>
Home / Tag Archives: aussie

InforexNews: aussie

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast aussie

Risalah RBA Dovish, Dolar Australia Melemah Terhadap USD, Walau Harga Rumah Lebih Baik

Perdagangan mata uang Dolar Australia terlihat terus dikuasai oleh bias bearish yang cukup kuat terhadap USD. Bahkan penurunan pasangan AUDUSD telah menuju ke level teknikal MA 50 dalam harian di sekitar level harga 0,6849.  Pelemahan permintaan beli pada AUD disebabkan karena rilis risalah rapat yang dilakukan oleh bank sentral Australia untuk bulan September.

Dalam pertemuan pembahasan kebijakan moneter tersebut, dewan dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk melakukan pelonggaran moneter lanjutan. Pelonggaran akan dilakukan jika memang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga mencapai target angka inflasi.

Dalam risalah pertemuan tersebut menyebutkan juga bahwa tren mendaki pada data mengenai upah terlihat mulai berhenti. Selain itu prospek ekonomi global masih akan mengalami pelemahan lanjutan. Penurunan permintaan beli pada Dolar Australia mungkin disebabkan oleh pertumbuhan upah yang melambat.

Selain data tersebut, Australia juga baru saja merilis data mengenai tingkat harga rumah. Data ini disampaikan lebih baik dari perkiraan yaitu turun 0,7 persen pada kuartal ke kuartal selama kuartal kedua. Data yang dirilis saat sedi dagang kawasan Asia berlangsung tersebut diharapkan pasar turun sebesar 1 persen setelah pada kuartal pertama mengalami penurunan 3 persen.

Namun sayangnya walaupun tingkat harga rumah lebih baik dari prediksi, tetap gagal untuk memberikan dorongan kenaikan pada Dolar Australia. Pelemahan AUD terhadap USD mungkin tetap disebabkan oleh tingkat upah yang disampaikan RBA yang terhenti dari momentum kenaikannya.

Sementara itu bank sentral Australia diprediksi akan melakukan pemangkasan suku bunga pada bulan November dan Februari mendatang. Kemarin RBA sudah memangkas suku bunga berturut-turut di bulan Juli dan belanjut bulan Agustus. Pasca rilis risalah RBA, AUDUSD turun menuju ke level harga 0,6852 atau telah mewakili penurunan sebesar 0,18 persen dalam harian.

Inflasi Produsen China dan Kepercayaan Bisnis Turun Membawa Dolar Australia Melemah

Mata uang Dolar Australia mengalami penurunan minat beli cukup besar saat sesi Asia hari Selasa (10/9) berlangsung. Kondisi ini membawa pasangan AUDUSD turun menuju ke level harga 0,6855 dari sebelumnya di titik tertinggi 0,6869. Pelemahan ini terjadi karena rilis data dari China mengenai indeks harga produsen dan juga tingkat kepercayaan bisnis oleh NAB yang mengalami penurunan.

Data mengenai tingkat inflasi harga produsen dari China disampaikan mengalami penurunan -0,8 persen tahun ke tahun. Data ini sebagai tolak ukur harga jual barang dalam negeri dimana sebelumnya telah turun 0,3 persen tahun ke tahun. Penurunan sebesar 0,8 persen ini merupakan penurunan paling besar yang dialami China sejak bulan Agustus 2016 lalu. Kondisi ini menyebabkan Dolar Australia mengalami penurunan permintaan.

Namun untuk tingkat inflasi harga konsumen China telah mengalami lonjakan 2,8 persen selama bulan Agustus melebihi apa yang diharapkan sebelumnya di 2,7 persen. Tingkat kepercayaan konsumen yang disampaikan oleh NAB mengalami penurunan menuju ke 1 persen selama bulan Agustus. Data ini lebih buruk dari data sebelumnya 4 selama bulan Juli.

Tingkat kepercayaan Australia tetap rendah walaupun telah ada pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Australia pada bulan Juni dan Juli kemarin. Data mengenai kondisi bisnis juga mengalami penurunan dari angka 3 turun menuju ke angka 1. Data dari NAB yang memberikan tanda mengenai pemangkasan suku bunga telah gagal menaikan sentimen bisnis Australia. Kondisi ini bisa akan menjadi alasan bagi RBA untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

Untuk beberapa hari kedepan Dolar Australia mungkin akan tetap berada di bawah tekanan dan memangkas kenaikannya selama lima hari terakhir. Kondisi data ekonomi dalam negeri yang negatif yang menyebabkan RBA akan melakukan pemangkasan suku bunga menjadi alasan utama pelemahan AUD.

