>
Home / Tag Archives: australia

InforexNews: australia

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast australia

PDB Melonjak, Dolar Australia Menangkat AUDJPY Melonjak Ke Tertinggi Akhir Agustus

Laporan data mengenai PDB pada kuartal 2 sesuai dengan apa yang diprediksi pasar dalam 3 bulan dan juga tahunan. Masih-masing data tersebut disampaikan dengan hasil kenaikan 0,5 persen dan 1,4 persen pada kuartal dua tahun  2019. Data ini secara otomatis membuat permintaan terhadap Dolar Australia melonjak terhadap Yen. Dengan kondisi ini maka ada sedikit perubahan pada arah risiko pasar ketika hampir tidak ada kabar pembaruan dari perdagangan global dan juga perpolitikan.

Sementara itu kemarin bank sentral Australia memutuskan tidak melakukan perubahan pada kebijakan moneternya. Namun terlihat siap untuk melakukan pemangkasan suku bunga jika memang dibutuhkan. Pasca rilis data mengenai PDB kuartal kedua, Dolar Australia mampu mendominasi di atas Yen dan melonjak menuju ke titik paling tinggi sejak akhir Agustus kemarin. Dengan hasil tersebut telah mengirim pasangan menuju ke level harga 71,88 saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (4/9).

Data mengenai produk domestik bruto Aussie selama kuartal kedua disampaikan sesuai dengan apa yang diharapkan pasar. Kuartal ke kuartal naik 0,5 persen terhadap 0,4 dan tahun ke tahun naik 1,4 persen terhadap 1,8 persen. Meskipun ekonomi mengalami penguatan pasca PDB, sayangnya perlu diingat tingkat pertumbuhan berada di bawah prediksi selama bulan Agustus.

Bank sentral Australia dalam rapat kebijakan terbarunya memberikan komentar mengenai kekhawatiran penurunan perekonomian Aussie. Namun pasca rilis kebijakan tersebut, pasar tidak melihat adanya tanda-tanda pemangkasan suku bunga dari pernyataan bank sentral Australia sehingga membuat Dolar Australia mengalami pergerakan cukup besar kemarin.

Bahkan sentimen risiko sebagai penggerak Yen juga tidak memberikan respon atas rilis data aktivitas bisnis yang turun dari Jepang dan juga Hong Kong. Pasalnya para pelaku pasar dan investor akan tetap terfokus ke kabar pembaruan mengenai perdagangan antara AS-China.

Data Optimis Tidak Mampu Mendongrak Dolar Australia Untuk Menguat Terhadap USD

Pasangan Dolar Australia terhadap Dolar AS hari Jumat (2/8) saat sesi dagang Asia berlangsung tampak kurang mendapatkan dorongan. Padahal sebelumnya telah rilis data ekonomi makro dari Australia dengan hasil yang sangat memuaskan pasar. Data tersebut mengenai pengeluaran konsumen Aussie diwakilkan oleh penjualan ritel yang mengalami lonjakan sebesar 0,4 persen selama Juli bulan ke bulan. Prediksi sebelumnya berada di 0,3 persen dan data sebelumnya hanya 0,1 persen.

Sementara itu data lain yang juga dirilis adalah data mengenai indeks harga produsen yang sejajar melonjak 0,4 persen kuartal kedua pada hitungan kuartal ke kuartal. Harapan awal data tersebut hanya akan berada di 0,3 persen dan data skala tahunan turut naik 2 persen. Walaupun data yang sangat optimis, sayangnya Dolar Australia gagal memanfaatkan momentum dan hanya mampu naik sebesar 7 pip saja pasca rilis data.

Saat ini pasangan AUDUSD sedang berada di sekitar level harga 0,6802 yang sebelumnya sempat merosot menuju ke titik terendah dalam tujuh bulan terakhir di 0,6795. Kegagalan Dolar Australia memanfaatkan data-data yang optimis dikaitkan dengan kondisi hubungan dagang antara AS dan China yang belum menunjukkan arah kemajuan positif. Pasalnya Australia merupakan rekan dagang utama China dalam hal impor.

Ketegangan dua ekonomi terbesar global itu terjadi kembali setelah komentar Presiden Trump yang menyatakan bahwa AS akan tetap memberlakukan pajak 10 persen terhadap barang-barang China senilai $300 Miliar selama belum ada kesepakatan. Trump juga menyampaikan bahwa China tidak menepati janji-janji yang sudah disetujui pada kesepakatan dagang mereka baru-baru ini. Atas kabar tersebut saham kawasan AS merosot sebesar 1 persen yang diikuti juga kemerosotan saham Asia.

