>
Home / Tag Archives: aussie dolar

InforexNews: aussie dolar

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast aussie dolar

Dolar Australia Terus Mendaki, Pasangan AUDJPY Didukung Pelonggaran BoJ

Perdagangan pasangan Dolar Australia hari ini sedang pada bias beli menuju ke kawasan level harga 79,40 terhadap Yen Jepang. Kondisi pasangan AUDJPY ini terjadi di hari Kamis (4/4) saat sesi perdagangan masih di sesi kawasan Asia. Awal mula kenaikan pasangan ini sudah terlihat sejak Rabu kemarin karena naiknya sentimen resiko terhadap aset-aset global. Jika dilihat secara teknikal, di level harga saat ini merupakan titik dimana simple moving average skala harian melintas. Kemungkinan akan membatasi kenaikan Aussie lebih lanjut. Untuk saat ini para pelaku pasar dan investor tetap fokus ke pembicaraan dagang antara AS dengan China sebagai dorongan utama.

Sebelumnya sentimen resiko mendapat kabar yang sangat baik mengenai pembaruan negosiasi dagang AS dengan China. Kabar tersebut secara otomatis memberikan peluang-peluang keuntungan perdagangan yang sudah ditunggu-tunggu pasar. Selain dari peristiwa beresiko, penguatan Dolar Australia juga disebabkan oleh rilis data ekonomi dari China yang optimis.

China sendiri menjadi salah satu konsumen utama Australia dalam bidang perdagangan global. Sementara dari Jepang, Gubernur BoJ tampak hadir di Parlemen dalam acara Diet Nasional Jepang. Kuroda menyampaikan bahwa pelonggaran kebijakan moneter sangat diharapkan untuk kedepannya. Selain itu Kuroda juga menyampaikan untuk mencapai target angka inflasi di 2,0 persen, masih butuh beberapa waktu lagi.

Dengan pernyataan Gubernur bank sentral Jepang tersebut membuat para pedagang lebih menghindari aset safe haven Yen. Hal ini membuat pasangan AUDJPY mengalami pendakian menuju level paling tinggi selanjutnya. Terlebih lagi sampai saat ini masih belum terdengar kabar pembaruan dari negosiasi dagang AS dengan China yang bisa memberikan dorongan Dolar Australia dari bawah atau dari atas. Kabar apapun dari AS-China akan berdampak untuk pergerakan Aussie selanjutnya.

Dolar Australia Melemah Pasca Rilis Notulensi Rapat RBA

Hari ini ketika perdagangan pasar uang tengah berada di sesi dagang kawasan Eropa, Dolar Australia melemah mencatat rekam penurunan sebesar 0,23 persen terhadap Dolar AS. Pada pasangan mata uang AUDUSD menuju ke level harga dagang di kisaran 0.7113. Sedangkan pada pasangan Dolar Australia dengan Kiwi masih terlihat penguatan cukup signifikan. Walaupun demikian saat ini para pelaku pasar kurang berminat dengan Aussie akibat rilis hasil rapat kebiajakn RBA. Dalam hasil pembicaraan tersebut, RBA memberikan sinyal untuk menahan nilai suku bunga saar ini. RBA juga membicarakan mengenai dampak negatif dari ketidakpastian outlook ekonomi Australia akhir-akhir ini.

Rapat yang membahas mengenai kebijakan RBA telah dilangsungkan 5 Februari lalu dan baru dirilis hasil notulensi rapat pagi tadi dengan perubahan pada outlook ekonomi. Kondisi perekonomian Australia yang penuh ketidakpastian membuat RBA berusaha tidak mengubah kebijakan moneter untuk saat ini demi menjaga stabilitas. Pernyataan ini membuat perdagangan Dolar Australia melemah terhadap beberapa mata uang utama.

Bank sentral Australia juga menyatakan bahwa untuk kedepannya suku bunga bisa mengalami kenaikan atau juga penurunan. Kemungkinan tersebut sama-sama kuat jika dibandingkan kemungkinan sebelumnya. Dari pernyataan-pernyataan yang ada pada notulensi terlihat RBA tidak memiliki alasan yang begitu kuat untuk melakukan perubahan pada suku bunga dalam waktu dekat. Dari kebijakan-kebijakan yang sedang berlaku diharapkan mampu memberikan pertumbuhan pada inflasi dan juga pada bagian ketenagakerjaan.

Pemantauan terhadap outlook perekonomian Australi dilakukan oleh RBA dengan lebih hati-hati. Pembahasan mengenai perubahan juga menjadi topik utama karena terlah terjadi penurunan cukup besar pada harga perumahan Australia. Jika harga perumahan terus terjun maka akan menyebabkan dampak yang lebih fatal seperti penurunan GDP dan tingkat konsumsi yang membuat Dolar Australia melemah.

