>
Home / Tag Archives: dolar

InforexNews: dolar

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast dolar

Dolar AS Lebih Unggul Terhadap Yen Akibat Pemulihan Imbal Hasil

Perdagangan tadi malam pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen terlihat mengalami penurunan menuju ke level harga 107,52. Penurunan pasangan USDJPY terjadi disebabkan oleh anjloknya imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS pasca keputusan kebijakan moneter oleh bank sentral Eropa. Namun pada akhirnya pasangan USDJPY kembali melonjak karena hidupnya kembali sentimen risiko pasar.

Pemulihan sentimen ini telah mengirim USD lebih tinggi terhadap Yen dan berada di titik paling tinggi dalam enam pekan terakhir di level harga 108,20. Untuk perdagangan hari ini Jumat (13/9), pasangan USDJPY berada di level harga 108,05 dan naik menuju ke level 108,10 atau mewakili kenaikan sebesar 0,06 persen sepanjang sesi Asia.

Perdagangan semalam Dolar AS gagal memanfaatkan rilis data mengenai tingkat inflasi konsumen AS yang optimis. Pasalnya indeks DXY tidak bergerak dan hanya diam di sekitar level 98 yang merupakan titik paling tinggi sejak 2017 lalu. Data inflasi konsumen tersebut disampaikan dengan kenaikan menuju ke 2,4 persen tahun ke tahun. Hasil ini merupakan titik paling tinggi sejak 2008 lalu.

Walaupun nada inflasi tahun ke tahun disampaikan dengan keadaan yang positif, sayangnya hasil ini disampaikan ketika ekonomi AS sedang dalam tanda-tanda mengalami perlambatan. Kondisi ini juga kembali mengingatkan pasar mengenai pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh bank sentral AS.

Kenaikan permintaan Dolar AS disebabkan oleh pemulihan yang terjadi pada imbal hasil. Untuk imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS dalam tenor 2 tahun mengalami kenaikan menuju ke 1,72 persen. Sementara itu untuk tenor 10 tahun mengalami lonjakan menuju ke level 1,80 persen. Sampai saat ini pasar masih melihat akan ada pemangkasan suku bunga oleh Fed sekitar 24 basis poin.

Dolar AS Menguat Terhadap Safe Haven Yen Karena Optimisme Perdagangan

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen terus mengalami kenaikan yang moderat saat sesi dagang Asia berlangsung hari Kamis (12/9). Kenaikan telah mengirim pasangan menuju ke level paling tinggi dalam enam pekan terakhir di atas level harga 108. Kenaikan USD terjadi bersamaan dengan kenaikan saham AS seperti indeks DJIA yang melonjak dan mencatat penguatan enam kali berturut-turut.

Saham AS lain seperti S&P 500 juga ditutup dengan kondisi menguat dan mencapai titik yang lebih tinggi untuk kali kelima berturut-turut. Sementara itu Nasdaq mengalami penguatan dan menghapus penurunan yang terjadi sebelumnya. Pasar saat ini lebih memilih menunggu data mengenai inflasi harga konsumen dari AS untuk menentukan arah Dolar AS lebih lanjut. Keputusan kebijakan oleh bank sentral Eropa juga akan menjadi katalis bagi USD.

Sesuai jadwal bank sentral AS akan melakukan pertemuan dalam pembahasan kebijakan moneter pada pekan depan. Mendekati pertemuan tersebut, Presiden Trump tampak belum menyampaikan komentar-komentar yang biasanya mengkritik Fed.

Namun pada hari ini dikabarkan bahwa Presiden Trump telah menyampaikan komentar kembali dengan nada kritikan dan permintaan kepada bank sentral AS. Trump menyampaikan bahwa Fed harus memangkas suku bunga sampai titik Nol atau kurang. Lalu kemudian akan memulai kembali pembayaran hutang dan mengejek Powell dengan sebutan Kepala Batu.

Dolar AS lebih unggul terhadap Yen Jepang setelah Trump juga menyampaikan kabar terbaru mengenai perang dagang. Trump mengatakan bahwa pemerintah China sangat menginginkan kesepakatan perdagangan dengan AS. Pemerintah China juga menyampaikan daftar barang-barang AS yang akan dibebaskan dari kenaikan tarif.

Namun USD sedikit kalah terhadap aset berisiko lain karena kebangkitan sentimen risiko global. Imbal hasil obligasi juga bangkit di sekitar 1,68 persen dalam tenor 2 tahun dan di level 1,75 persen pada tenor 10 tahun. Fokus akan tetap tertuju ke data inflasi AS nanti malam.

Dolar AS Kembali Mendominasi USDJPY Karena Data Jepang Yang Negatif

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang mengalami kenaikan saat sesi perdagangan awal hari Jumat (30/8). Pasangan ini terus mendaki menuju ke level harga 106,50 karena terdorong beberapa pembaruan kondisi global.

Kemarin Dolar AS menerima dorongan positif dan terus memperpanjang pemulihannya karena adanya suasana yang optimis di sekitar perdagangan global. Dikabarkan bahwa juru bicara dari kementerian Dagang menyampaikan bersedia untuk melakukan pembicaraan mengenai perdagangan kedua negara. Dia juga sangat mengharapkan pemerintah AS membatalkan kenaikan-kenaikan tarif yang sebelumnya sudah diumumkan oleh Presiden Trump.

Untuk penguatan permintaan Dolar AS pada hari ini disebabkan oleh rilis data dari Jepang yang mengecewakan. Tadi pagi Jepang merilis data mengenai indeks harga konsumen Tokyo dan juga perdagangan eceran. Kedua data ini disampaikan dengan hasil penurunan yang membuat pasar menahan diri perdagangan di Yen.

Selain itu kabar dari indeks S&P 500 Futures yang disampaikan positif membuat pasar ekuitas di Asia meningkat. Sementara itu imbal hasil obligasi Treasury AS sampai saat ini masih dipermainkan oleh sentimen risiko yang terus bergejolak. Dikabarkan juga bahwa para pelaku pasar dan investor saat ini tidak memberikan respon apapun atas kabar dari Hong Kong.

Dikabarkan bahwa terjadi penangkapan demonstran yang menjadi kunci kerusuhan Hong Kong beberapa hari terakhir. Dari sektor geopolitik, dengan adanya peluncuran Komando Ruang Angkasa dari AS akan semakin memanaskan hubungan dengan Rusia dan juga China.

Perdagangan pasangan USDJPY selanjutnya akan tetap fokus ke kabar mengenai perdagangan dan dinamika politik global. Pasalnya hal tersebut akan menjadi penggerak sentimen risiko. Dari sisi data akan ada rilis data AS mengenai penghasilan pribadi, indeks sentimen konsumen michigan dan juga indeks pembelian manajer Chicago.

Dolar AS Stagnan Awal Pembukaan Asia, Menunggu Pembaruan Sentimen Risiko

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak masih stagnan di awal pembukaan sesi kawasan Asia hari Rabu (28/8). Saat ini pasangan USDJPY sedang bergerak di sekitar level harga 105,73 dan berada di titik tengah antara level penting di 106,65 dan 105,79.

Para pelaku pasar dan investor saat ini masih merasa khawatir mengenai ancaman perlambatan ekonomi global karena perang dagang antara AS dan China yang tidak kunjung berakhir. Secara luas perdagangan di Amerika Serikat mengalami pelemahan karena terdampak perang dagang yang berkepanjangan. Kondisi ini terlihat dari saham AS yang mengalami penurunan. Selain itu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS juga mengalami penurunan. Pada imbal hasil tenor 2 tahun saat ini berada di sekitar 1,51 persen sampai 1,55 persen dan imbal hasil tenor 10 tahun berada di 1,52 persen sampai 1,47 persen.

Kondisi ini sebagai gambaran pasar yang kurang optimis mengenai kabar pembaruan hubungan dagang AS-China. Sampai sekarang pasar masih memegang prediksi bahwa bank sentral AS akan memangkas kembali suku bunga sebesar 25 basis poin pada saat pertemuannya bulan September mendatang. Kondisi pasar yang kurang optimis akan membuat permintaan pasar terhadap safe haven melonjak tinggi. Terlihat dari pekan lalu dimana Yen menundukkan Dolar AS dan mendominasi pasangan USDJPY

Fokus Dolar AS selanjutnya akan tertuju ke bank sentral AS dimana mungkin yang mengharapkan USD mengalami pelemahan harus merasa kecewa. Pasalnya sejak pemotongan suku bunga pada pertemuan kemarin, indeks DXY belum terlihat mengalami penurunan cukup moderat. Bahkan USD terus mengalami penguatan disaat ketegangan dagang antara kedua negara ekonom terkuat ini memuncak kembali.

Dolar AS Lemah Karena Penurunan Yield AS, USDJPY Fokus Ke Fed

Pada akhirnya pasangan Dolar AS terhadap Yen Jepang harus kehabisan tenaga untuk mendaki lebih tinggi lagi. Pasangan ini mengakhiri lonjakannya selama tiga hari berurutan dan ditutup pada hari Selasa kemarin dengan candlestick bearish engulfing. Penyebab pelemahan di sekitar USD adalah terjadinya penurunan pada imbal hasil obligasi AS yang sekaligus menjadi tolak ukur kekuatan sentimen risiko global.

Yield obligasi Treasury pemerintah AS dalam 2 tahunan mengalami penurunan menuju ke 1,49 setelah sebelumnya berada di 1,52 persen hari Selasa kemarin. Sementara itu untuk hitungan 10 tahunan juga mengalami penurunan menuju ke 1,55 persen dari sebelumnya di 1,59 persen. Lemahnya yield AS ini berdampak ke pelemahan Dolar AS dan penguatan safe haven seperti Yen Jepang.

Sementara itu saham AS juga mengalami penurunan seperti pada S&P 500 merosot sebesar 0,790 persen sekaligus menutup kenaikan tiga hari terakhir. Atas kondisi ini juga menjadi sinyal penguatan untuk aset anti risiko atau safe haven.

Untuk selanjutnya fokus para pelaku pasar akan tertuju ke rilis risalah pertemuan FOMC bulan Juli. Pada pertemuan kemarin dilaporkan bahwa Fed memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin. Mereka juga menyampaikan menahan diri dari pemangkasan lanjutan seperti apa yang diharapkan pasar.

Permintaan Dolar AS akan mengalami lonjakan tinggi jika rilis risalah tersebut menunjukkan bahwa anggota tidak ingin melakukan pemotongan suku bunga dengan agresif. Pasalnya pasar tidak mungkin melihat akan ada pelonggaran lanjutan paling tidak sampai akhir tahun. Meskipun jika risalah tersebut menampilkan sinyal positif. Karena Fed saat ini mengalami tekanan dari sisi politik yang belum pernah dialami sebelumnya. Jadi jika USD melonjak karena hawkish, tidak akan berumur lama.

Blockchains Mengakuisisi Perusahaan Pengembangan Dibalik Proyek DAO

Proyek Blockchain Bertujuan Untuk

Inkubator dan perusahaan investasi blockchain yang berbasis di Amerika Serikat, Blockchains, LLC, telah mengakuisisi slock.it tim Ethereum Jerman . Tim Slock.it dilaporkan sekitar tiga lusin besar, dan dikenal karena penciptaan proyek organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang sekarang sudah tidak berfungsi, “The DAO.” Para pendiri dan saudara lelaki Christoph dan Simon …

Baca Lebih Lanjut.. »

Kembali Terbebani Brexit, Poundsterling Inggris Mundur Dari 1,27 Terhadap Dolar AS

Poundsterling Inggris

Poundsterling Inggris hari ini mengalami pelemahan setelah sebelumnya terus berusaha untuk mencapai di atas level harga 1,27. Ketika menyentuh harga kunci tersebut, Pound langsung anjlok berubah arah dan langsung memangkas kenaikan GBPUSD sebelumnya. Penyebab anjloknya pasangan ini adalah nainya kekhawatiran para pelaku pasar dan investor mengenai skenario perpolitikan yang sedang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (14 Desember 2018)

  Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup menarik. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut:   Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD / GOLD kini harga mulai bergerak kembali disekitaran …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian XAUUSD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (4 Juli 2017)

Selamat Pagi pembaca, saya melihat adanya peluang entry di komoditas XAUUSD untuk hari ini. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak komoditas ini kini berada disekitar zona Major Support (Lihat kotak hitam). Sehingga kita wajib mengantisipasi akan terjadinya pola reversal dan pola false reversal. Dalam chart …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (25 Maret 2019)

  Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup menarik. Simak XAUUSD dalam H4 chart berikut:                     Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD …

Baca Lebih Lanjut.. »

Fairfax County Investasikan $21 Juta Ke Dana Ventura Blockchain

Sistem Pensiun Fairfax County telah merilis rincian tentang investasinya dalam Dana Ventura blockchain, tampaknya hal ini diklakukan untuk memadamkan kekhawatiran tentang dua dana pensiun kotamadya Virginia yang terkena dampak dari gejolak harga mata uang kripto. “Mengingat bahwa teknologi ini adalah apa yang telah digunakan untuk membuat dan menjalankan pasar kripto, …

Baca Lebih Lanjut.. »