AUDJPY Turun Karena Bias Bearish Dolar Austalia, Yen Jepang Disokong BoJ Hawkish

Pasangan mata uang Dolar Australia terhadap Yen Jepang hari ini sedang pada tahap defensif setelah penurunan tajam hari sebelumnya. Pasangan AUDJPY sempat anjlok mencapai 1,02 persen Rabu kemarin dan menjadi penurunan paling tajam sejak tanggal 22 Maret lalu. Hari ini pasangan ini sedang diperdangkan di sekitar level haga 78,65 dan tidak memperlihatkan perubahan cukup besar menjelang kebijakan moneter BoJ.

Dolar Aussie kemarin dalam bias penjualan skala besar secara luas karena rilis data yang meleset dari prediksi awal. Data mengenai indeks harga konsumen pada skala kuartal pertama dilaporkan lebih buruk dari prediksi. Kondisi ini diperburuk juga oleh rilis inflasi yang menyebabkan naiknya ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga oleh bank sentral Australia pada bulan Mei mendatang. RBA terlihat semakin menjauh dari harapan pengetatan yang sudah terjadi cukup lama sejak Februari lalu. Sebelumnya bank-bank investasi sudah memberikan prediksinya bahwa akan ada penurunan suku bunga pada pertengahan tahun kedua 2019 ini.

Sementara itu fokus perdagangan pasangan AUDJPY akan terfokus ke rapat bank sentral Jepang yang membahas masalah kebijakan moneternya dengan harapan awal tidak ada perubahan berarti. Menteri Keuangan Jepang yaitu Aso menyebutkan bahwa sebuah kesalahan oleh BoJ yang mencoba melawan deflasi. Dari komentar tersebut menjadi sebuah pertanda bahwa ada kelelahan yang naik pada stimulus moneter untuk pertama kalinya. Sehingga kejutan dovish berpotensi sangat kecil pada rapat hari ini.

Bank sentral mungkin akan memberikan bagaimana kebijakan-kebijakan moneter selanjutnya yang juga tidak akan memberikan dampak pelemahan pada Yen Jepang. Pasar juga sudah memberikan respon yang baik pada Yen yang bisa memperpanjang penurunan pasangan AUDJPY yang sudah terjadi beberapa waktu terakhir.

Kabar Positif Negosiasi Dagang AS-China, Dolar Australia Menguat Sesi Asia

Hari ini perdagangan Dolar Australia terlihat menguat cukup tinggi. Dolar dari Aussie ini memang cukup sensitif terhadap kabar-kabar beresiko di pasar. Dolar Aussie menguat saat diperdagangkan pada sesi awal kawasan Asia hari Senin (25/2). Penyebab utama penguatan Dolar Aussie adalah setelah Trump memberikan pernyataan bahwa dia akan melakukan penundaan mengenai tarif impor dari China yang akan dinaikkan pada 1 Maret nanti. Trump melakukan hal tersebut karena ada perkembangan terbaru yang cukup baik dari negosiasi dagang antara kedua negara ekonomi terkuat di dunia tersebut.

Pergerakan Dolar Australia tampak mampu menguat sebesar 0,4 persen terhadap lawannya yaitu Dolar AS menuju ke kisaran level harga 0.7157. Sementara itu rekan utama Australia dalam perdagangan yaitu China, mata uang Yuan tampak juga menguat sampai 0,3 persen menuju ke level harga 6.6806 terhadap Dolar AS. Level yang dicapai oleh USDCNY ini merupakkan tempat paling tinggi sejak bulan Juli tahun lalu.

Indeks Dolar AS sebagai pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama juga tidak terlihat mengalami pergerakan yang signifikan pasca pernyataan dari Trump tadi. Indeks Dolar AS masih stagnan berada di angka 96.446 saat. Trump juga mengungkapkan bahwa ada rencana untuk melakukan pertemuan dengan Jinping Presiden China.

Pertemuan tersebut akan dilangsungkan di Florida dan membahas mengenai kesepakatan yang lebih tegas dan jelas. Dalam hal ini sudah terlihat bahwa negosiasi dagang AS-China yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu mengalami perkembangan yang cukup positif. Menurut analis dari Barclays Tokyo sebenarnya penundaan kenaikan tarif impor untuk barang-barang dari China bukan merupakan hal yang mengejutkan pasar. Tapi sempat membuat pergerakan Dolar Australia menguat untuk beberapa saat.

Data Ketenagakerjaan Hancurkan Ekspektasi, Dolar Australia Menguat

Perdagangan mata uang hari ini terutama pada Dolar Australia menguat sangat tajam sampai hampir sekitar 50 pip dan mencapai puncak level harian di 0.7206 terhadap Dolar AS. Penguatan mata uang Aussie ini terjadi ketika perdagangan saat di sesi kawasan Asia hari Kamis pagi (21/2). Penguatan pada pasangan mata uang AUDUSD terjadi setelah laporan data mengenai perubahan tingkat pekerja yang mampu mengalahkan ekspektasi pasar sebelumnya dengan hasil yang cukup tinggi.

Dengan hasil rilis data mengenai laporan tingkat pekerja yang membuat Dolar AS menguat membuat kekhawatiran pasar mulai terjadi dalam waktu terakhir mengenai kenaikan suku bunga oleh RBA. Para pelaku pasar dan investor untuk sekarang dapat memproyeksikan dengan maju dalam melihat perkiraan jangka pendek.

Mengenai kabar terbaru dari negosiasi dagang antara AS-China akan menjadi topik paling utama ketika wakil PM China akan membicarakannya di Amerika Serikat. Dari beberapa pantauan terlihat proses negosiasi akan berjalan lebih sulit. Pasalnya Trump meminta untuk menambahkan persetujuan agar China mempertahankan nilai tukar Yuan ke dalam hasil kesepakatan. Hal tersebut tentunya akan membuat China berpikir dua kali menyetujuinya sehingga negosiasi lebih alot lagi.

Sebelumnya juga diajukan proposal mengenai keamanan dan melakukan penstrukturan ulang perekonomian China dan juga keamanan hak perumahan. Untuk negosiasi yang akan datang, AS akan mengutamakan agar China membatasi nilai tukar Yuan.

Tingkat perekrutan yang cukup kuat merupakan salah satu penyebab data mengenai ketenagakerjaan saat ini yang membuat Dolar Australia menguat. Dengan hasil yang sangat positif maka menjadi sebuah langkah awal untuk berjuang melawan harga properti yang jatuh, nilai gaji yang lemah dan juga utang sektor rumah tangga yang tinggi.

Komunitas Otonom Spanyol Aragon Menjadi Yang Pertama Menggunakan Blockchain

Komunitas otonom Aragon di timur laut Spanyol akan menjadi yang pertama di negara itu yang menerapkan teknologi blockchain dalam administrasi publiknya, kantor berita lokal Europa Press melaporkan Senin, 17 September. Aragon adalah salah satu dari 17 komunitas otonom Spanyol, yang diciptakan dengan tujuan menjamin jumlah otonomi yang memenuhi syarat untuk …

Baca Lebih Lanjut.. »

Abaikan Keluhan Dari Pengguna, Poloniex Dalam Masalah

Pada 25 Juli lalu, Departemen Kehakiman (DoJ) membuktikan keseriusannya pada Poloniex setelah Craig Weldon, kepala penyidik Unit Perlindungan Investor (IPU) menanyai para pengguna Poloniex tentang masalah dengan akun mereka. Sedangkan masalah perihal akun ini sudah lama memenuhi media sosial bursa beberapa bulan terakhir. Poloniex merupakan platform valuta kripto yang beroperasi …

Baca Lebih Lanjut.. »

Rabobank Membatalkan Pengembangan Dompet Kripto ‘Rabobit’

Bank asal Belanda, Rabobank, dilaporkan telah membatalkan rencananya untuk mengembangkan dompet kripto mereka, outlet berita teknologi The Next Web melaporkan pada 23 Mei kemarin. Seperti yang telah diberitakan, Rabobank telah mengumumkan layanan dompet kripto mereka yang dijuluki “Rabobit” sebagai bagian dari program inovasi fintech Rabobank Moonshot pada Februari tahun lalu. …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (17 September 2019)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup menarik. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut:  Buka: XAUUSD 4H Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD / GOLD kini masih bergerak didalam Area …

Baca Lebih Lanjut.. »

Pertumbuhan Ekonomi Inggris Kuartal Kedua Naik 0.3%

INFOREXNEWS – Dalam laporan terbarunya, perekonomian Inggris di rilis tumbuh sejalan dengan perkiraan berada di kuartal kedua, berdasarkan data awal yang di rilis pada hari ini Rabu (26/7/17). Berdasarkan laporan dari kantor statistik Nasional Inggris sebutkan bahwa produk domestik bruto negara Elizabeth tersebut naik 0.3% dari pertumbuhan 0.2% berada di …

Baca Lebih Lanjut.. »

AUDUSD Tidak Merespon Baik Data Perdagangan China

Data Perdagangan China Yang Optimis Gagal Angkat AUD/USD dan pair ini juga tidak mendapatkan dorongan dari rilis data perdagangan China yang solid. Pada saat ini, pasangan mata uang ini diperdagangkan di 0,7418, mencapai terendah 0,7399 hari ini sebelumnya. Ekspor China dalam denominasi USD naik 11,3 persen tahunan, mengalahkan perkiraan Reuters …

Baca Lebih Lanjut.. »