>
Home / Tag Archives: dolar

InforexNews: dolar

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast dolar

Dolar AS Menguat Karena Ketegangan AS-China, Dolar Kanada Fokus Pernyataan Gubernur BoC

Pekan awal perdagangan di pasar uang sudah diliputi oleh kabar pesimsime mengenai negosiasi dagang antara AS dengan China. Kabar negatif ini secara otomatis mempengaruhi semua pergerakan pasangan mata uang dari aset beresiko sampai safe haven. Tidak terkecuali Dolar AS yang berpasangan dengan Dolar Kanada mengalami lonjakan tinggi dan saat ini hanya stagnan di sekitar 1,3480 saat sesi dagang menjelang pembukaan kawasan Eropa hari Senin (6/5).

Sebelumnya dikabarkan bahwa presiden Amerika Serikat, Trump memberikan pernyataan kekecewaan atas proses negosiasi dagang dengan China yang sangat lambat dalam menciptakan kemajuan-kemajuan. Trump menyampaikan ungkapan kekecewaanya tersebut melalui akun Twitternya dan dengan diiringi nada ancaman akan melakukan penambahan biaya atas barang-barang China dari 10 persen menjadi 25 persen.

Kabar negatif negosiasi AS dengan China ini direspon juga oleh China dengan membatalkan rencana kunjungan PM China ke Washington yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Padahal rencananya mungkin dalam pertemuan tersebut akan ada penawaran dokumen mengenai kesepakatan akhir dagang antara kedua negara. Dan kemudian kesepakatan akhir akan ditandatangani pada pertemuan selanjutnya antara pemimpin kedua negara itu. Kabar ini sontak mendongkrak permintaan safe haven seperti Dolar AS dan menenggelamkan aset-aset beresiko.

Sementara itu berita negatif juga sangat berdampak pada perdagangan komoditas sebagai sumber utama ekonomi Kanada. Ketegangan kedua belah pihak membuat sebuah babak baru sikap pesimis global yang akan menyebabkan minyak mnetah melemah untuk ke depannya. Bahkan saat kabar ini diberitakan, minytak mentah anjlok menuju ke support yang cukup penting. Kabar mengenai tambahan sanksi AS terhadap Iran dan jumlah rig minyak mentah AS tampak tidak dihiraukan oleh pedagang minyak mentah. Penyataan Gubernur bank sentral Kanada akan menjadi fokus utama pasar untuk beberapa waktu terakhir.

USDJPY Beresiko Turun Lebih Lanjut, Data AS Pekan Ini Menjadi Penentu Dolar AS

Selama perdagangan di bulan April, pasangan Dolar AS terhadap Yen Jepang sudah mengalami pergerakan yang cukup positif. Kondisi ini terjadi karena USD mengalami penguatan oleh kenaikan-kenaikan pada pasar saham yang lebih tinggi. Hal ini membuat kondisi geopolitik AS sedikit demi sedikit mampu diredam. Salah satu masalah yang cukup menganggu USD adalah masalah perdagangan antara AS dengan China. Saat ini terlihat diskusi yang cukup positif sudah terjadi untuk menguntungkan kedua pihak. Tentunya dengan persyaratan-persyaratan sektor perdagangan antara kedua negara.

Kondisi pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikat dan bagian dunia lain telah membuat dana para investor mulai masuk ke AS dengan menggunakan mata uang USD. Sementara itu bank sentral AS, Fed menyatakan akan tetap bersikap netral. Sehingga memberikan kemungkinan ambil alih tanpa adanya gangguan-gangguan pada pertumbuhan AS yang sudah diproyeksikan sebelumnya. Hal ini terjadi karena saat ini saham di Wall Street sedang dalam posisi yang tinggi dan kondisi Yen cukup melemah.

Tapi perlu digarisbawahi, laporan mengenai PDB AS pekan lalu yang tidak menjanjikan untuk AS bisa membuat Dolar AS mengalami pullback dari puncak. Dengan sisa-sisa jadwal rilis data pada pekan ini bisa menjadi faktor utama yang mengubah sentimen pasar. Harapan para pelaku pasar saat ini adalah katalis yang mampu memberikan dampak pergerkaan bervolume besar untuk menggerakkan USD. Ini mungkin bisa datang dari rilis data pekan ini mengenai sektor manufaktur AS, dan juga rapat FOMC serta rilis data Non-Farm Payrolls yang ditunggu pasar.

Pasangan USDJPY bisa terus memperpanjang penurunannya dengan kondisi data AS sebelumnya yang negatif. Data mengnai inflasi upah AS dan juga IMP Chicago sangat mengecewakan para pelaku pasar. Sehingga yield Treasury AS bisa anjlok menuju ke 2,50 persen yang mengakibatkan Dolar AS melemah.

Dolar AS Masih Terimbas Imbal Treasury, Yen Jepang Mendominasi USDJPY

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak mengalami penurunan dan menguji kawasan paling rendah skala harian di level harga 110.30. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka hari Kamis (28/3). Pergerakan pasangan ini merupakan sebuah respon dari para pelaku pasar dan investor atas kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini sudah didasarkan dari penurunan cukup tajam pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan juga suasana yang pesimis pada Wall Street. Pasangan USDJPY akan lebih fokus pada rilis data ekonomi mengenai PDB AS dan beberapa peristiwa yang membawa sentimen resiko.

Sebelumnya pada imbal hasil obligasi Treasury skala 10 tahunan AS mengalami penurunan tajam sebesar 2,35 persen dan menuju ke kawasan paling rendah sejak akhir tahun 2017 lalu. Kondisi ini memancing pasar untuk lebih memilih melakukan penjualan terhadap aset global dengan melakukan pemotongan imbal hasil skala tiga bulanan. Sehingga tampak akan terjadi resesi AS seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007 lalu. Ancaman resesi membuat perdagangan Dolar AS sepi peminat dan membuat Yen mendominasi pasangan USDJPY.

Pada bund Jerman juga mengalami penurunan cukup tajam yang diakibatkan oleh pernyataan Presiden bank sentral Eropa Draghi. Dia menyatakan memberi sebuah isyarat tentang peningkatan tantangan pada ekonomi regional dan juga lebih memilih mempertahankan kebijakan moneter atau bahkan lebih melonggarkannya. Draghi menyatakan tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Beberapa bank sentral negara lain seperti RBNZ juga senada dengan nada dovish ECB. Selain itu yang membuat para pelaku pasar dan investor terbebani  untuk berdagang Dolar AS adalah pernyataan dari calon Gubernur Fed, Moore. Mengenai polemik Brexit sampai saat ini juga masih sangat membebani perdagangan pada pasar uang. Dampak yang dirasakan dari Brexit ini bisa sampai ke perekonomian global.

Resiko Dagang AS-China Naik, Dolar Australia Melemah, Pasangan AUDUSD Fokus Pernyataan Fed

Hari ini perdagangan pada mata uang Dolar Australia terhadap Dolar AS berada di kawasan harga paling rendah harian. Saat berita dituli, posisi pasangan AUDUSD berada di kisaran level harga 0.7155 hari ini Selasa (26/2). Otomatis penurunan ini memotong usahanya mendaki sebelumnya akibat adanya sentimen pasar yang lebih memilih menghindari resiko. Pasar saat ini masih dibebani rencana oleh pernyataan dari dua ketua Fed. Mereka akan memberikan penjelasan lanjutan mengenai kesepakatan dagang AS-China yang selama ini membebani perdagangan. Negosiasi dagang tersebut akan menentukan kemana arah selanjutnya dalam rentang pendek.

Sebelumnya pasangan ini sempat melonjak cukup tajam karena keuntungan yang didapat akibat pernyataan dari Donald Trump mengenai pembaruan negosiasi dagang AS-China. Trump menyatakan pembicaraan sangat penuh kemajuan dan Trump juga siap untuk menunda kenaikan biaya impor untuk barang-barang dari China. Perjanjian dagang akan diselesaikan pada petemuan akhir nantinya yang diadakan di Florida.

Kenaikan Dolar Australia harus pupus setelah naiknya kekhawatiran pasar mengenai akhir dari kesepakatan dagang AS-China di Florida nanti. Pasar masih ragu apakah pertemuan akhir antara Trump dengan Xi Jinping akan mengakhiri perseteruan yang membenai pasar selama ini. Kondisi AUD diperburuk dengan pernyataan dari Fed melalui mantan ketua Yellen dan wakil ketuanya Richard yang memproyeksikan akan terjadi pelemahan pada pasangan mata uang AUDUSD, dengan artian Dolar AS akan menguat karena tingginya resiko perdagangan.

Yellen menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Amerika Serikat cukup baik untuk saat ini. Hal serupa juga disampaikan oleh Richard Clarida dan memperjelas Fed dalam menilai kondisi ekonomi untuk menentukan kebijakan moneter selanjutnya. Penyataan Fed skala semi tahunan oleh Powell akan menjadi fokus pasar saat ini.

Rilis Notulen Rapat Fed, Belum Ada Kejelasan Mengenai Kenaikan Suku Bunga AS

Para pembuat kebijakan moneter dari Fed melihat bahwa untuk tahun 2019 merupakan tanda akhir dari limpasan neraca Fed. Hal yang paling penting adalah Fed sampai saat ini belum  memberikan keputusan apakah untuk tahun 2019 akan melakukan kenaikan suku bunga AS atau tidak. Pada hasil rilis notulensi rapat yang membahasa masalah kebijakan moneter pada akhir Januari lalu, hampir seluruh anggota rapat menyetujui menghentikan siklus kenaikan suku bunga AS untuk tahun ini. Sontak hal ini membuat para pelaku pasar dan investor khawatir jika neraca keuangan mengalami penurunan, maka akan membuat perekonomian terganggu.

