>
Home / Tag Archives: aset alokasi

InforexNews: aset alokasi

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast aset alokasi

Cara Melakukan Aset Alokasi di Reksa Dana

INFOREXNEWS – Aset alokasi adalah suatu strategi investasi reksa dana dengan membaginya ke dalam beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Tujuan dari aset alokasi adalah untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan profil risiko dan pada saat yang sama mencapai tujuan keuangan. Namun, bagaimana cara melakukannya ?

Salah satu metode yang sering digunakan dalam konsep perencanaan keuangan terkait aset alokasi adalah your age in bond. Artinya usia seseorang menentukan persentase investasinya yang dialokasikan di obligasi.

Sebagai contoh, jika seseorang saat ini berusia 40 tahun, maka idealnya 40% dari investasi dilakukan pada obligasi. Jika diterapkan pada reksa dana, maka sebesar 40% dialokasikan pada reksa dana pendapatan tetap dan sisanya dialokasikan pada reksa dana saham. Semakin tua usia seseorang, maka semakin besar pula nilai investasi yang dialokasikan pada reksa dana pendapatan tetap.

Untuk investor yang masih berusia muda, maka persentase alokasi pada reksa dana pendapatan tetap juga semakin kecil. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan usia pensiun, ada juga yang melakukan modifikasi pada konsep di atas dengan mengurangi 10%. Jadi persentase alokasi di obligasi atau reksa dana pendapatan tetap adalah usia dikurangi 10.

Dengan menggunakan contoh seseorang dengan usia 40 tahun, maka aset alokasi berdasarkan konsep di atas adalah reksa dana pendapatan tetap 30% dan reksa dana saham 70%. Ketika seseorang memasuki usia pensiun, katakanlah di usia 55 tahun, maka aset alokasi yang sesuai berdasarkan konsep di atas adalah 45% di obligasi dan 55% di saham. Apakah aset alokasi dengan cara ini tetap?

Menurut saya, ketika memasuki usia pensiun, seharusnya investor sudah sebaiknya menghindari risiko sebanyak mungkin. Untuk itu, alokasi lebih dari 20% di reksa dana saham kurang tepat, kecuali investor tersebut sudah berkecukupan dan ingin meninggalkan nilai warisan yang besar.

Aset Alokasi Menurut Warren Buffet

Pada tahun 2013, Warren Buffet membuat surat wasiat yang isinya yang berisi instruksi bahwa kekayaan yang ditinggalkan untuk istrinya diinvestasikan sebanyak 90% pada reksa dana indeks saham berbiaya rendah dan 105 diinvestasikan pada obligasi pemerintah.

Mengingat usia Warren Buffet dan istrinya, tentu alokasi ini mengejutkan kalangan perencana keuangan karena besarnya alokasi pada saham. Tapi harus diingat bahwa Warren Buffet adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih senilai USD73,9 miliar atau sekitar Rp960 triliun pada tahun 2017. Satu persen dari kekayaan tersebut saja sudah cukup untuk biaya hidup selama beberapa turunan.

Jadi dengan alokasi 90% pada saham dan 10% pada obligasi pemerintah, walaupun terjadi gejolak pada saham, seharusnya masih lebih dari cukup untuk keluarganya. Untuk itu, metode aset alokasi yang dia lakukan mungkin tidak bisa ditiru begitu saja oleh semua orang.

Aset Alokasi yang Sesuai

Sebenarnya dalam melakukan investasi dan perencanaan keuangan, tidak ada metode yang tepat dan metode yang salah. Yang ada adalah yang sesuai karena kondisi setiap orang berbeda-beda, demikian juga dengan profil risikonya.

Profil risiko sendiri juga rentan berubah dan tidak bisa ditentukan oleh pertanyaan dalam selembar kertas saja karena umumnya investor baru mengetahui profil risikonya setelah terjadi krisis. Ketika kondisi sedang baik dan pasar saham bullish, semua orang rasanya agresif sampai terbukti sebaliknya.

Berdasarkan kinerja historis, terbukti ketika kondisi ekonomi sedang mengalami perlambatan dan dunia bisnis kurang begitu baik, kinerja reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan reksa dana berbasis saham.

Dalam perjalanan investasi jangka panjangnya, seorang investor mungkin akan mengalami siklus dimana kinerja saham lebih baik dan juga siklus dimana kinerja obligasi yang lebih baik.

Untuk itu, investor bisa melakukan aset alokasi untuk mengurangi tingkat risiko. Tentu saja, aset alokasi ini adalah pilihan, jika investor mantap dengan pilihan investasi dan sudah siap dengan risiko, bisa tetap pada strategi yang sudah digunakannya.

Bagi investor yang berminat, besaran aset alokasi bisa menggunakan konsep “your age in bond” yaitu porsi investasi obligasi sesuai dengan usia, kecuali untuk Anda yang sudah memasuki usia pensiun. Untuk yang sudah memasuki usia pensiun, porsi aset alokasi sebaiknya difokuskan hanya pada reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Cara ini akan menurunkan perkiraan nilai investasi di masa mendatang, namun di satu sisi juga menurunkan risiko investasi dan mempersiapkan dana yang cukup masuk ke saham ketika ada peluang penurunan pasar yang signifikan.

Untuk anda yang melakukan investasi reksa dana secara berkala, aset alokasi juga dapat diterapkan. Misalkan saat ini anda berusia 30 tahun sedang melakukan investasi berkala pada reksa dana saham senilai Rp 1 juta per bulan untuk tujuan keuangan 10 tahun lagi.

Untuk menerapkan aset alokasi, perhitungan atas kebutuhan investasi bisa dihitung ulang dengan skenario reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap. Cara ini akan berdampak pada meningkatnya total investasi bulanan yang tadinya Rp 1 juta menjadi di atas Rp 1 juta, misalkan Rp 300.000 reksa dana pendapatan tetap dan Rp 850.000 reksa dana saham.

Baca juga artikel menarik lainnya :

  1. Laba PT Angkasan Pura Satu Naik 61,21%
  2. Harga Emas Antam Hari Ini
  3. The Fed Bisa Terpengaruh Akan Aksi Pengetatan Kebijakan Di Eropa
  4. Bursa Asia Melemah Menunggu Rapat The Fed
  5. Survei ECB : Tingkat Inflasi Terlihat Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Terlihat Naik

Euro Pulih dari Posisi Terendah 10-Bulan

Euro

Eurokembali pulih pada Rabu (30/5) dari posisi terendah 10-bulan, setelah adanya laporan bahwa partai terbesar Italia akan membuat upaya baru untuk membentuk koalisi pemerintahdan mengakhiri periode kekacauan politik. Upaya oleh dua pihak partai anti-kemapanan untuk membentuk pemerintahan baru di Italia runtuh pada akhir pekan, meningkatkan prospek pemilihan lebih awal. Pasar …

Baca Lebih Lanjut.. »

Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja AS Dalam Estimasi Solid

Pertumbuhan pada pasar tenaga kerja AS dalam estimasinya bakal naik secara moderat ada di bulan Agustus setelah berada di dalam dua bulan berturut-turut telah mendapatkan kenaikan secara signifikan. Maka dari itu bisa membuka peluang kalau kenaikan suku bunga dari bank sentral AS berada di tahun ini bisa terlaksana. Laporan NFP …

Baca Lebih Lanjut.. »

Dolar AS Tertelan Akibat Kekhawatiran Atas Sikap China Terhadap Obligasi AS

Dolar AS

Dolar AS mengurangi kerugiannya terhadap yen pada hari Kamis (11/1). Setelah mengalami penurunan satu hari terbesar dalam hampir delapan bulan setelah sebuah laporan bahwa China siap untuk memperlambat atau menghentikan pembelian Treasuries AS. Bloomberg News melaporkan pada hari Rabu (10/1) berdasarkan dari sumber yang berkaitan bahwa pejabat yang meninjau kepemilikan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Trading Sendiri atau Trading Berkelompok?

“Karena hanya dengan perencanaan, engkau dapat memenangkan peperangan, dan kemenangan itu ditentukan oleh penasehat yang banyak “ Makhluk Sosial Tidak ada satu orang pun yang mampu tinggal sendiri disebuah pulau tanpa adanya sosialisasi, demikianlah manusia sebagai makluk sosial selalu hidup berdampingan dan saling mengisi. Dalam trading forex dan dalam usaha …

Baca Lebih Lanjut.. »

GBPUSD Naik Tipis Saat Greenback Belum Bangkit

Kemarin gerak dari GBPUSD yang kembali mendapatkan tenaganya setelah kembali tertekannya Dollar AS melawan beberapa mata uang mayor setelah pelemahan pada laporan data ekonomi AS.   Yang menjadi penggerak pada pairing GBPUSD ini disebabkan karena laporan data ekonomi AS, seperti retail sales untuk dibulan November alami pelemahan. Pelemahan lebih dalam …

Baca Lebih Lanjut.. »