Saturday, May 30, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Penggunaan Stop Loss Dalam Bisnis Perdagangan Forex

Must Read

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut...

Saat mulai masuk ke perdagangan di foreign exchange atau forex mungkin sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam istilah dan fitur untuk mendukung perdagangan. Ada berbagai jenis fitur yang bisa digunakan para trader selama berdagang seperti take profit, stop loss, pending order, trailing stop dan masih banyak lagi. Salah satu yang perlu dibahas adalah stop loss yang merupakan salah satu fitur yang wajib dipahami oleh para trader forex.

Stop loss adalah penentuan tingkat batas harga paling rendah yang telah ditentukan oleh para trader untuk membatasi jika mengalami kerugian. Saat harga yang bergerak telah mencapai level yang ditentukan sebagai stop loss tersebut, maka secara otomatis sistem akan menutup perdagangan trader yang sedang terbuka. Karena jika tidak menempatkan stop loss, trader bisa mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

Sayangnya bagi beberapa para pelaku bisnis trading forex, penggunaan stop loss adalah salah satu pilihan yang sangat tidak nyaman. Salah satu alasannya adalah karena akan menyebabkan kerugian yang nyata. Banyak trader yang merasa menyesal ketika harga menyentuh titik stop loss yang ditentukan, lalu pada akhirnya harga kembali sesuai dengan analisa awal. Kondisi ini yang menyebabkan banyak trader tidak nyaman dengan penggunaan stop loss.

Namun memang setiap pelaku bisnis trading forex memiliki gaya perdagangan di pasar keuangan yang berbeda-beda. Trader A tidak akan sama gayanya dengan trader B karena dipengaruhi dari berbagai faktor mulai dari jumlah modal, spot yang diperdagangkan sampai tingkat penguasaan emosi saat masuk ke pasar. Ada trader yang secara tertib menggunakan stop loss untuk meminimalisir kerugian yang bisa melonjak tinggi. Tapi ada juga yang tidak menggunakan karena sering menyentuh level stop loss lalu harga kembali sesuai analisa awal.

Jenis Penggunaan Stop Loss Yang Harus Diketahui

Stop loss adalah salah satu cara yang sangat ampuh bagi sebagian trader untuk bisa meminimalisir kerugian karena kesalahan analisa dan kondisi pasar yang tidak pasti. Ada beberapa jenis stop loss yang perlu dipahami jika belum bisa mengerti secara rinci mengenai stop loss. Berikut ini beberapa jenis penggunaan stop loss:

  1. Stop Loss Manual

Stop loss manual merupakan salah satu cara pengaplikasian stop loss untuk membatasi kerugian dengan cara manual menutup perdagangan. Penggunaan stop loss manual sangat memakan waktu yang banyak karena trader harus terus memantau harga yang sedang bergerak. Ketika harga telah sangat dekat dengan posisi yang ditargetkan sebagai stop loss, maka trader harus segera bersiap untuk menutup perdagangan tersebut. Pengaplikasian stop loss manual sangat membutuhkan tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi dan pengelolaan emosi yang baik. Karena trader akan sangat mudah sekali mengalami tekanan emosi ketika sedang berdagang.

  • Stop Loss Otomatis

Selanjutnya adalah stop loss otomatis yang sudah sangat umum bagi pelaku trader yang sudah lama berdagang di pasar keuangan. Pada platform trading telah disediakan fitur untuk menempatkan posisi stop loss sesuai dengan keinginan kita. Jika harga yang telah bergerak menyentuh level stop loss yang telah diatur, maka perdagangan yang terbuka akan otomatis tertutup. Penggunaan cara ini lebih simpel dan bisa menyesuaikan dengan jam yang dibutuhkan oleh para trader.

Mengingat stop loss adalah salah satu fitur yang sangat penting, maka para trader harus bisa menentukan titik stop loss dengan tepat dan disiplin. Secara umum trader akan menentukan titik stop loss berdasarkan analisa teknikal. Selain itu juga dengan penggunaan money management yang tertib disesuaikan modal agar bisa benar-benar meminimalisir kerugian.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal mereka. Laporan...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut berita Xinhua, hari yang sama...

USDCAD Bullish Pergerakan Selanjutnya Menunggu Arah Dari Sentimen Risiko

Saat pertengahan sesi Asia di hari Kamis ini (28/5) pasangan USDCAD bullish bangkit dari level paling rendah harian. Kenaikan itu membawa pasangan...

Meski Risk On, GBPUSD Hari Ini Turun Karena Terbebani Brexit dan Konflik AS-China

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan menuju ke 1,2250 atau mewakili penurunan 0,07% menjelang pembukaan sesi Eropa. Permintaan mata uang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -