Strategy Master Nathea
Home / Strategi Trading Forex / Strategy Master Nathea

Strategy Master Nathea

Strategy Master Nathea – Mengapa saya memilih Strategi Candlestick ? Setelah para ilmuwan melakukan riset puluhan atau ratusan tahun, ternyata dari candle tercakup semua informasi perilaku / pergerakan market. Apabila kita melihat pergerakan satu candle, kita akan merasakan denyut pasar yang sebenarnya. Kita akan merasakan kekuatan Buy atau Sell dari para pelaku pasar.

Ketika indikator lain memberikan sinyal lewat analisa market beberapa waktu kebelakang, pada candlestick tidak demikian. Candlestick bisa meramal arah market beberapa waktu ke depan. Beberapa jam kedepan, bahkan beberapa hari ke depan. Jadi dari sifatnya yang demikian, trader akan lebih memiliki akurasi yang tinggi untuk memprediksi trend ke depan.

Benar sekali apa yang dikatakan bro Nathea,

candle sebenarnya cerminan dari volume uang yang ada di market..tiap bentuk mempunyai suatu nilai psikologis sendiri yang menggambarkan kekuatan dari penjual dan pembeli.membaca psikologis market itu yang sangat diperlukan dalam candle…sehingga kita akan terbiasa.

Candle pada dasarnya di bagi menjadi 3 bagian besar…yaitu single candle mencerminkan kekuatan jual dan beli tiap BAR nya kemudian candle union mencerminkan kekuatan jual dan beli dalam suatu komunitas market yang sederhana kemudian candle community yang mencerminkan kekuatan jual dan beli dalam suatu market yang complicated dan universal.

Sebelum membahas Entry point atau Tips & Trik Extreme Scalping 1 Candel, saya ingin menyampaikan lebih dahulu Entry Point untuk teknik ke-2, Scalping Candle di H1.

Untuk Entry perhatikan gambar berikut beserta rulenya :

Lihat Chart H4 :

screenshot_30

 

Lihat Chart H1:

screenshot_31

screenshot_32

screenshot_33

 

Tips :
1. Apabila ragu berapa kira-kira TP yang bisa dicapai satu candle H1, pakai Script Close untuk manual Close apabila profit telah dicapai.
2. Selesaikan setiap transaksi dalam 1 candle saja, apabila candle baru muncul buka transaksi baru.
3. Ambil TP kecil dengan jumlah OP lebih dari 1 sekaligus per trade.
4. Saat sedang terjadi breakout, candle agar bergerak lebih cepat naik atau turunnya. Untuk itu perlu digunakan bantuan tombol Hotkey untuk mengakses Script Buy, Sell atau Close All untuk segera membuka atau menutup posisi.
5. Karena setiap transaksi diselesaikan hanya dalam satu candle, maka perkirakan saja SL yang dipasang tidak perlu jauh-jauh dari Lower atau Upper Candle sebelumnya.
6. Saat pasar sedang trending dan kemungkinan posisi BUY atau Sell berlanjut, Close bisa dilakukan pada candle-candle berikutnya. Semoga berhasil,

Sumber : fxdynamic

Strategi Trading Lainnya :

About Mr. Ed

Check Also

The Legend of Elliot Wave Principle

Ada banyak teori yang digunakan para pedagang saat membuat keputusan perdagangan, salah satu yang terkenal …