>
Home / Tag Archives: AS

InforexNews: AS

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast AS

Analis Dari Westpac Menyatakan Ekonomi Amerika Serikat Menuju Ke Pertumbuhan

Saat ini ekonomi Amerika Serikat menurut analis dari Westpac yaitu Richard Franulovich sedang menuju ke arah positif. Denyut pergerakan ekonomi tampak menguat didasarkan oleh produk domestik bruto Atlanta kuartal pertama jika mampu menuju ke 2,3 persen skala tahunan. Hasil ini jika terjadi merupakan momentum pemulihan yang tajam dari sebelumnya 1 persen saja. Pernyataan oleh Fed di Atlanta saat ini juga sedang sejalan dengan tren pada data AS beberapa waktu terakhir.

Indeks kejutan dan Fed Atlanta memang sering kali mengikuti tren hasil rilis data yang sedang berkembang. Saat ini pada indeks kejutan di AS sedang memegang pengembalian pada properti yang cukup kuat. Bahkan sudah terlihat pullback dari kawasan paling rendah selama tiga tahun terakhir ini pada akhir Maret kemarin. Sementara itu untuk tingkat resiko ekonomi Amerika Serikat dalam jangka pendek datang dari kerumitan data dari AS yang akan dirilis mendatang. Dengan ini akan memberikan peningkatan pada pertumbuhan ekonomi di AS selama beberapa minggu yang akan datang.

Selain itu rangkaian rilis data-data dari AS yang lebih kuat dari prediksi akan mampu mendorong pergerakan yield obligasi AS untuk naik kembali. Tapi saat ini yang menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat ada pada sikap sabar yang diambil oleh Fed.

Jika dilihat dari peristiwa-peristiwa lalu, suku bunga AS akan cenderung sejalan dengan suku bunga Fed Fund pada minggu-minggu pasca kenaikan yang terakhir. Hal ini terlepas dari rilis-rilis data ekonomi. Untuk enam bulan ke depan pada hasil Fed Fund akan berada pada 20 sampai 40 basis poin. Hasil ini sudah berada di atas target yang ditentukan Fed Fund sebelumnya.

Trump Mengancam Tarif Uni Eropa Baru Tentang Helikopter, Sepeda Motor, Keju, Dan Anggur

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan tarif impor sekitar $11 miliar dari Uni Eropa sebagai tanggapan atas kerugian yang menurut AS disebabkan oleh subsidi blok itu terhadap saingan Boeing Co., Airbus SE.

Bantuan UE Ke Airbus Merugikan AS

USTR dalam sebuah pernyataan Senin malam mengatakan :

“Dalam mengeluarkan daftar, yang meliputi helikopter penumpang, berbagai keju dan anggur, pakaian ski, dan sepeda motor tertentu, kantor Perwakilan Dagang AS mengutip temuan Organisasi Perdagangan Dunia bahwa bantuan kepada Airbus telah berulang kali menyebabkan efek buruk ke Amerika Serikat”.

Administrasi Trump mengatakan, mulai senin, mereka akan memulai proses berdasarkan Bagian 301 dari undang-undang perdagangan 1974 untuk mengidentifikasi produk-produk UE yang dapat diterapkan bea tambahan hingga UE menghapus subsisi-subsidi itu.

Tarif yang terancam akan diterapkan hanya setelah WTO memberikan lampu hijau akhir musim panas ini. Namun, langkah ini dianggap provokatif oleh sejumlah lini pemerintahan AS.

AS mengatakan akan memberlakukan tarif berdasarkan undang-undang perdagangan yang sebelumnya tidak aktif, dan yang telah digunakannya untuk membenarkan bea masuk ke China selama setahun terakhir.

Ancaman itu juga datang tepat ketika anggota UE berada pada tahap akhir negosiasi persyaratan mandat untuk Komisi Eropa, Badan Eksekutif UE, untuk memulai pembicaraan mengenai tarif industri dengan administrasi Trump. Ancaman terbaru, karenanya dapat semakin memperumit pembicaraan tersebut.

Dolar AS Masih Terimbas Imbal Treasury, Yen Jepang Mendominasi USDJPY

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak mengalami penurunan dan menguji kawasan paling rendah skala harian di level harga 110.30. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka hari Kamis (28/3). Pergerakan pasangan ini merupakan sebuah respon dari para pelaku pasar dan investor atas kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini sudah didasarkan dari penurunan cukup tajam pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan juga suasana yang pesimis pada Wall Street. Pasangan USDJPY akan lebih fokus pada rilis data ekonomi mengenai PDB AS dan beberapa peristiwa yang membawa sentimen resiko.