Dolar Australia Stagnan Akibat Kabar Positif China dan Ekonomi Australia Memburuk

Dolar Australia stagnan pada perdagangan hari ini Rabu (16/1) dan hanya bergerak dikisaran level harga perdagangan 0.7205 terhadap Dolar AS. Kondisi pergerakan dengan area sempit ini terjadi pada saat sesi perdagangan kawasan Eropa. Penyebab utamanya adalah setelah bank sentral China merilis laporan bahwa sudah melakukan penyuntikandana ke dalam sistem keuangan dengan tujuan untuk stimulus moneter. Dolar Australia juga didukung oleh adanya sikap optimis pelaku pasar setelah pengumuman voting Brexit yang ditolak dan sesuai prediksi pasar. Tapi laporan dalam negeri mengenai sentimen konsumen justru membuat kenaikan Aussie tertahan.

Data sentimen konsumen dirilis oleh Westpac yang memperlihatkan penurunan menuju ke angka -4,7 persen untuk bulan Januari. Sebelumnya data ini sempat membaik pada bulan Desember dengan angka +1 persen. Angka ini menjadi level terburuk pada tiga tahun terakhir dan membuat perdagangan Dolar Australia stagnan. Dampaknya terjadi kenaikkan tingkat pesimisme terhadap ekonomi Ausralia.

Beberapa pekan terakhir beberapa data ekonomi Australia dilaporkan mengecewakan. Hal ini memicu pupusnya harapan Reverse Bank of Australia untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. Rumor tersebut tapi tidak begitu dihiraukan oleh pasar karena terpengaruh langkah positif dari China mengenai suntikan dana stimulus moneter. Data ekonomi yang seimbang membuat Dolar Australia stagnan terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pemerintah China melakukan suntikan dana dengan tujuan untuk melakukan penanggulangan akibat faktor musiman yang sering terjadi seperti pembayaran pajak dan juga untuk penanggulangan menaiknya permintaan uang tunai karena hari raya Imlek yang semakin dekat. Kabar suntikan dana stimulus ini membuat Dolar Australia mampu menahan kabar-kabar negatif perekonomian mereka. Sehingga kondisinya saat ini pada beberapa pasangan mata uang tampak stagnan.

Panas Perang Dagang AS-China, Pelemahan Dollar Australia Semakin Berlanjut

Pelemahan dollar Australia semakin terlihat jelas dalam pergerakan harian. Penyebab utama pelemahannya adalah ada sebuah berita yang diterima oleh perusahaan teknologi asal China yang cukup besar dan berdomisili di Kanada. Walaupun tidak secara langsung berkaitan dengan Dollar As dan Yuan, tapi Dollar Australia merupakan pasangan proxy bagi Yuan di dunia Internasional.

Kabar tersebut adalah sebuah fakta bahwa Pemerintah Kanada melakukan pencekalan kepada Meng Wanzhou pemiliki CFO Huawei. Pencekalan tersebut karena adanya dugaan pelanggaran terhadap sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat. Tapi sampai saat ini pihak CFO Huawei juga tidak begitu jelas dan mengerti dugaan apa yang dimaksudkan kepada perusahaan mereka.

Sehingga membuat para trader dan investor semakin khawatir dengan tersiarnya kabar ini. Karena diprediksikan akan berdampak terhadap negosisasi antara Amerika Serikat dengan China untuk memperbaiki hubungan pasca panasnya hubungan diantara keduanya.

Pelemahan Dollar Australia sedikit diperbaiki dengan berita fundamental yang diluncurkan tanggal 6 Desember tentang data penjualan ritel Australia menghasilkan data yang cukup baik, yaitu peningkatan sebesar 0.3 persen. Berita yang sudah dirilis ini ternyata sesuai dengan ekspektasi pasar yang sudah diprediksi sebelumnya. Data yang sudah dirilis tersebut juga lebih tinggi dari pertumbuhan rutin data dari penjualan ritel Australia setiap bulannya.

Walaupun rilis berita membuat dollar Australia menguat tapi hal tersebut tidak cukup berarti. Karena imbas dari panasnya perang dagang antara Amerika dan China masih berdampak pada mata uang seperti dollar Australia ini. Sehingga mengakibatkan pelemahan mata uang tersebut semakin berlanjut. Sebenarnya para trader sudah bisa mengantisipasi pelemahan dollar Australia semenjak rilis data GDP. Berita ini turut serta membuat kondisi dollar Australia memburuk terhadap beberapa mata uang lainnya.

NAB: Kenaikan Suku Bunga Australia Ditahan Hingga Pertengahan 2019

Bank Nasional Australia (NAB) menunda kenaikan suku bunga dari RBA, seperti yang dilaporkan hari ini, Senin (21/5).

Seperti diketahui, Bank Sentral Australias (RBA) memproyeksikan kenaikan suku bunga di pertengahan 2019 mendatang sebesar 25 basis poin, sebelumnya mereka telah memperkirakan kenaikan dari bank sentral pada bulan November 2018.

