>
Home / Tag Archives: Dolar Amerika

InforexNews: Dolar Amerika

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast Dolar Amerika

Bank-bank AS Libur, Dolar AS Melemah, Pasar Fokus Pada Negosiasi Dagang AS-China

Hari ini perdagangan mata uang Dolar AS terlihat mengalami pelemahan saat diperdagangkan pada sesi kawasan Eropa Senin (18/2). Momentum Dolar AS melemah terlihat pada Indeks DXY yang turun mencapai 0,1 persen dan menuju ke level angka 96.77. Pelemahan ini terjadi seiring dengan pasar Amerika Serikat yang sangat sepi akibat bank-bank AS yang libur. Bahkan hampir tidak ada data ekonomi yang besar dan mampu memberikan pergerakan tinggi pada pasar. Dalam kondisi seperti ini fokus pasar tertuju pada negosiasi dagang AS-China.

Hari ini ketika pasar Amerika Serikat sepi terjadi peningkatan harapan pada pasar untuk terjadinya kesepakatan dagang yang sudah dinegosiasikan sampai beberapa kali. Hal ini sangat diharapkan pasca negosiasi terakhir di Beijing. Setelah itu negosiasi lanjutan akan berlangsung di Washington dengan perwakilan masing-masing negara. Kenaikan minat pasar terhadap aset beresiko karena kemajuan negosiasi dagang AS-China membuat kondisi Dolar AS melemah.

Penyebab utama harapan pasar melonjak mengenai hasil negosiasi dagang AS-China adalah setelah pejabat dari kedua negara memberikan pernyataan yang cukup menggambarkan sikap optimis. Sehingga sesuai deadline awal pada 1 Maret nanti pasar sangat menaruh harapan agar tercapai kesepakatan dagang. Saat momen ini berlangsung, bursa saham melonjak cukup tinggi ketika perdagangan sesi kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 juga melonjak dan disusul oleh Hang Seng yang juga mendaki cukup tinggi.

Harapan pasar mengenai hasil kesepakatan negosiasi AS-China yang positif membuat peningkatan pada aset-aset beresiko seperti komoditas minyak dan juga beberapa mata uang terkait komoditas. Dolar AS melemah karena sebagai safe haven dan tunduk pada mata uang Euro dan Poundsterling. Minyak mentah di WTI melonjak sekitar 0,10 persen  menuju ke angka 55,81 sedangkan Dolar Australia unggul terhadap Dolar AS sebesar 0,25 persen di level harga 0.7153.

Euro Menguat dan Masih Dibebani Oleh Resiko Resesi Zona Euro

Mata uang Euro hari ini Selasa (12/2) terlihat mampu menguat tapi hanya tipis saat memasuki sesi perdagangan kawasan New York. Euro menguat tipis terhadap Dolar AS dan naik sekitar 0,16 persen dan menuju ke level harga 1.1294 yang sebelumnya sempat jatuh mencapai kawasan paling rendah pada November lalu. Selain terhadap Dolar AS,  Euro juga mampu unggul terhadap Yen Jepang dengan pasangan EURJPY menanjak sekitar 0,11 persen menuju ke level harga 124,69. Selain itu pasangan EURGBP masih terlihat stagnan dan tidak terlihat pegerakan volume besar.

Mengenai kondisi perekonomian Zona Euro saat ini banyak pakar dan pengamat pasar yang sampai saat ini masih belum menyatakan pendapat pasti mereka. Tapi secara garis besar mereka sudah sepakat menyatakan bahwa momentum pertumbuhan Zona Euro sudah sirna. Saat ini resiko yang paling dekat terhadap Euro adalah reses ringan yang menekan momen Euro menguat. Kabar mengenai Inggris keluar dari Uni Eropa juga dinilai akan menyebabkan dampak negatif terhadap negara-negara yang bekerja sama dengan keduanya.

Ken Wattret menyatakan resiko resesi ringan yang menekan ketika Euro menguat masih bisa terjadi, tapi untuk resesi yang sampai tingkatan parah tidak akan terjadi. Karena dia menilai tidak ada faktor-faktor penyebab seperti tekanan pada keuangan dan juga kebijakan yang diperketat. Jens Weidman juga mengungkapkan bahwa saat ini Eropa memang sedang krisis dan sangat bergantung pada ECB untuk menangani krisi dan kondisi darurat dalam perekonomian.

Pimpinan bank sentral Jerman tersebut juga menyatakan bahwa khawatir dengan negara Uni Eropa jika kekurangan kemampuan untuk menghadapi dan menanggulangi krisis tersebut. ECB juga semakin bingung jika mengeluarkan solusi yang diluar mandate maka akan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat kepada ECB.

Fokus Pasar Ke Negosiasi Dagang AS-China Mengakibatkan Dolar AS Menguat

Pantauan pada Indeks Dolar AS pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama terlihat mengalami penguatan sekitar 0,1 persen. Dolar AS menguat menuju ke level angka 96,73 ketika diperdagangan saat sesi perdagangan kawasan Eropa hari ini. Perdagangan awal pekan dengan kalender data ekonomi yang terlihat sangat sepi membuat para pelaku pasar dan investor mengalihkan perhatian. Mereka saat ini fokus pada negosiasi dagang AS-China yang semakin dekat dengan deadline. Kondisi ini membuat mata uang safe haven mulai dicari sehingga Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang.

Menurut Nick Twidale untuk pekan-pekan ini fokus perhatian para pelaku pasar dan investor tengah tertuju pada negosiasi dagang AS-China. Jika diperhatikan pada perdagangan saat ini memang Dolar AS menguat terhadap beberapa pasangan mata uang dan pada Indeks Dolar AS mengindikasikan sikap pelaku pasar sedang sangat berhati-hati.

Dolar AS menguat sebagai salah satu aset safe haven ketika sentiment sedang bergejolak. Selain itu pelemahan mata uang juga terlihat pada Dolar Aussie dan juga Euro. Kondisi sentimen resiko yang sedang bergejolak mengancam mata uang tersebut untuk jatuh lebih dalam lagi.

Sebelumnya sentimen pasar sudah cukup kecewa setelah Trump menyampaikan bahwa tidak akan bertemua dengan Jinping sampai deadline konflik AS-China jatuh tempo. Jika memang sudah jatuh tempo pada 1 Maret nanti dan tidak ada kesepakatan dagang yang dicapai, maka dapat mengakibatkan naiknya biaya impor untuk produk dagang dari China.

Ketegangan-ketegangan yang terjadi pada proses negosiasi menjelang jatuh deadline membuat beberapa mata uang terdampak. Aset-aset bersiko mengalami tekanan seperti pada AUD,EURO, NZD dan juga CAD yang diterpa tekanan kekhawatiran pasar. Jika konflik dagang AS-China terus berlangsung maka akan menyebabkan ekonomi dunia bergejolak lebih lama.

Menjelang Rilis Data Keyakinan Konsumen, Dolar AS Tertekan Akibat Banyak Faktor

Dolar AS tertekan pada perdagangan hari ini Selasa (29/1) menjelang merilis data mengenai keyakinan konsumen. Pergerakan pada Indeks DOlar AS hanya naik sangat tipis sebesar 0,05 persen menuju ke angka 95.81 saat diperdagangkan sesi kawasan New York. Sebelumnya Dolar AS sempat harus terpuruk menuju ke level paling rendah dalam dua pekan terakhir pada saat diperdagangkan sesi kawasan Eropa.

Hal utama yang mempengaruhi tekanan pada Dolar AS hari ini adalah kekhawatiran rumitnya negosiasi dagang AS-China dan pengumuman kesimpulan pertemuan kebijakan dari Fed yang turut memberikan warna pada rilis data mengenai tingkat keyakinan konsumen hari ini. Kekhawatiran negosisasi terjadi setelah tadi pagi beredar kabar AS menuntut Huawei Techonologies dengan tuduhan penipuan bank dan wire. Tuntuntan ditujuan kepada CFO Huawei dan rekan bisnisnya yang diduga juga sudah melanggar sanksi dari AS kepada Iran. Hal ini diperkirakan akan memperumit negosiasi dagang kedua negara sehingga Dolar AS tertekan.

Terlebih lagi Huawei juga terus menolak tuduhan tersebut dan menyesal karena pihak AS tidak mau mendengarkan penjelasannya. Sementara itu China sebagai negeri asal Huawei juga terus memberikan perlindungan kepada korporasinya yang ada di luar negeri. Menjelang pertemuan perwakila China dan AS di Washington tentunya memunculkan kekhawatiran pasar yang cukup tinggi.

