Monday, August 10, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

SIKLUS TAHAPAN PASAR KEUANGAN (#SAHAM)

Must Read

Pengunjung Pantai Korea Selatan Sekarang Dapat Menggunakan Bitcoin untuk Membayar Layanan

Sebuah proyek percontohan yang dijalankan oleh perusahaan afiliasi Bitbeat CIC Enterprise ingin menyediakan solusi pembayaran kripto di...

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya...

Peneliti: Peretasan Pertukaran Crypto Terjadi dalam Tiga Cara

Para peneliti di konferensi keamanan Black Hat mengungkapkan bahwa pertukaran crypto mungkin rentan terhadap peretas. Meskipun pertukaran...

Apa yang dimaksud dengan siklus pasar keuangan? Bagaimana cara mengidentifikasi dan mengenali siklus pasar  yang ada sekarang? Bisakah Mengambil keuntungan darinya? 

Siklus Perputaran Tren Harga 

Seperti dalam kehidupan sehari-hari, tren selalu mengalami perubahan dan pengulangan, tidak terkecuali dalam dunia pasar keuangan, tren selalu berubah dan berulang, entah itu tren naik, tren turun, memiliki siklusnya tersendiri.

Jika kita sudah lama berspekulasi pada pasar keuangan baik itu, forex, saham atau reksa dana, kita pasti  melihat bahwa harga yang turun pada suatu saat akan naik, dan harga yang naik pada suatu saat akan turun.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/inforexnews/kendala-investasi-di-indonesia

Naik turunnya harga  pasar keuangan adalah hasil dari tahapan perputaran di dalam pasar itu sendiri. Perputaran ini dapat memberi petunjuk saat terbaik untuk membeli dan saat terbaik untuk menjualnya. Secara umum, siklus tren yang berlangsung di pasar terbagi menjadi 4 tahap yaitu:

  1. Tahap Awal Pendakian
  2. Tahap Kenaikan
  3. Tahap Jenuh
  4. Tahap Penurunan

Agar dapat sukses dalam berinvestasi dipasar keuangan, kita terlebih dahulu harus memahami 4 tahapan pasar yang terjadi. 4 tahap perputaran ini menggambarkan tahap-tahap kondisi terbaik dan terburuk dari pasar keuangan.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/berita/apa-sih-yang-harus-dilakukan-ketika-transaksi-saham-sepi

Pada saat kondisi terbaik, akan sangat mudah untuk mendapatkan untung. Investor dan spekulan pemula pun dapat mendapat untung pada saat itu. Sebaliknya, pada kondisi terburuk, bahkan investor  terbaik pun akan sangat sulit mendapatkan keuntungan.

Dengan memahami siklus ini, Anda mengetahui kapan waktu untuk mengambil posisi. Saat kita mampu mengidentifikasi pada tahapan mana pasar keuangan saat ini, kita dapat berinvestasi sesuai karakteristik masing-masing siklus. Jadi sudah jelas, jika kita tahu di tahap mana , akan sangat membantu kita membuat keputusan yang tepat.

Tahap Awal Pendakian

Tahap satu adalah tahap dimana pasar  mulai diperdagangkan sideways. Kekuatan penjual mulai berkurang karena pihak pembeli sudah mulai agresif. Pada tahap ini, harga pasar bergerak sideways tanpa ada tren yang jelas, namun sebetulnya pada tahap ini merupakan awal dari tren naik (akumulasi).

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/strategi-trading-forex/kekuatan-persamaan-struktur

Dapat juga dikatakan bahwa tahap satu ini adalah dasar dari sebuah tren turun (downtrend/bearish) yang sangat kuat. Pada tahap ini, biasanya, para investor pada saham khususnya (seperti manager investasi dan perusahaan reksa dana) dan perusahaan itu sendiri akan mulai membeli saham.

Jadi jika mendengar ada perusahaan yang mulai melakukan pembelian kembali saham mereka setelah periode panjang dari tren turun. Tahap satu ini juga dapat disebut tahap Akumulasi.