PDB Melonjak, Dolar Australia Menangkat AUDJPY Melonjak Ke Tertinggi Akhir Agustus

Laporan data mengenai PDB pada kuartal 2 sesuai dengan apa yang diprediksi pasar dalam 3 bulan dan juga tahunan. Masih-masing data tersebut disampaikan dengan hasil kenaikan 0,5 persen dan 1,4 persen pada kuartal dua tahun  2019. Data ini secara otomatis membuat permintaan terhadap Dolar Australia melonjak terhadap Yen. Dengan kondisi ini maka ada sedikit perubahan pada arah risiko pasar ketika hampir tidak ada kabar pembaruan dari perdagangan global dan juga perpolitikan.

Sementara itu kemarin bank sentral Australia memutuskan tidak melakukan perubahan pada kebijakan moneternya. Namun terlihat siap untuk melakukan pemangkasan suku bunga jika memang dibutuhkan. Pasca rilis data mengenai PDB kuartal kedua, Dolar Australia mampu mendominasi di atas Yen dan melonjak menuju ke titik paling tinggi sejak akhir Agustus kemarin. Dengan hasil tersebut telah mengirim pasangan menuju ke level harga 71,88 saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (4/9).

Data mengenai produk domestik bruto Aussie selama kuartal kedua disampaikan sesuai dengan apa yang diharapkan pasar. Kuartal ke kuartal naik 0,5 persen terhadap 0,4 dan tahun ke tahun naik 1,4 persen terhadap 1,8 persen. Meskipun ekonomi mengalami penguatan pasca PDB, sayangnya perlu diingat tingkat pertumbuhan berada di bawah prediksi selama bulan Agustus.

Bank sentral Australia dalam rapat kebijakan terbarunya memberikan komentar mengenai kekhawatiran penurunan perekonomian Aussie. Namun pasca rilis kebijakan tersebut, pasar tidak melihat adanya tanda-tanda pemangkasan suku bunga dari pernyataan bank sentral Australia sehingga membuat Dolar Australia mengalami pergerakan cukup besar kemarin.

Bahkan sentimen risiko sebagai penggerak Yen juga tidak memberikan respon atas rilis data aktivitas bisnis yang turun dari Jepang dan juga Hong Kong. Pasalnya para pelaku pasar dan investor akan tetap terfokus ke kabar pembaruan mengenai perdagangan antara AS-China.

Rilis Risalah RBA, Dolar Australia Bergeser Tipis Terhadap USD

Setelah rilis risalah pertemuan bank sentral Australia tanggal 7 Agustus kemarin, terlihat Dolar Australia tidak bergerak banyak terhadap USD. Pasangan ini tetap berada di sekitar level harga 0,6765 saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung di hari Selasa pagi (20/8).

Dikonfirmasi bahwa bank sentral Australia tidak akan melakukan perubahan pada kebijakan moneternya saat pertemuan bulan Agustus kemarin. Namun para pembuat kebijakan bank sentral memberikan sinyal campuran mengenai arah kebijakan. Hal ini membuat para pelaku pasar dan investor fokus ke rincian pada risalah tersebut.

Saat pertemuan kebijakan RBA tersebut, mereka memberikan apresiasi atas kondisi Dolar Australia yang mengalami pelemahan. Karena kondisi ini akan mendukung ekspor yang merupakan pusat perekonomiannya. Dalam suasana tersebut, RBA juga memberikan pendapat mengenai pertimbangan untuk pelonggaran kebijakan lanjutan jika memang dibutuhkan. Bahkan RBA juga mengatakan cukup masuk akal jika mengharapkan kondisi suku bunga yang rendah dengan rentang waktu yang lama.

Walaupun sentimen risiko telah pulih, namun tidak memberikan dorongan besar saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung. Pada imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS dalam 10 tahunan terlihat mengalami kenaikan menuju ke 1,59 persen saat sesi Asia ini.

Reaksi pasangan Dolar Australia terhadap USD hanya tipis walaupun adanya optimisme ketegangan dari kawasan Timur Tengah. Sementara itu Presiden Trump juga terlihat mengarah ke masalah Kashmir dan Inggris dan melupakan masalah China dalam postingan Twitter terbarunya.

Minimnya jadwal rilis data ekonomi akan membuat para pelaku pasar dan investor akan lebih fokus ke komentar para pejabat Fed, risalah rapat FOMC dan juga acara Simposium Jackson Hole. Dari peristiwa ini akan membuka peluang perdagangan dalam jangka pendek.