Alan Oster, kepala ekonom NAB mengatakan, keputusan didorong oleh ketidakpastian ketika upah Australia dan tekanan inflasi akan mengangkat. “Kami telah menunda waktu ketika kita mengharapkan RBA mulai menaikkan tingkat suku bunga secara bertahap,” Oster mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari ini.

“Perubahan merefleksikan bahwa tidak ada tanda-tanda kuat pertumbuhan upah dan pengangguran telah terjebak sekitar 5,5% tahun ini.” sambungnya.

Namun berbeda dari Bank Sentral Australia (RBA) sebelumnya, bahwa RBA akan mulai untuk suku bunga secara resmi di kuartal akhir tahun ini, Oster sekarang mengatakan kemungkinan akan mulai lepas landas di tengah 2019, tergantung pada data ekonomi yang akan datang.

“Kami berharap setelah siklus pengetatan dimulai, lebih lanjut kenaikan akan sangat bertahap, kami sekarang berharap langkah pertama berada di bulan Mei 2019 dengan langkah berikutnya setelah yang tidak sampai November 2019.” ujarnya.

Meskipun dengan penundaan, masih ada risiko bahwa upah dan tekanan inflasi tidak akan mengangkat suku bunga seperti yang diharapkan oleh RBA. “Kami masih mengharapkan kekuatan ekonomi untuk mengarah ke tingkat pengangguran yang menurun. Ini yang akhirnya harus diterjemahkan ke dalam pertumbuhan upah dan memberikan keyakinan RBA bahwa inflasi akan melacak kembali ke target 2,5%,” katanya.

“Namun, kami mengakui ada ketidakpastian di sekitar waktu pada upah yang pertumbuhan akan memperkuat, dan waktu RBA selanjutnya akan tetap sangat tergantung data.”

Pekan lalu, ABS merilis data upah per jam Australia, tidak termasuk bonus di level 0,5% dalam tiga bulan sampai Maret, meninggalkan perubahan pada tahun sebelumnya yang statis di level 2,1%.

Sementara pengangguran Australia juga meningkat menjadi 5.6% di bulan April, naik dari sebelumnya di level 5%, sementara upah sektor swasta tumbuh lebih lambat ditahun ini.

Exchanger OKEx Meluncurkan Perdagangan Baht Thailand di Platform P2P-nya

Exchanger OKEx kini telah meluncurkan dukungan mereka untuk perdagangan baht Thailand dengan kripto pada platform klien ke klien (C2C) mereka, berdasarkan laporan pers tanggal 14 Februari kemarin. Menurut siaran pers tersebut, saat ini hanya Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), dan Litecoin (LTC) saja yang dapat diperdagangkan dengan baht Thailand pada …

Baca Lebih Lanjut.. »

Spanyol Mining Startup Mengembalikan $ 68 Juta Yang Dibangkitkan Selama ICO

Spanyol Mining Startup Mengembalikan $ 68 Juta Yang Dibangkitkan

Startup penambangan cryptocurrency Spanyol CryptoSolarTech akan mengembalikan $ 68 juta yang terkumpul selama penawaran koin awal (ICO). Tangkapan layar surat resmi yang dikirimkan kepada investor . CryptoSolarTech tampaknya bertujuan untuk membangun fasilitas penambangan crypto yang ditenagai oleh energi surya di Spanyol Selatan, tetapi gagal mendapatkan izin bangunan. Mengutip alasan di …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPJPY- Peluang Entry Potensial Untuk Hari Ini (13 Februari 2019)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GBPJPY memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola. Simak GBPJPY dalam Chart 4 Jam berikut:                    Dilihat dari gambar chart di  atas, tampak harga GBPJPY kini masih bergerak perlahan disekitaran batas atas area level …

Baca Lebih Lanjut.. »

HSBC Mengatakan Telah Menyelesaikan $250 Miliar Dalam Perdagangan

HSBC

HSBC, salah satu bank terbesar di dunia, Senin mengumumkan telah menyelesaikan lebih dari $ 250 miliar dalam transaksi menggunakan teknologi leded ledger (DLT). Bank mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka menyelesaikan 3 juta transaksi valuta asing (FX) dan melakukan 150.000 pembayaran lebih lanjut menggunakan platform HSBC FX Everywhere. Perusahaan mengatakan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Jamie Dimon Komentar Tentang Bitcoin Sekali Lagi , Mengatakan Dia Tidak Memberi Tahu Tentang Itu

Pada malam ulang tahun ke-10 dari kertas putih Bitcoin (BTC) . CEO JPMorgan Jamie Dimon menemukan dirinya berbicara lagi tentang mata uang kripto terkemuka, meskipun rekam jejak upaya untuk melepaskan diri dari perdebatan. Ketika CNBC melaporkan 31 Oktober, Dimon membuat komentar “enggan” pada konferensi Axios di Los Angeles pada hari …

Baca Lebih Lanjut.. »