>
Home / Tag Archives: Amerika Serikat

InforexNews: Amerika Serikat

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast Amerika Serikat

Resiko Dagang AS-China Naik, Dolar Australia Melemah, Pasangan AUDUSD Fokus Pernyataan Fed

Hari ini perdagangan pada mata uang Dolar Australia terhadap Dolar AS berada di kawasan harga paling rendah harian. Saat berita dituli, posisi pasangan AUDUSD berada di kisaran level harga 0.7155 hari ini Selasa (26/2). Otomatis penurunan ini memotong usahanya mendaki sebelumnya akibat adanya sentimen pasar yang lebih memilih menghindari resiko. Pasar saat ini masih dibebani rencana oleh pernyataan dari dua ketua Fed. Mereka akan memberikan penjelasan lanjutan mengenai kesepakatan dagang AS-China yang selama ini membebani perdagangan. Negosiasi dagang tersebut akan menentukan kemana arah selanjutnya dalam rentang pendek.

Sebelumnya pasangan ini sempat melonjak cukup tajam karena keuntungan yang didapat akibat pernyataan dari Donald Trump mengenai pembaruan negosiasi dagang AS-China. Trump menyatakan pembicaraan sangat penuh kemajuan dan Trump juga siap untuk menunda kenaikan biaya impor untuk barang-barang dari China. Perjanjian dagang akan diselesaikan pada petemuan akhir nantinya yang diadakan di Florida.

Kenaikan Dolar Australia harus pupus setelah naiknya kekhawatiran pasar mengenai akhir dari kesepakatan dagang AS-China di Florida nanti. Pasar masih ragu apakah pertemuan akhir antara Trump dengan Xi Jinping akan mengakhiri perseteruan yang membenai pasar selama ini. Kondisi AUD diperburuk dengan pernyataan dari Fed melalui mantan ketua Yellen dan wakil ketuanya Richard yang memproyeksikan akan terjadi pelemahan pada pasangan mata uang AUDUSD, dengan artian Dolar AS akan menguat karena tingginya resiko perdagangan.

Yellen menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Amerika Serikat cukup baik untuk saat ini. Hal serupa juga disampaikan oleh Richard Clarida dan memperjelas Fed dalam menilai kondisi ekonomi untuk menentukan kebijakan moneter selanjutnya. Penyataan Fed skala semi tahunan oleh Powell akan menjadi fokus pasar saat ini.

Ekonomi AS Tidak Stabil, Saham AS Turun Sementara Dolar AS Mampu Menguat

Posisi saham AS mengalami penurunan dalam volume perdagangan yang tipis. Sementara itu pada Treasurie mengalami penurunan yang sama yang disebabkan oleh para pelaku pasar dan investor yang sedang diterpa kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi dan beberapa masalah perdagangan global serta masalah ekonomi AS.

Ditempat lain, S&P 500 juga mengalami penurunan untuk kali pertama dalam waktu empat sesi perdagangan pasca rilis data dari kawasan Eropa dan ekonomi AS yang cukup jauh dari ekspektasi pasar. Data tersebut secara langsung membuat kekhawatiran pasar mengenai perekonomian dunia kembali mencuat.

S&P 500 sudah berada di kawasan jenuh pembelian dengan jumlah mencapai 25 persen. Menurut ahli investasi, ada banyak sekali rilis data ekonomi yang dilaporkan jauh dari harapan pelaku pasar. Para ahli strategi pasar juga menyatakan akan menunggu dan melihat apakah dampak-dampak dari serentetan rilis data ekonomi berlaku untuk sementara waktu atau juga terus memrambah ke sektor-sektor lainnya.

Dolar AS mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang utama dunia, ketika sedang tersebar rumor mengenai kemajuan yang tidak pasti dari negosiasi dagang AS-China menjelang deadline kesepakatan dagang pada 1 Maret nanti. Sementara itu laporan dari China mengenai larangan mengimpor batu bara dari Australia membuat Dolar Aussie mengalami pelemahan.

Saat ini para pelaku pasar dan investor tengah fokus pada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bank sentral AS mengambil tindakan mengenai suku bunga. Pada saat ini kondisi negosiasi dagang AS-China yang tampak belum ada kemajuan yang berarti dan cenderung tidak ada pembaruan membuat aset-aset perdagangan dengan nilai resiko mengalami penurunan peminat. Analis pasar menyebutkan akan banyak sekali para pelaku pasar yang berjaga-jaga dan menghindari perdagangan menjelang deadline 1 Maret nanti.

Dolar AS Menguat Setelah Minat Pasar Terhadap Aset Beresiko Menurun

Pergerakan Indeks Dolar AS hari ini terlihat menguat sampai 0,10 persen dan menuju ke kisaran angka 96,87. Momen Dolar AS menguat ini terjadi ketika perdagangan uang masuk ke sesi kawasan Eropa Selasa (19/2). Tapi jika dilihat secara teknikal saat ini posisi pergerakan Indeks Dolar AS tampak akan tertahan di angka 97.00. Terlebih lagi hari ini tidak ada sama sekali rilis data penting mengenai Amerika Serikat yang mampu menggerakan pasar dengan volume besar.

Sebelum momen Dolar AS menguat hari ini, kemarin hari Senin Dolar AS sempat mengalami pelemahan terhadap pasangan-pasangannya. Penyebab utama pelemahan kemarin adalah adanya momen liburan pada bank-bank di AS karena hari Presiden. Saat itulah pasar fokus pada hasil negosiasi dagang AS-China. Saat perdagangan AS dibuka kembali, pergerakan Dolar AS langsung menanjak karena minat pasar terhadap aset beresiko menurun seperti pada mata uang Euro dan juga Dolar Australia.

Pelemahan Euro hari ini disebabkan oleh pandangan para pelaku pasar dan investor yang melihat resiko-resiko pergerakan bearish didasarkan outlook ekonomi yang terus memburuk. Apalagi pada pekan lalu beberapa pejabat dari bank sentral Eropa memberikan pernyataan yang mengindikasikan sikap dovish. Hal ini dipandang sebagai penerusan dari kondisi-kondisi perekonomian Zona Euro yang buruk. Arah pasar sebenarnya sudah dapat terlihat dari penurunan yield obliogasi yang diluncurkan oleh beberapa negara di Eropa terutama Jerman.

Saat Dolar AS menguat kondisi pada mata uang Aussie justru menurun setelah rilis notulensi rapat kebijakan RBA yang menyatakan ketidakpastian dalam outlook ekonomi Australia. RBA juga mempertahankan angka suku bunga dan menyatakkan untuk kedepan kemungkinan kenaikan dan penurunan suku bunga sama kuat. Saat ini fokus pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-China.

Kabar Rencana Kenaikan Tarif Impor AS, Industri Otomotif Terancam

Berdasarkan laporan dari Reuters bahwa ada rumor Departemen Perdagangan AS telah mengirim yang dapat menyebabkan dampak cukup signifikan pada sektor industri AS. Minggu lalu mengirim kepada Trum mengenai laporan yang berdampak dilepaskan dengan curam untuk impor suku cadang mobil dan mobil. Hal tersebut secara mengejutkan dapat memancing pasar industri walaupun belum dirilis secara resmi. Pasalnya tarif impor AS cukup membuat para pelaku pasar mengalihkan perhatian.

Dengan laporan Departemen Perdagangan AS yang sudah diterima Trump, ada waktu selama 90 hari untuk menanggapi surat mengenai laporan tersebut. Para pelaku industri khususnya bidang otomotif menaruh kecemasan terhadap laporan tersebut. Pasalnya sudah ada peringatan bahwa kenaikan tarif impor AS sebesar 25 persen terhadap mobil impor beserta dengan suku cadang mobil akan memberikan pembengkakan pada biaya produksi. Dampak paling buruk dan mengancam jika hal ini terjadi adalah adanya potensi pemberhentian pekerja secara besar-besaran yang membuat perekonomian AS terguncang.

Perwakilan dari pemasok suku cadang yang diwakili oleh Asosiasi Produsen Motor dan Peralatan memberikan penjelasan bahwa dengan kenaikan tarif impor AS akan membuat penurunan jumlah investasi yang akan masuk ke Amerika Serikat. Terlebih lagi saat ini kondisi industri otomotif AS tengah tergoncang akibat data yang memperlihatkan tingkat penjualan yang turun.

Kenaikan tarif impor AS dampak lebih luas akan membuat para pengembang teknologi otomotif yang berasal dari luar negeri lebih fokus meninggalkan investasi di Amerika Serikat. Sebelumnya Trump sudah menugaskan untuk penyelidikan dengan nama 232 yang bertujuan memprediksi dampak kenaikan tarif impor terhadap keamanan nasional. Kenaikan tarif impor tersebut dinilai Trump sebagai strategi untuk mengambil kemenangan atas konsesi dari Jepang dan Uni Eropa.

Dolar AS Menguat, Saham Dow Jones Ambruk Di Tekan Kekhawatiran Hubungan AS-China

Dolar AS menguat terlihat pada Indeks DXY yang menanjak sebesar 0,1 persen menuju ke angka 96,64. Penguatan ini terjadi ketika Dolar AS diperdagangkan di sesi kawasan Eropa hari Jumat (8/2). Di sisi lain indeks saham Dow Jones merosot sekitar 200 point di sesi perdagangan New York karena adanya kekhawatiran yang memuncak. Para pelaku pasar sangat khawatir dengan kondisi pertumbuhan ekonomi global dan juga negosiasi dagang AS-China yang sampai saat ini belum terdengar kabar terbarunya.