Laporan mengenai tingkat kepercayaan konsumen yang dilaporkan hari ini menjadi satu-satunya rilis data dampak tinggi  dalam kalender ekonomi yang mampu membuat Dolar AS tertekan sebelum rilis. Perkiraan pasar data tersebut akan turun dari angka 128,1 menuju ke angka 124,7 untuk Januari. Tapi juga memungkinkan untuk naik melebihi perkiraan karena Goverment Shutdown AS sudah berakhir. Saat ini fokus pasar masih tertuju pada kesimpulan hasil pertemuan Fed yang membahas mengenai kebijakan bank sentral selanjutnya.

Harga Emas Masih Stabil Ditengah Ketidak Pastian Brexit Dan Perekonomian Amerika

Harga emas masih stabil dalam pergerakan ranging (teknikal) hingga penutupan market malam tadi ditengah ketidak pastian Brexit dan kondisi perekonomian Amerika yang seharusnya dapat menaikan minat investor terhadap logam mulia ini.

Harga emas masih berjuang untuk menembus level psikologis dikisaran harga $1.300 meskipun permintaan fisik untuk koin emas telah meningkat di Inggris karena ketidak pastian tentang hubungan Inggris dengan Uni Eropa di masa depan pasca Brexit.

Analis Commerzbank, Carsten Fritsch, menjelaskan bahwa bursa saham telah pulih dan pasar telah memperkirakan kenaikan suku bunga the Fed hampir berakhir, ketidak pastian politik pun tetap ada namun itu semua tampaknya tidak cukup membantu harga emas untuk menembus level $1.300.

Baca Juga:

Dari Inggris dikabarkan pemimpin oposisi Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, menyerukan mosi tidak percaya pada pemerintah setelah kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dikalahkan oleh anggota parlemen pada hari Selasa kemarin.

Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret pukul 23.00 waktu setempat tetapi para investor sekarang masih mengantisipasi perpanjangan tenggat waktu tersebut.

Namun meningkatnya potensi kepergian Inggris tanpa mengamankan kesepakatan pada hubungannya dengan Uni Eropa dan penutupan sebagian pemerintah di Amerika Serikat yang hingga saat ini masih berlanjut telah membantu harga emas berada di dekat level tertingginya tanpa mendapatkan sentimen jual yang “menganggu”.

Analis dari Natixis, Bernard Dahdah, mengatakan bahwa dolar Amerika masih merupakan faktor utama di balik pergerakan harga emas. Dolar Amerika yang lebih kuat membuat harga emas lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya, yang cenderung memberi tekanan pada harga logam tersebut, dimana indeks US Dollar juga menjadi sebuah acuan akan meningkat tidaknya minat investor terhadap komoditas safe haven ini.

 

 

“Strategi Yang Jelas Dan Kuat” Menjaring 0,023% Dana Peretasan Bitfinex (Sejauh Ini)

Peretasan Bitfinex

Menurut pernyataan resmi yang diterbitkan pada 25 Februari 2019, Bitfinex telah mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengembalikan 27,7 BTC (bernilai sekitar $ 105.000 USD) ke bursa, sebagai bagian dari restitusi untuk peretasan yang dilakukan pada pertukaran kembali pada tahun 2016. Token yang dikembalikan mewakili hanya 0,023 persen dari bitcoin yang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Bursa Asia Tertular Pelemahan Wall Street

INFOREXNEWS – Bursa Saham Asia dibuka pada zona negatif dalam perdagangan hari Selasa 6/6/2017 ini, yang mengikuti jejak pelemahan Wall Street dalam perdagangan Senin kemarin waktu setempat.  Indeks Nikkei 225 Jepang diperdagangkan melemah tipis 0,3%. Indeks S&P/ASX 200 melemah sebesar 0,6%, sedangkan saham perbankan dan sumber daya juga diperdagangkan dalam zona …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPUSD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (1 September 2017)

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak masih masuk ke awal reversal trend. Simak GBPUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak pair GBPUSD membentuk pola Falling Wedge (garis hitam), dimana pola ini memiliki indikasi untuk melanjutkan trend …

Baca Lebih Lanjut.. »

Binance Bermitra Dengan IdentityMind Kantor Manajemen Risiko Untuk Kepatuhan KYC Dan AML

Binance's Trust Wallet Akan Meluncurkan Layanan Taruhan Dengan

Pertukaran crypto terbesar di dunia, Binance, telah bermitra dengan manajemen risiko dan perusahaan kepatuhan IdentityMind . Perusahaan telah bekerja sama untuk mengatasi keamanan data dan langkah-langkah kepatuhan untuk operasi global Binance dengan mengaktifkan alat IdentityMind untuk kepatuhan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML). Samuel Lim, kepala pejabat kepatuhan …

Baca Lebih Lanjut.. »