Sunday, December 8, 2019
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Penggunaan Stop Loss Dalam Bisnis Perdagangan Forex

Must Read

FSOC: Adopsi Stablecoin Bisa Berdampak pada Ekonomi

FSOC - Sebuah panel regulator keuangan senior di Amerika Serikat telah memperingatkan publik tentang risiko stablecoin dan...

Microsoft Mengumumkan Token Lencana pada Blockchain Ethereum

Platform cloud berkemampuan blockchain Microsoft, Microsoft Azure, mengumumkan "Azure Heroes", sebuah blockchain non-fungible token (NFT) yang ditujukan...

Rusia: Nornickel Mulai Menguji Platform Perdagangan Digital

Raksasa pertambangan dan peleburan Rusia, Nornickel, telah mulai menguji platform digitalnya untuk perdagangan logam.

Saat mulai masuk ke perdagangan di foreign exchange atau forex mungkin sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam istilah dan fitur untuk mendukung perdagangan. Ada berbagai jenis fitur yang bisa digunakan para trader selama berdagang seperti take profit, stop loss, pending order, trailing stop dan masih banyak lagi. Salah satu yang perlu dibahas adalah stop loss yang merupakan salah satu fitur yang wajib dipahami oleh para trader forex.

Stop loss adalah penentuan tingkat batas harga paling rendah yang telah ditentukan oleh para trader untuk membatasi jika mengalami kerugian. Saat harga yang bergerak telah mencapai level yang ditentukan sebagai stop loss tersebut, maka secara otomatis sistem akan menutup perdagangan trader yang sedang terbuka. Karena jika tidak menempatkan stop loss, trader bisa mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

Sayangnya bagi beberapa para pelaku bisnis trading forex, penggunaan stop loss adalah salah satu pilihan yang sangat tidak nyaman. Salah satu alasannya adalah karena akan menyebabkan kerugian yang nyata. Banyak trader yang merasa menyesal ketika harga menyentuh titik stop loss yang ditentukan, lalu pada akhirnya harga kembali sesuai dengan analisa awal. Kondisi ini yang menyebabkan banyak trader tidak nyaman dengan penggunaan stop loss.

Namun memang setiap pelaku bisnis trading forex memiliki gaya perdagangan di pasar keuangan yang berbeda-beda. Trader A tidak akan sama gayanya dengan trader B karena dipengaruhi dari berbagai faktor mulai dari jumlah modal, spot yang diperdagangkan sampai tingkat penguasaan emosi saat masuk ke pasar. Ada trader yang secara tertib menggunakan stop loss untuk meminimalisir kerugian yang bisa melonjak tinggi. Tapi ada juga yang tidak menggunakan karena sering menyentuh level stop loss lalu harga kembali sesuai analisa awal.

Jenis Penggunaan Stop Loss Yang Harus Diketahui

Stop loss adalah salah satu cara yang sangat ampuh bagi sebagian trader untuk bisa meminimalisir kerugian karena kesalahan analisa dan kondisi pasar yang tidak pasti. Ada beberapa jenis stop loss yang perlu dipahami jika belum bisa mengerti secara rinci mengenai stop loss. Berikut ini beberapa jenis penggunaan stop loss:

  1. Stop Loss Manual

Stop loss manual merupakan salah satu cara pengaplikasian stop loss untuk membatasi kerugian dengan cara manual menutup perdagangan. Penggunaan stop loss manual sangat memakan waktu yang banyak karena trader harus terus memantau harga yang sedang bergerak. Ketika harga telah sangat dekat dengan posisi yang ditargetkan sebagai stop loss, maka trader harus segera bersiap untuk menutup perdagangan tersebut. Pengaplikasian stop loss manual sangat membutuhkan tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi dan pengelolaan emosi yang baik. Karena trader akan sangat mudah sekali mengalami tekanan emosi ketika sedang berdagang.

  • Stop Loss Otomatis

Selanjutnya adalah stop loss otomatis yang sudah sangat umum bagi pelaku trader yang sudah lama berdagang di pasar keuangan. Pada platform trading telah disediakan fitur untuk menempatkan posisi stop loss sesuai dengan keinginan kita. Jika harga yang telah bergerak menyentuh level stop loss yang telah diatur, maka perdagangan yang terbuka akan otomatis tertutup. Penggunaan cara ini lebih simpel dan bisa menyesuaikan dengan jam yang dibutuhkan oleh para trader.

Mengingat stop loss adalah salah satu fitur yang sangat penting, maka para trader harus bisa menentukan titik stop loss dengan tepat dan disiplin. Secara umum trader akan menentukan titik stop loss berdasarkan analisa teknikal. Selain itu juga dengan penggunaan money management yang tertib disesuaikan modal agar bisa benar-benar meminimalisir kerugian.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

FSOC: Adopsi Stablecoin Bisa Berdampak pada Ekonomi

FSOC - Sebuah panel regulator keuangan senior di Amerika Serikat telah memperingatkan publik tentang risiko stablecoin dan...

Microsoft Mengumumkan Token Lencana pada Blockchain Ethereum

Platform cloud berkemampuan blockchain Microsoft, Microsoft Azure, mengumumkan "Azure Heroes", sebuah blockchain non-fungible token (NFT) yang ditujukan untuk memberi penghargaan kepada komunitas...

Rusia: Nornickel Mulai Menguji Platform Perdagangan Digital

Raksasa pertambangan dan peleburan Rusia, Nornickel, telah mulai menguji platform digitalnya untuk perdagangan logam. Seperti yang dilaporkan Bloomberg pada...

UE Tak Akan Membiarkan Stablecoin Masuk Pasar Sampai Risiko Diatasi

Tidak ada proyek stablecoin global yang akan mulai beroperasi di Uni Eropa (UE) sampai risiko terkait dengan kedaulatan moneter ditangani, menurut otoritas...

Dolar AS dalam Penurunan Mingguan karena Ketegangan Data dan Perdagangan

Dolar AS mengalami kerugian selama satu minggu pada awal hari ini, dilanda kegelisahan pada perdagangan dan sinyal beragam tentang ekonomi AS, sementara...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -