Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Trading Mudah dengan Oscilator Moving Average dan MACD

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Oscilator Moving Average

Oscilator Moving Average (Osma), merupakan alat bantu praktis yang dapat dimanfaatkan penggunaannya dengan mudah karena indikator ini menunjukkan momentum pergerakan harga (Momentum Price Action). Formula Oscilator Moving Average adalah kalkulasi antara perbedaan/ selisih dari rata-rata pergerakan harga pendek dengan rata-rata pergerakan harga yang lebih lama. Sehingga bisa dikatakan Oscilator Moving Average adalah modifikasi dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), dimana histogram merupakan selisih dari EMA 12 dan EMA 26. 

Garis tengah “0” akan menjadi fokus bagi pedagang untuk melihat momentum apakah terjadi perpindahan dominasi harga dari bearish ke bullish atau sebaliknya dari bullish ke bearish. Visualisasi Oscilator Moving Average ini ditampilkan dengan histogram yang dibatasi oleh garis tengah nol. Teknisnya, OSMA dihitung berdasarkan perbedaan antara garis MACD dengan garis sinyal MACD, sehingga indikator ini juga dikenal dengan nama MACD Histogram.

OsMA = MACD – signal

Fungsi Oscilator

Oscilator Moving Average memiliki fungsi dasar untuk membantu trader dalam mengidentifikasikan kondisi jenuh jual (oversold) atau jenuh beli (overbought) maupun perubahan trend. Perhatikan juga perubahan tinggi rendah dari urutan bar oscilator.

Bar Histogram Osma perubahan tren, kondisi jenuh jual dan jenuh beli.

Indikasi overbought mulai muncul ketika titik tertinggi histogram diikuti oleh bar histogram oscilator yang lebih rendah. Sebaliknya, bila titik terbawah bar histogram oscilator diikuti oleh bar histogram oscilator yang lebih tinggi, dapat dikatakan harga pasar dalam kondisi oversold. Perubahan pasar menuju kondisi uptrend ditandai oleh oscilator OSMA yang bergerak dari bawah melewati garis tengah nol. Sebaliknya, bila oscilator bergerak dari atas melewati garis tengah, mengindikasi pasar menuju kondisi downtrend. Dalam penggunaannyakita juga kerap mendapati kondisi divergence.

MACD

Gerald Appel menciptakan indikator ini pada tahun 1960 dengan menilai kolerasi antara 2 Exponential Moving Average (EMA) yang berbeda periode waktunya. Periode waktu dalam kombinasi yang lazim dipergunakan adalah periode EMA 26 dengan EMA 12. Teknik MACD merubah peranan Moving Average yang berkarakteristik lagging indicator menjadi bentuk momentum oscilator /leading indicator. Bagan oscilator ini tidak memiliki limit/batas tertinggi maupun terendah.  

Tampilan oscilator pada bagan meliputi sebuah garis MACD dan sebuah garis signal. Dimana momentum oscilasi untuk point entry ketika terjadi cross antara garis MACD dan garis signal.

Sebenarnya teknik ini sama dan mirip dengan teknik doublecross MA, namun signal MACD lebih responsif. Selain memberikan signal entry ketika terjadi penyilangan garis MACD dengan garis signal, point ini juga menandakan kejenuhan pasar. 

Garis MACD ada hasil selisih dari EMA 12 dan EMA 26, sedangkan garis signal yang lebih lambat adalah moving average dari garis MACD itu sendiri, biasanya garis MA ini yang lazim digunakan adalah periode 9 hari. Anda bisa saja merubahnya menjadi lebih lambat atau lebih responsif.

Dalam transaksi dengan mengunakan MACD terkadang juga memiliki penyimpangan yang biasa disebut dengan divergence. Kondisi ini bisa terjadi pada uptrend maupun downtrend. Jika sebuah kondisi dimana harga yang naik membuat puncak harga yang tinggi dan kemudian membentuk kembali harga puncak yang lebih tinggi lagi, tetapi tampilan indikator berlawanan dengan membuat puncak yang merendah. 

Pada umumnya indikator MACD pada metatrader akan ditampilkan seperti ini :

Garis bentukan MACD akan ditampilkan dalam bentuk histogram dengan garis signal.  Tetapi cara pembacaan dari kedua tampilan pada prinsipnya sama saja. Pengabungan indikator Osma dengan MACD dikenal dengan indikator :

MACD Histogram 2 lines

Cara membaca indicator ini sangat mudah , yakni ketika terjadi crossingan garis MACD dengan garis signal berpaduan dengan histogram yang melewati garis tengah ‘0″, maka ini mengidentifikasikan tentang  kejenuhan sekalian signal untuk entry posisi.

 

Kiranya artikel ini membangun wawasan pembaca, dan untuk lebih mengenal teknik analisa dalam forex silakan untuk membaca strategi berikut ini :

 Strategi Trading Indikator CCI Ala Ken Woodies Dan dr Bob

CANDLESTICK UNITED : Struktur Candle dalam Kuantifikasi Tren

MARI MENGENAL KEKUATAN dan PERSAMAAN DALAM STRUKTUR PASAR

Investasi jangka panjang dengan Dollar Cost Averaging

4 Dasar Teori Finansial yang Harus Trader Pahami

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -