Thursday, January 28, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Perkembangan Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar di Indonesia II

Must Read

EURUSD : Analisa Teknikal Harian 28 Januari 2021

Selamat Pagi Pembaca, Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Euro Masih Stabil Terhadap Dolar AS, Menunggu The Fed dan Kejelasan Arah Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Rabu (27/1), Euro hari ini tampak belum menampilkan kinerja yang mengesankan. Pasangan EURUSD masih...

Dolar Melemah Sebelum Pertemuan Fed, Euro Tergelincir

Dolar naik tipis terhadap sekeranjang mata uang pada Rabu karena pasar menunggu komentar dari Ketua Federal Reserve...

Kebijakan Nilai Tukar pada Periode Perjuangan Kemerdekaan (1945-1959)

Pembahasan nilai tukar sejak kemerdekaan ini tidak hanya difokuskan pada nilai tukar, tetapi juga aspek lainnya yang mempengaruhi nilai tukar, seperti kebijakan devisa dan perkembangan ekonomi. Sejarah nilai tukar pada periode ini diawali dari tahun 1945 hingga tahun 1953, ketika Pemerintah menerapkan sistem nilai tukar tetap dengan menetapkan nilai tukar rupiah sebesar tertentu terhadap mata uang asing atau mata uang lokal lainnya. Perkembangan Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar di Indonesia


Penetapan Rupiah terhadap mata uang lokal lainnya tersebut 
disebabkan banyaknya mata uang lokal yang digunakan sebagai alat pembayaran, sehingga diperlukan nilai penukaran antar mata-uang guna
mempermudah transaksi. Sebagai langkah awal pada 6 Maret 1945, 1 Rupiah Jepang disamakan dengan 3 sen Netherlands Indie Civil Administration (NICA) sebagai pengganti uang Jepang di daerah yang diduduki sekutu.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR-KURS

Sementara itu, sebagai pewujudan negara merdeka, pemerintah mengeluarkan uang baru yang disebut Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) sebagai pengganti uang Jepang yang masih berlaku. ORI ditandatangani oleh Menteri Keuangan A.A. Maramis pada 17 Oktober 1945 dan mulai
diedarkan pada tanggal 30 Oktober 1946. Pada 23 Oktober 1949, 1 Rupiah ORI di luar Jawa dan Madura disamakan dengan Rp. 100. Khusus di Jawa dan Madura kurs penukaran adalah 5:1.  PENGERTIAN NILAI TUKAR (KURS)

Sementara uang yang berlaku sebagai alat pembayaran di Indonesia pada periode tersebut tidak hanya terbatas pada ORI, tetapi beragam jenisnya, seperti uang kertas DJB, uang Hindia Belanda dan uang NICA. Perang pada periode perjuangan telah merusak stabilitas ekonomi ditandai dengan gangguan di bidang produksi, distribusi, perdagangan, dan bidang ekonomi lainnya. Selain itu, besarnya kebutuhan pembiayaan untuk perang mengakibatkan pemerintah mencetak uang dalam jumlah yang besar dan kebijaksanaan tersebut pada gilirannya mengakibatkan inflasi meningkat tajam dan nilai tukar Indonesia dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan mata uang asing lainnya. Nilai tukar yang over valued ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan ekspor dan pada lanjutannya mengakibatkan terjadinya krisis devisa. SEJARAH SISTEM MONETER INTERNASIONAL II

Sebagai satu langkah untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut, dari sisi kebijakan nilai tukar, pemerintah pada 7 Maret 1946 mendevaluasi nilai tukar Rupiah sebesar 29,12% dari Rp. 1,88 per USD menjadi Rp. 2,65 per USD. Dalam upaya mengatasi tingginya laju inflasi, pemerintah melakukan
pengetatan moneter dengan menggunting (Gunting Sjarifudin) uang De Javasche Bank (DJB), uang Hindia Belanda dan uang NICA pada 19 Maret 1950. Uang kertas bagian kanan ditukar dengan obligasi pemerintah, sementara uang kertas bagian kiri dengan nilai di atas f2,50 diakui sebagai alat pembayaran sah. SEJARAH SISTEM STANDAR MONETER INTERNASIONAL I

Dengan pengguntingan ini, nilai mata uang tersebut hanya _ dari nilai nominalnya. Selain itu, untuk penyeragaman mata uang, ORI ditarik kembali dari peredaran pada Maret 1950. Pada sisi kebijakan devisa, pada 12 Maret 1950 pemerintah menetapkan sertifikat devisa untuk mendapatkan hak membeli devisa. Perorangan atau perusahaan pemegang sertifikat dapat membeli devisa dari bank devisa untuk membiayai kegiatan impor, dengan kurs resmi sebesar Rp. 3,80 per USD. Sementara itu, dalam transaksi devisa, Pemerintah Indonesia menetapkan nilai tukar yang berbeda antara penghasil dan pemakai devisa atau sering disebut dengan multiple exchange rate system. Dalam sistem ini, nilai tukar bagi penghasil devisa adalah sebesar 200% dari kurs resmi dan bagi pemakai devisa sebesar 300%. KEBIJAKAN NILAI TUKAR MATA UANG

Sistem nilai tukar ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah yang berasal dari selisih kurs guna menutupi defisit keuangan negara. Sistem sertifikasi devisa dihapus sejak 4 Januari 1952 dan hanya satu kurs resmi yang berlaku bagi kegiatan ekspor maupun impor, yaitu sebesar Rp. 3,80 per USD. Pembiayaan defisit pemerintah melalui pencetakan uang mengakibatkan nilai tukar terus merosot dan over valued sehingga ekspor menurun. Penurunan ekspor tersebut menjadi salah faktor utama yang menyebabkan penurunan devisa sejak pertengahan tahun 1951.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah kembali mendevaluasi nilai tukar rupiah pada Februari 1952 sebesar 66,7%, yaitu dari sebesar Rp. 3,80 menjadi Rp. 11,40 per USD. Selanjutnya pada 20 Juni 1957, pemerintah menerapkan sistem nilai tukar mengambang pada pelaku ekonomi tertentu, misalnya, hanya pemegang izin impor yang dapat membeli devisa. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan ekspor sehingga kegiatan impor dapat dihidupkan kembali dan kegiatan di daerah perkebunan sebagai salah satu penyumbang utama barang-barang ekspor dapat ditingkatkan.  Bersambung…..

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD : Analisa Teknikal Harian 28 Januari 2021

Selamat Pagi Pembaca, Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Euro Masih Stabil Terhadap Dolar AS, Menunggu The Fed dan Kejelasan Arah Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Rabu (27/1), Euro hari ini tampak belum menampilkan kinerja yang mengesankan. Pasangan EURUSD masih bergerak tipis setelah mencatatkan kenaikan...

Dolar Melemah Sebelum Pertemuan Fed, Euro Tergelincir

Dolar naik tipis terhadap sekeranjang mata uang pada Rabu karena pasar menunggu komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang kemungkinan akan...

Minyak Menguat Lagi Karena Stok AS yang Lebih Rendah dan Penurunan Kasus Covid China

Minyak naik di atas $ 56 per barel pada Rabu setelah data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga...

Enjin Memasuki Dunia Fashion dengan NFT AR

Enjin dan MetaverseMe bermitra untuk menghadirkan item mode virtual ke blockchain Ethereum, menciptakan sederet token nonfungible yang dapat diperdagangkan yang mewakili pakaian...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -