>
Home / Tag Archives: brexit

InforexNews: brexit

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast brexit

PM Boris Berkunjung Ke UE, Poundsterling Inggris Menunggu Kejutan Baru

Sampai saat ini permintaan pada pasangan Poundsterling Inggris terhadap USD terlihat masih memilih mode defensif. Pasar menunggu hasil lebih rinci atas kunjungan yang dilakukan oleh PM Inggris ke beberapa negara Uni Eropa seperti Jerman dan juga Perancis.

Walaupun sebelumnya Kanselir dari Jerman memberikan komentar bahwa mengharapkan terjadi soft Brexit atau Brexit dengan kesepakatan. Selain itu pasangan GBPUSD juga lebih memilih menunggu rilis risalah FOMC. Dengan kondisi ini telah membawa Poundsterling Inggris bergerak menuju ke level harga 1,2160 ketika perdagangan mendekati pembukaan sesi kawasan Eropa hari Rabu (21/8).

Dari laporan media terbaru mengatakan bahwa Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel memilih menahan diri untuk menyatakan penolakan keberatan kepada PM Boris. Terutama mengenai masalah perbatasan dengan kawasan Irlandia. Dia juga menganggap sebagai sebuah pernyataan politik terkait dengan masa depan bukan sebuah perjanjian mengundurkan diri. Pasar melihatnya sebagai sebuah isyarat optimis dari Jerman atas kunjungan PM Boris.

Sementara itu berdasarkan laporan dari Reuters bahwa semua anggota negara Uni Eropa sejumlah 27 negara, menyampaikan tetap solid setelah terjadi Brexit dan mendukung di belakang Irlandia. Hal ini sesuai dengan apa yang ada di dalam laporan berita mengenai penyesalan Uni Eropa dimana pemerintah Inggris meminta pergantian solusi yang lebih baik. Padahal sampai sekarang belum juga ditemukan solusi terbaik mendekati periode akhir dalam transisi.

Poundsterling Inggris akan tetap fokus ke pembaruan dinamika Brexit dan menanti kejutan-kejutan dari kunjungan PM Boris ke negara Uni Eropa. USD akan fokus ke rilis risalah FOMC yang akan menggerakkan pasar GBPUSD selanjutnya. Dari sisi data, akan ada rilis mengenai penjualan rumah AS selama bulan Juli dengan prediksi naik ke 5,39 juta terhadap 5,27 juta. 

Resiko Brexit Tanpa Kesepakatan Menyeret Poundsterling Inggris Terhadap Yen Jepang

Drama Brexit terus memperpanjang ketidakjelasan dan dengan data dari Jepang yang lambat, membuat Poundsterling Inggris terhadap Yen stagnan di sekitar level harga 132,91 saat hari Selasa awal perdagangan. Saat ini dikabarkan bahwa Perdana Menteri Inggris yang baru yaitu Boris sedang melakukan usaha untuk memenangkan pemilih di Skotlandia.

Dia melakukan upaya dengan membalikkan komentar dari menteri perencanaan Brexit yaitu Michael Gove. Dia menyampaikan bahwa pemerintah Inggris tidak berkinerja sesuai hasil yang paling mungkin terjadi pada musim gugur sekarang ini yaitu Brexit tanpa kesepakatan apapun.

Pada hari Senin kemarin Poundsterling Inggris merosot tajam terhadap yen setelah PM Boris menyampaikan menghapus permasalah backstop Irlandia pada kesepakatan untuk kemudian bertemu dengan pejabat Uni Eropa. Sampai saat ini para pembuat kebijakan dari Uni Eropa terus menghindari adanya pembukaan kembali pembicaraan kesepakatan Brexit.

Dari sisi Yen, selama sesi kawasan Asia berlangsung dirilis data mengenai pengangguran selama bulan Juni, pekerjaan dan juga produksi industri. Data mengenai produksi industri dilaporkan dengan hasil lemah bulan ke bulan pada -3,6 persen dari sebelumnya -2,0 persen dan tahun ke tahun -4,1 persen dari sebelumnya -1,6 persen. Tingkat pengangguran Jepang juga naik menuju ke 2,4 persen dari sebelumnya di 2,3 persen dan pekerjaan naik menuju ke 1,62 dari sebelumnya 1,61 persen.

Untuk perdagangan pasangan Poundsterling Inggris terhadap Yen selanjutnya akan fokus ke rapat bank sentral dalam pembahasan mengenai kebijakan moneternya. Dalam peristiwa tersebut akan disampaikan juga bagaimana prospek perekonomian pada kuartal dua 2019 dan juga komentar dari Gubernur BoJ. Bisa jadi Yen akan lemah karena adanya perpolitikan PM Abe dan juga perpanjangan pada kenaikan pajak penjualan selama bulan Oktober. Namun minat pasar terhadap safe haven akan menahan pelemahan-pelemahan tersebut.

Brexit Kurang Mendorong Poundsterling Inggris, Data Dari AS Menjadi Kunci GBPUSD

Pergerakan pasangan mata uang Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS saat ini tengah mendekati level harga 1,3070 mendekati sesi London dibuka. GBPUSD sebelumnya pada Kamis (11/4) sempat mengalami penurunan yang diakibatkan oleh menguatnya Dolar AS secara luas. Tapi kekuatan Pound kembali setelah adanya reses Paskah pada Parlemen Inggris. Untuk pergerakan selanjutnya, para pelaku pasar dan investor akan lebih fokus ke data domestik AS dan juga pembaruan mengenai Brexit.

Kabar terakhir dari Brexit diberitakan bahwa hasil KTT Uni Eropa menyatakan bahwa Brexit akan ditunda sampai sekitar tanggal 31 Oktober mendatang. Sayangnya pasar tidak menyambut dengan antusias pernyataan ini. Selain itu pada pembicaraan antar Partai di dalam pemerintahan juga masih stagnan tanpa ada terobosan penting. Kondisi Poundsterling Inggris diperburuk dengan data-data dari AS yang positif dan membuat GBPUSD terus menurun.

Perdagangan Pound hari Jumat ini saat awal juga sangat minim sekali pembaruan mengena Brexit. Penyebabnya adalah adanya masa reses di Parlemen Inggris yang akan berakhir pada 23 April nanti. Tapi kabar juga berhembus dari IMF, berdasakan laporan Reuters dari pernyataan Christine Lagarde pada konferensi pers di Washington Kamis malam kemain. Dia menyatakan bahwa kabar baiknya Inggris tidak akan keluar pada 12 April tanpa membawa kesepakatan apapun.

Dengan ini maka bisa menggunakan waktu untuk diskusi bersama semua pihak yang terlibat. Selain itu perpanjangan juga akan memberikan kesiapan kepada para pelaku ekonomi dengan segala kemungkinannya terutama di sektor industri dan pekerja. Paling tidak masa depan mereka akan lebih bisa diamankan.

Kalender ekonomi Inggris yang sepi rilis data ekonomi membuat laporan data menenai indeks sentimen konsimen Michigan dari AS akan menjadi fokus. Mungkin akan mempengaruhi pergerakan Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS karena diprediksi turun menuju ke 98,00 dari sebelumnya 98,4.

Poundsterling Inggris Melemah Lawan Dolar AS, Menunggu Rilis Data IMP Manufaktur

Perdagangan mata uang Poundsterling Inggris hari ini masih tampak stagnan terhadap Dolar AS. Pasangan GBPUSD masih berada di kawasan level harga 1.3260 saat perdagangan memasuki sesi kawasan Eropa hari Jumat (1/3). Sebelumnya GBPUSD sempat anjlok setelah rilis data ekonomi mengenai hasil PDB AS yang dilaporkan sangat positif. Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Fed, Powell juga turut membuat perdagangan Dolar AS dalam bias permintaan. Untuk kedepan, para pelaku pasar dan investor masih menunggu katalis baru dalam melihat pergerakan selanjutnya. Fokus pasar akan tertuju pada laporan data IMP Manufaktur AS dan Inggris yang dirilis.

Kemarin laporan mengenai PDB AS terlihat meningkat sebesar 2,6 persen, padahal ekspektasi pasar hanya akan naik sampai 2,3 persen saja sehingga Dolar AS otomatis menguat. Jumat pagi saat perdagangan sesi kawasan Asia, Powell menyampaikan pidatonya di New York. Isi pidato tersebut memberikan keyakinan kembali bahwa Fed akan lebih bersabar dan hati-hati untuk mengeluarkan kebijakan moneter selanjutnya. Powell juga menyatakan pertumbuhan ekonomi AS sangat baik tapi Fed akan lebih hati-hati untuk menaikkan kembali suku bunga AS.

Di tempat lain, Poundsterling Inggris akan menghadapi ujian berupa drama Brext kembali. Dua hari terakhir memang sangat sepi mengenai pembaruan kabar Brexit setelah PM May menurunkan kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Kabar terbaru menyatakan bahwa dari oposisi yaitu partai Buruh, mengajukan usulan agar Brexit di tolak. Usulan mengenai referendum kedua juga bernaung.

Selain data-data ekonomi Inggris dan AS, pergerakan Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS akan sangat dipengaruhi pembaruan kabar negosiasi dagang AS-China. Menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping membuat kekhawatiran pasar merebak karena pernyataan-pernyataan berbagai pihak.

Data Penjualan yang Kuat Mendukung Pound Bergerak Lebih Tinggi

Pound naik tipis pada hari Jumat (15/2) karena data penjualan ritel Inggris yang kuat mengangkat sentimen. Meskipun investor mempertimbangkan konsekuensi dari kekalahan suara Brexit di parlemen oleh Perdana Menteri Theresa May.

Pada basis mingguan, mata uang Inggris ditetapkan untuk penurunan ketiga secara berturut-turut. Karena analis mengatakan kekalahan terbaru, meskipun pada pemungutan suara simbolis, menunjukkan bahwa May tidak mendapat dukungan dari anggota parlemennya.

Dengan kurang dari enam minggu sebelum benar-benar keluar pada tanggal 29 Maret, May telah meningkatkan upaya untuk meyakinkan Uni Eropa untuk memberikan konsesinya.

“’Brexit can-kicking’ yang konstan juga meningkatkan risiko keluar secara tidak teratur,” kata ahli strategi di BNP Paribas dalam catatan harian.

May telah berjanji bahwa jika parlemen belum menyetujui kesepakatan pada 26 Februari, dia akan membuat pernyataan yang memperbarui pembuat undang-undang tentang kemajuannya pada hari itu. Dan anggota parlemen akan memiliki kesempatan pada tanggal 27 Februari untuk berdebat dan memberikan suaranya di kesempatan mendatang.

Namun, pound ditetapkan untuk mengakhiri minggu dengan catatan ceria karena data menunjukkan penjualan ritel Inggris rebound kuat pada bulan Januari. Menghilangkan beberapa kesuraman atas ekonomi.

Pound bertahan dekat level tertinggi pada tertinggi hari ini, naik 0,2 persen pada $ 1,2822 sebelum perilisan data tersebut.

Turunnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga dari Bank of England tahun ini juga membebani pound. Pasar swap menunjukkan probabilitas 28 persen mengenai kenaikan suku bunga dibandingkan dengan sepertiganya pada awal pekan ini.

 

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (5 Oktober 2017)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak masih berada dalam arus Downtrend. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD / GOLD masih berada dalam arus penurunan (Garis Hitam), dimana di analisa kemarin …

Baca Lebih Lanjut.. »

Dolar AS Mixed Setelah Laporan Ketenagakerjaan

dolar as

INFOREXNEWS – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan bervariasi terhadap enam mata uang utama lainnya dalam perdagangan pada hari Selasa 11/7/2017 ini, karena investor terus mempertimbangkan laporan penggajian non pertanian (nonfarm payroll) yang dirilis pada hari Jumat 7/7/2017 pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa jumlah daftar gaji pekerja non pertanian AS meningkat …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian XAUUSD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (4 Agustus 2017)

Selamat Siang pembaca, saya melihat adanya peluang entry di komoditas XAUUSD untuk hari ini. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak harga perlahan menurun, namun tetap ada pembentukan candle Bullish berbodi panjang. Hal ini mengindikasikan adanya minat beli tinggi yang masih dibayangi tekanan jual yang tampak …

Baca Lebih Lanjut.. »

Ethereum 2.0 Luncurkan ‘Sungguh Tidak Terlalu Jauh’ , Sebut Vitalik Buterin di Devcon4 Keynote

Co-founder Ethereum Vitalik Buterin meluncurkan peta jalan untuk apa yang ia gambarkan sebagai “keseluruhan koheren” Ethereum 2.0 . Ethereum 2.0 adalah kombinasi dari berbagai fitur yang berbeda yang telah kami bicarakan selama beberapa tahun, meneliti selama beberapa tahun, aktif membangun selama beberapa tahun yang akhirnya akan datang bersama-sama dalam satu …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian EURJPY- Peluang Entry dalam upaya tekanan Buyer (9 Juni 2017)

Selamat Siang pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair EURJPY untuk hari ini. Simak EURJPY dalam 4 Hours chart berikut: Dilihat dari chart di atas, kemarin harga masih mengalami tekanan Buyer yang cukup kuat. Terbentuknya candle hijau (Bullish) yang berbodi panjang menggambarkan cukup tingginya minat Buyer pada harga di …

Baca Lebih Lanjut.. »

EURUSD Bergerak Dirange Sempit Awal Pekan Ini

Pairing EURUSD diperkirakan akan lanjutkan pemulihan berada di kisaran 1.14 untuk sesi hari ini Senin (10/7/17) setelah di ketahui pergerakan Dollar AS menguat berada di akhir pekan lalu karena data ketenagakerjaan dalam keadaan baik. Akan tetapi pasangan ini masih bergerak dalam range sempit dalam sesi Asia tadi. Laporan ketenagakerjaan AS …

Baca Lebih Lanjut.. »

Sterling Menguat dari Level Terendah Dalam 10 Minggu

Sterling

Sterling pada hari Rabu (31/10) naik dari level terendah dalam 10 minggu karena investor mengalihkan perhatian mereka terhadap pertemuan kebijakan moneter Bank of England pada hari Kamis (1/11). Ketika diperkirakan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kondisi detail yang diperlukan untuk pengetatan kebijakan. Sterling telah melemah sebesar 4 persen pada bulan …

Baca Lebih Lanjut.. »