Sebelumnya pada imbal hasil obligasi Treasury skala 10 tahunan AS mengalami penurunan tajam sebesar 2,35 persen dan menuju ke kawasan paling rendah sejak akhir tahun 2017 lalu. Kondisi ini memancing pasar untuk lebih memilih melakukan penjualan terhadap aset global dengan melakukan pemotongan imbal hasil skala tiga bulanan. Sehingga tampak akan terjadi resesi AS seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007 lalu. Ancaman resesi membuat perdagangan Dolar AS sepi peminat dan membuat Yen mendominasi pasangan USDJPY.

Pada bund Jerman juga mengalami penurunan cukup tajam yang diakibatkan oleh pernyataan Presiden bank sentral Eropa Draghi. Dia menyatakan memberi sebuah isyarat tentang peningkatan tantangan pada ekonomi regional dan juga lebih memilih mempertahankan kebijakan moneter atau bahkan lebih melonggarkannya. Draghi menyatakan tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Beberapa bank sentral negara lain seperti RBNZ juga senada dengan nada dovish ECB. Selain itu yang membuat para pelaku pasar dan investor terbebani  untuk berdagang Dolar AS adalah pernyataan dari calon Gubernur Fed, Moore. Mengenai polemik Brexit sampai saat ini juga masih sangat membebani perdagangan pada pasar uang. Dampak yang dirasakan dari Brexit ini bisa sampai ke perekonomian global.

Dolar AS Disokong Konflik Pakistan-India, Fokus Ke Kesepatan Akhir AS-China

Perdagangan Dolar AS sempat berada di kawasan level harga paling rendah sekitar tiga minggu terakhir. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar dan investor lebih memilih mengambil sikap hati-hati menunggu kepastian pertemuan AS-China. Pasar tengah diterpa ketidakpastian hasil akhir kesepakatan dagang AS-China walaupun sempat tersiar kabar kemajuan cukup bagus. Di tempat lain, perdagangan mata uang Inggris Pound terlihat menanjak karena munculnya spelukasi mengenai kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan yang mulai menurun.

Sementara itu Greenback terhadap beberapa mata uang utama tampak mendaki dan terus mempertahankan posisinya. Penguatan greenback terjadi karena wakil bidang dagang dari AS, Robert memberikan pernyataan pada momen sidang Kongres dengan intinya bahwa masih terlalu awal jika memutuskan untuk memprediksi bagaimana kesepakatan akhir dari negosiasi dagang AS-China.

Dolar AS mendapatkan sokongan dari kabar terbaru konflik antara Pakistan dengan India. Para pelaku pasar dan investor mengalihkan uang mereka dari aset-aset bernilai resiko tinggi menuju ke aset-aset safe haven yang lebih aman dari pergolakan. Pantuan terlihat pada Indeks Dolar AS yang diperdagangakan naik pada level angka 96.100. Kenaikan ini sebenarnya cukup tipis setelah sempat menyentuh kawasan angka paling rendah di 95.883 sekitar tiga minggu terakhir.

Mata uang Poundsterling Inggris juga tetap mempertahankan momentum kenaikannya menuju ke kawasan paling tinggi sekitar tujuh bulan terakhir. Pound terus meningkat hari Rabu lalu setelah para pelaku pasar dan investor menaruh harapan cukup tinggi setelah tersiar kemungkinan Brexit No-Deal yang mengecil dan momen keluarnya Inggris dari Uni Eropa di tunda kembali.

Jika kesepakatan yang diajukan oleh May kembali ditolak oleh Parlemen Inggris, Maya akan memberikan kesempatan kepada Parlemen untuk memilih dua hal penting. Selasa lalu May menyampaikannya di depan Parlemen mengenai pilihan tersebut yaitu pemungutan suara untuk Brexit tanpa kesepakatan apapun atau menunda Inggris keluar dari Uni Eropa.

Dolar AS Menguat Setelah Minat Pasar Terhadap Aset Beresiko Menurun

Pergerakan Indeks Dolar AS hari ini terlihat menguat sampai 0,10 persen dan menuju ke kisaran angka 96,87. Momen Dolar AS menguat ini terjadi ketika perdagangan uang masuk ke sesi kawasan Eropa Selasa (19/2). Tapi jika dilihat secara teknikal saat ini posisi pergerakan Indeks Dolar AS tampak akan tertahan di angka 97.00. Terlebih lagi hari ini tidak ada sama sekali rilis data penting mengenai Amerika Serikat yang mampu menggerakan pasar dengan volume besar.