Dapat dianggap bahwa pembelian kembali ini adalah tanda bahwa pasar sedang dalam tahap satu. Tapi biasanya para investor retail tidak mempunyai informasi apa-apa pada tahap ini sehingga tidak akan ikut serta dalam pembelian saham. Dan juga tahap satu ini masih penuh ketidakpastian, sehingga investor saham retail masih akan takut untuk membeli saham.

Tahap Kenaikan

Tahap dua adalah kondisi dimana tren naik (uptrend/bullish) sudah terlihat oleh semua investor saham (pemain besar atau retail). Pada tahap ini, biasanya dimulai dengan terjadi breakout, dan disusul saham mulai mengalami uptrend.

Hal ini didorong oleh perilaku investor saham yang berebut untuk membeli saham sehingga mendorong harga saham naik sangat cepat. Tahap dua ini juga adalah saat yang tepat untuk mulai membeli saham karena pasar telah mengkonfirmasi akan sebuah tren naik yang kuat.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/strategi-trading-forex/pasar-forex-sederhana

Pada tahap ini sebagian besar keuntungan dari saham dihasilkan, namun pada saat ini pun, sebagian investor retail masih skeptis akan kenaikan sahamnya.

Mungkin Anda berpikir seharusnya pembelian terbaik dilakukan pada tahap satu. Tapi itu tidak selalu benar karena ketidakpastian dalam tahap satu masih sangat besar. Ada kemungkinan yang besar bahwa terjadi tahap satu palsu sehingga harga saham masih akan lebih turun lagi.

Jika dana kita tidak cukup besar seperti halnya para investor saham besar maka lebih baik menunggu terjadi tahap dua dimana tren naik telah dikonfirmasi.

Tahap Jenuh

Setelah terjadi rally di tahap dua, saham mulai masuk ke tahap tiga di mana kembali terjadi sideways. Pada tahap ini seperti pada tahap satu, mulai terjadi keseimbangan antara pembeli dan penjual. Tahap tiga ini adalah tahap dimana setelah terjadi tren kenaikan yang kuat, pasar mengalami kejenuhan dan harga saham dinilai sudah cukup mahal.

Lihat juga : Strategy 99

Seperti yang diketahui secara umum, pergerakan harga pasar sebetulnya sangat tidak bisa ditebak, apakah akan terus naik atau berubah arah menjadi tren turun, namun pada tahap ini, banyak investor saham justru membeli saham karena kerakusan (greed).

Kerakusan ini timbul akibat dari tahap sebelumnya dimana harga saham naik terus menerus, membuat mayoritas investor saham memiliki optimisme berlebih dan berspekulasi bahwa harga akan tetap naik.

Sebaliknya, para investor besar justru lebih memilih mengamankan keuntungannya dan mulai menjual sahamnya pada tahap ini, karena itu tahap ini juga disebut tahap distribusi.

Pada tahap ini, para investor saham retail banyak yang mengabaikan hasil dari analisis. Para investor akan terus membeli saham hanya dengan asumsi bahwa harga akan terus naik tanpa mendasari keputusan tersebut dengan analisis.

Dapat dikatakan bahwa tahap tiga ini adalah puncak dari sebuah tren naik yang sangat kuat, dimana pastinya akan diikuti oleh penurunan. Ini menggambarkan betapa berbahayanya tahap tiga ini, karena banyak para investor saham yang terjebak keserakahan pada tahap ini sehingga ketika memasuki tahap empat, mereka kehilangan banyak uang, atau bahkan bisa bangkrut.

Tahap Penurunan

Pada tahap empat inilah akhirnya terjadi downtrend. Tahap empat ini adalah tahap penurunan setelah sebuah tren naik yang sangat kuat. Kebalikan dari tahap dua, tahap ini merupakan tahap tren penurunan (downtrend/bearish) yang sangat kuat dimana harga saham akan terus turun.