Seperti yang sudah diketahui pasar bahwa kabar mengenai suku bunga AS sangat tidak bersahabat dengan para uang. Sehingga membuat para pelaku pasar dan investor memprediksi  akan ada penurunan tingkat suku bunga oleh Fed. Fed juga terlihat mengalami perpecahan pendapat mengenai apa saja faktor yang digunakan jika menaikkan suku bunga kembali dan tidak ada saran untuk pemotongan suku bunga.

Saat ini kondisi inflasi AS masih belum mampu mencapai target yang dibuat oleh Fed dan juga tingkat pengangguran sudah cukup rendah. Pertemuan Fed fokus pada apakah akan dilakukan pengetatan kebijakan atau tidak. Disaat Fed dalam ketidakpastian, saham AS bergerak mendaki. Sementara itu imbal dari hasil Treasury mendaki ke 2.64 persen.

Para pejabat Fed dalam pertemuannya lebih fokus pada kekhawatiran dari perekonomian AS yang terancam. Berbagai faktor menjadi penyebabnya seperti ekonomi China dan Eropa yang lambat dan juga hilangnya stimulus. Negosiasi dagang AS-China serta Brexit juga cukup membuat perekonomian AS terancam. Jika memang output ekonomi AS mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan harapan Fed, maka ada indikasi akan ada kenaikan kisaran target mengenai tingkat dana federal pada akhir tahun 2019.

Penundaan Pembahasan Undang-Undang Kesehatan Membuat Dollar AS Tertekan

Inforexnews – Pergerakan Dollar AS mengalami pelemahan di perdagangan awal sesi tadi, Rabu (28/6/17) setelah adanya pembahasan tentang undang-undang kesehatan atau disebut juga dengan Obamacare harus ditunda terlebih dahulu. Petinggi dari partai republik, Mitch McConnel berada di Senat menunda pemungutan suara untuk pembahasan Obamacare karena berada di internet partainya banyak …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (27 Agustus 2018)

  Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup menarik. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut:   Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD / GOLD kini mengalami tekanan beli kuat yang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Empat Dompet Cryptocurrency Palsu Ditemukan Di Google Play Store

Peneliti malware Lukas Stefanko telah menemukan empat dompet cryptocurrency palsu di Google Play Store yang mencoba mencuri data pribadi pengguna . Aplikasi ini menyamar sebagai dompet cryptocurrency untuk NEO, Tether dan ekstensi untuk mengakses Ethereum (ETH), MetaMask. Mereka konon dirancang untuk memalsukan kredensial perbankan seluler pengguna dan informasi kartu kredit. …

Baca Lebih Lanjut.. »

GBPUSD Turun Tanggapi Laporan Inflasi Inggris

Inforexnews – Pergerakan pada pairing GBPUSD kini berlanjut dalam penurunan di sesi perdagangan hari ini, sempat sentuh tingkat terendah harian berada di 1.3007 awal sesi Eropa. Tekanan terhadap mata uang Poundsterling ini muncul setelah adanya rilis data inflasi Inggris yang dilaporkan pada hari kemarin mengecewakan pasar. Kini pergerakan dari GBPUSD …

Baca Lebih Lanjut.. »

Izin Usaha KCBA The Royal Bank of Scotland N.V. Ditutup

INFOREXNEWS – Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan keputusan pencabutan izin usaha Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) The Royal Bank of Scotland N.V. yang disingkat RBS N.V. yang terletak di Indonesia. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Irwan Lubis mengatakan bahwa keputusan pencabutan izin dikeluarkan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan …

Baca Lebih Lanjut.. »

IHSG Menguat Pada Sesi Pembukaan

INFOREXNEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada Rabu 10/8/2016. IHSG menguat sebesar 0,16% atau naik senilai 8,9 poin di level 5.449,21 pada pembukaan bursa saham di BEI. Sebanyak 6 sektoral pendukung bursa yang dibuka menguat dan menjadi pendorong naiknya indeks pada pagi ini. Dan sektor industri dasar …

Baca Lebih Lanjut.. »

OJK Terapkan Sistem Sustainable Finance

INFOREXNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menerapkan sistem sustainable finance atau keuangan berkelanjutan di industri jasa keuangan seperti perbankan. Pertemuan tersebut bakal mulai diperkenalkan secara bertahap mulai tahun 2017 mendatang. Dengan digunakannya sistem tersebut, maka pelaku industri jasa keuangan harus memperhatikan syarat baru, yakni seperti memperhatikan dampak ke sektor …

Baca Lebih Lanjut.. »