Sebelum momen Dolar AS menguat hari ini, kemarin hari Senin Dolar AS sempat mengalami pelemahan terhadap pasangan-pasangannya. Penyebab utama pelemahan kemarin adalah adanya momen liburan pada bank-bank di AS karena hari Presiden. Saat itulah pasar fokus pada hasil negosiasi dagang AS-China. Saat perdagangan AS dibuka kembali, pergerakan Dolar AS langsung menanjak karena minat pasar terhadap aset beresiko menurun seperti pada mata uang Euro dan juga Dolar Australia.

Pelemahan Euro hari ini disebabkan oleh pandangan para pelaku pasar dan investor yang melihat resiko-resiko pergerakan bearish didasarkan outlook ekonomi yang terus memburuk. Apalagi pada pekan lalu beberapa pejabat dari bank sentral Eropa memberikan pernyataan yang mengindikasikan sikap dovish. Hal ini dipandang sebagai penerusan dari kondisi-kondisi perekonomian Zona Euro yang buruk. Arah pasar sebenarnya sudah dapat terlihat dari penurunan yield obliogasi yang diluncurkan oleh beberapa negara di Eropa terutama Jerman.

Saat Dolar AS menguat kondisi pada mata uang Aussie justru menurun setelah rilis notulensi rapat kebijakan RBA yang menyatakan ketidakpastian dalam outlook ekonomi Australia. RBA juga mempertahankan angka suku bunga dan menyatakkan untuk kedepan kemungkinan kenaikan dan penurunan suku bunga sama kuat. Saat ini fokus pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-China.

Korea Selatan ‘Pancing’ Pertemuan Puncak Kim-Trump

Beberapa hari yang lalu, KTT AS-Korea Utara diselimuti oleh ketidakpastian “akankah KTT berjalan lancar atau tidak”. Memasuki minggu yang baru, perkembangan terbaru menunjukkan rasa optimisme yang dibangkitkan saat Seoul terlihat ikut terlibat dalam pertemuan puncak Kim-Trump. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dapat bergabung dengan Presiden Donald Trump dan Kim Jong …

Baca Lebih Lanjut.. »

Overstock Raksasa Ritel AS Menggunakan Bitcoin Untuk Membayar Pajaknya Di Ohio

Overstock Raksasa Ritel AS Menggunakan Bitcoin Untuk

Peritel Amerika Serikat Overstock.com telah mengumumkan akan membayar sebagian pajak bisnisnya di negara bagian Ohio menggunakan Bitcoin (BTC) . Overstock akan menanggung pajak aktivitas komersial (CAT) dengan Bitcoin mulai Februari, menggunakan platform pembayar pajak cryptocurrency yang baru diluncurkan, OhioCrypto.com. CEO dan pendiri perusahaan Patrick Byrne – seorang penggemar kripto lama …

Baca Lebih Lanjut.. »

USDJPY Naik Setelah Aset Safe Haven Dilepaskan

Inforexnews – Seiring adanya pemulihan yang sangat kuat berada di perekonomian Amerika Serikat dan perburuan aset beresiko, membawa USDJPY harus naik tinggi berada di sesi hari Jumat ini (16/6/17). Saat ini pergerakan USDJPY ada di kisaran 11.17 naik sebesar 29 pip dari penutupan sesi sebelumnya. Aset beresiko kembali menjadi buruan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Naiknya Inflasi Inggris Belum Bisa Mendukung Poundsterling

GBPUSD atau Poundsterling telah di perdagangkan ada di kisaran 1.2244, tidak berpengaruh banyak dengan laporan inflasi Inggris dimana sudah mencapai tingkat tertingginya dalam 2 tahun. Kini para pelaku pasar yang telah mengirakan kalau kondisi terkait dengan pernyataan dari beberapa dewan bank sentral Inggris (BOE) dimana bakal membiarkan tingkat ifnlasi yang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Ayam Gereja Mulai Menerima Dash Di Venezuela Setelah Kebingungan KFC

Ayam Gereja Mulai Menerima Dash Di Venezuela Setelah

Jaringan makanan cepat saji Amerika Church’s Chicken telah mulai menerima pembayaran dalam cryptocurrency Dash (DASH) di lokasi di Venezuela . Menurut Dash News, cryptocurrency diterima di semua 10 lokasi restoran di Venezuela. Dash juga telah menyelesaikan transaksi pertamanya di Chicken Gereja dan mengunggah video acara tersebut di saluran YouTube resminya. …

Baca Lebih Lanjut.. »