Dolar Australia Melonjak, Selanjutnya Menunggu Suku Bunga RBA

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar Australia terhadap USD terus mengalami kenaikan memperpanjang momentum sebelumnya. Kenaikan ini telah mengantarkan pasangan untuk mencapai titik paling tinggi dalam sesi di atas level harga 0,6790. Lonjakan cepat terjadi setelah rilis data mengenai perdagangan skala internasional Australia yang melebihi harapan awal saat Selasa pagi (6/8).

Data neraca perdagangan Aussie dilaporkan dengan hasil melonjak ke 8.036Juta Dolar Aussie selama bulan Juni dari sebelumnya yang hanya di angka 5.745. Dengan hasil yang sangat memuaskan ini telah mendorong Dolar Australia melonjak lebih tinggi lagi terhadap USD. Saat ini pasangan AUDUSD sedang berada di sekitar level harga 0,6784.

Kenaikan pasangan ini mungkin saja mulai kehabisan tenaga karena tingkat pertumbuhan sektor ekspor mengalami perlambatan. Data pengiriman keluar mengalami lonjakan 1 persen selama bulan Juni dan 4 persen di bulan Mei kemarin. Sementara itu data mengenai impor Australia mengalami penurunan 4 persen setelah pada kenaikan 1 persen selama bulan Juni.

Secara luas berdasarkan data ini maka dapat disimpulkan bahwa kenaikan pada tingkat surplus perdagangan disebabkan oleh sektor impor yang mengalami penurunan. Namun penurunan tingkat impor dinilai merupakan tanda-tanda menurunkan permintaan dalam negeri. Dolar Australia masih berpotensi menghadapi penerimaan ketika berada di atas level harga 0,68.

Syarat skenario tersebut adalah jika bank sentral Australia memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya dan tidak terlalu dovish dari apa yang diharapkan pasar saat ini. Keputusan mengenai kebijakan moneter oleh bank sentral Australia akan diumumkan pada 11:30 WIB. Sebelumnya pada pertemuan bulan Juni dan Juli kemarin, RBA telah memutuskan untuk memotong tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin.

Harga Emas Terangkat Karena Meningkatnya Geopolitik

Meningkatnya aset safe haven kini masih terus berlanjut untuk sesi perdagangan hari Selasa ini karena semakin bertambahnya tensi geopolitik yang terjadi akhir-akhir ini. Emas yang juga menjadi favorit para investor untuk menjadi aset aman langsung bergerak upside. Serangan AS yang ditujukan ke Suriah di pekan lalu menjadi alasan untuk aksi …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian USDJPY- Peluang Entry untuk Hari Ini (23 Juni 2017)

Selamat Pagi pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair USDJPY untuk hari ini. Simak USDJPY dalam 4 Hours chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak harga seperti membentuk pola Symetrical Triangle. Dimana terbreakoutnya pola ini, akan menentukan kemana arah harga dalam jangka menengah berikutnya. Lingkaran Ungu merupakan area Support yang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian USDJPY Peluang Entry untuk Hari Ini (25 Januari 2019)

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga yang menarik. Simak Chart Analisa USDJPY dalam 4 Hours chart berikut:       Dilihat dari chart di atas, tampak harga USDJPY kini masih bergerak didalam zona Resistance Minor (Kotak …

Baca Lebih Lanjut.. »

Peluang Buy GBP/USD 22 Nov 16

iNFOREXNEWS – Poundsterling secara mengejutkan di sesi perdagangan kemarin naik tajam mencapai harga tertinggi melewati harga tiga hari yang lalu, lantas apakah ini menunjukkan ada peluang untuk naik lebih tinggi ?  Berdasarkan teknikal analisis hari ini peluang untuk naik bagi GBP tentu sangat besar jika di lihat dari indicator candlestick …

Baca Lebih Lanjut.. »

Ketidakpastian Zona Euro Bawa Safe Haven Banyak Dicari

Kinerja yang di tunjukkan mata uang Dollar AS kini yang masih bergerak melemah melawan mata uang safe haven seperti Yen Jepang untuk hari ini, Rabu (8/2/17). Hal ini terjadi seiring dengan ketidakpastian zona Euro yang memberikan beban akan sentiment resiko. Setelah itu juga ada perdebatan masalah bailout Yunani dan juga …

Baca Lebih Lanjut.. »