Kamis malam lalu memang Presiden AS Trump menyatakan tidak akan berbicara dengan Presiden China Jinping sampai jatuh deadline 1 Maret nanti. Padahal sejak awal negosiasi pertama, para pelaku pasar dan investor sangat menantikan komentar dari Trump atau juga Jinping mengenai hasil negosiasi mereka. Walaupun demikian kondisi Dolar AS menguat dan tidak begitu terpengaruh dengan sentimen pasar.

Sebelum pernyataan Trump tersebut, menurut penasehat ekonomi AS bahwa antara AS dengan China masih terlihat belum begitu jelas untuk menyepakati dalam masalah perdagangan mereka. Masih ada banyak sekali tahapan untuk menyatakan sepakat dalam perdagangan tertentu antara AS-China. Dampak paling buruk langsung dirasakan oleh saham-saham multinasional di AS yang memiliki nilai besar di global. Bahkan saham perusahaan Caterpillar juga ambruk akibat kabar ini.

Saat ini kondisi Dolar AS menguat seakan-akan sedang berada di atas angin terhadap beberapa mata uang lainnya. Pasalnya beberapa bank sentral menyatakan memangkas proyeksi mengenai ekonomi dan tingkat inflasi mereka sehingga menghasilkan nilai outlook yang rendah. Sedangkan Dolar AS masih tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan nilai outlook. Dolar AS masih bisa perkasa terhadap mata uang lainnya jika didukung dengan rilis data-data ekonomi yang cukup baik bagi perekonomian Amerika Serikat. 

Singapore Airlines Ekspansi Pada Teknologi Blockchain “Krispay E-Wallet”

Singapore Airlines salah satu maskapai terbaik didunia melakukan ekspansi pada teknologi blokchain. Singapore Airlines telah meluncurkan KrisPay yaitu wallet digital yang berbasis jarak tempuh penerbangan (mill). Hal ini memungkinkan para anggota Frequent Flyer dapat mekonversi jarak penerbangan yang sudah ditempuh kedalam Dollar dan nantinya bisa digunakan untuk berbelanja didalam pesawat saat penerbangan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Bitmain Mengumumkan Chip Penambangan Hemat Energi Terbaru Untuk Bitcoin

Chip

Raksasa pertambangan yang berbasis di Cina, Bitmain, telah mengumumkan rig penambangan baru yang menggunakan daya lebih kecil. Pabrikan penambangan perangkat keras telah meluncurkan prosesor sirkuit khusus aplikasi (ASIC) 7nm yang dijuluki BM1397. Di luar efisiensi energi, prosesor penambangan baru ini berjanji untuk mencapai kinerja yang lebih cepat untuk menambang cryptocurrency …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPUSD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (16 Juni 2017)

Selamat Pagi pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair GBPUSD untuk hari ini. Simak GBPUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak kemarin harga belum mampu membentuk Higher High baru sebagai indikasi pola awal kenaikan (Analisa Kemarin). Ini menunjukan bahwa, minat Buyer yang tidak begitu besar. Bila …

Baca Lebih Lanjut.. »

IHSG Dibuka Melemah Tipis

INFOREXNEWS -Pasar modal Indonesia pada  hari Selasa (5/7/17) ini di buka di zona merah. Indeks harga saham gabunngan (IHSG)  melemah 7,1 poin atau 0,12% ke 5.858,25. IHSG di buka dengan 89 saham menguat, 38 saham menurun, dan 80 saham tidak bergerak. Di dalam perdagangan telah terjadi teransaksi sebesar Rp124,79 miliar …

Baca Lebih Lanjut.. »

Dolar Selandia Baru Memberikan Tekanan Terhadap Euro

dollar selandia baru

Dolar Selandia Baru (NZD) mengalami kenaikan terhadap Euro, hal ini terjadi setelah Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi kembali menunjukkan komitmennya untuk memberikan stimulus moneter pada zona Euro. Kenaikan tersebut juga terpengaruhi oleh meningkatnya perkiraan pertumbuhan dan inflasi. NZD mengalami pengutan menjadi 58,27 sen euro pada hari Jumat (15/12) …

Baca Lebih Lanjut.. »

Emas Stabil Dalam Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Menguat

Setelah berminggu – minggu bergerak sideways karena gejolak dengan Cina dan kekhawatiran ekonomi global, emas memiliki dorongan geopolitik yang nyata Senin kemarin, dalam bentuk ketegangan keamanan minyak di Timur Tengah. Dan mungkin itulah yang diperlukan untuk meletakkan level di bawah emas untuk mendorongnya kembali ke level $ 1.300. Spot Gold, …

Baca Lebih Lanjut.. »