Pada tahap ini, harga saham akan turun sangat cepat. Kekuatan jual akan sangat kuat sehingga mustahil harga saham naik pada tahap ini.

Pada tahap ini akan sulit untuk menjual saham karena semua orang sedang panik jual dan tidak ada yang mau untuk membeli saham. Karena itu, sebaiknya pada tahap ini kita sudah menjual semua saham yang kita miliki, dan menunggu hingga siklusnya kembali ke tahap satu dan dua.

Siklus Psikologi Pasar Terhadap Pergerakan Harga Saham

Keempat siklus yang telah dijabarkan di atas sangat erat kaitannya dengan siklus psikologi yang biasa terjadi di pasar saham dalam menanggapi pergerakan harga saham. Sir John Templeton, seorang investor kelahiran Amerika yang juga merupakan Manajer Investasi yang terkenal mengatakan:

“Bull Markets are born on pessimism, grow on skepticism, mature on optimism, and die on euphoria”

“Tren pasar naik lahir dari pesimisme, tumbuh dalam skeptisisme, dewasa di dalam optimisme, dan berakhir di eforia”

Di sini, masing-masing emosi yang disebut oleh Sir John Templeton mewakili emosi yang dimiliki mayoritas investor di pasar saham dalam masing-masing siklus:

Pada tahap satu (awal pendakian) didominasi emosi Pesimisme, dimana psikologi pasar sudah mulai pesimis dengan saham-saham yang terus turun. Di situlah mulailah awal dari tren kenaikan pasar saham.
Pada tahap dua (kenaikan) didominasi oleh emosi Skeptisisme. disaat pasar sudah mulai breakout dan terlihat kenaikan, justru disaat itulah psikologi pasar meresponnya dengan skeptis.
Pada tahap tiga (kejenuhan) didominasi oleh emosi Optimisme. Pada tahap ini mayoritas investor telah merespon baik pasar yang telah bergerak naik, dan memandangnya dengan penuh rasa optimis.
Pada tahap empat (penurunan), justru secara ironis dimulai dari adanya Eforia. Sesaat ketika terjadi eforia, justru itulah awal dari tren penurunan pasar, seperti pada bagan siklus psikologis pasar berikut.

Penjelasan dari Sir John Templeton tersebut, dimana sebenarnya menyatakan bahwa peluang terbesar untuk masuk ke pasar saham, adalah saat dimana psikologi pasar penuh oleh rasa pesimisme, sejalan dengan yang diutarakan oleh Warren Buffet dalam quote berikut:

“We simply attempt to be fearful when others are greedy, and to be greedy when others are fearful.”

“Kita hanya perlu mencoba untuk menjadi takut ketika orang lain serakah, dan menjadi serakah ketika orang lain takut.”//

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pengunjung Pantai Korea Selatan Sekarang Dapat Menggunakan Bitcoin untuk Membayar Layanan

Sebuah proyek percontohan yang dijalankan oleh perusahaan afiliasi Bitbeat CIC Enterprise ingin menyediakan solusi pembayaran kripto di...

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya yang didukung negara, Korea Expressway...

Peneliti: Peretasan Pertukaran Crypto Terjadi dalam Tiga Cara

Para peneliti di konferensi keamanan Black Hat mengungkapkan bahwa pertukaran crypto mungkin rentan terhadap peretas. Meskipun pertukaran crypto memiliki privasi dan keamanan...

Lebih dari 10.000 Perusahaan Blockchain Baru Didirikan di Cina pada tahun 2020

Blockchain dan platform data crypto, LongHash, mengungkapkan pada 8 Agustus dalam sebuah tweet bahwa sektor blockchain China telah tumbuh secara substansial meskipun...

Keuntungan Saudi Aramco Anjlok, Mencari Tanda Pemulihan Pasar Minyak

Laba raksasa minyak negara Saudi Aramco anjlok 73% pada kuartal kedua tahun ini, karena penurunan permintaan energi dan harga akibat krisis virus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -