>
Home / Tag Archives: dolar AS

InforexNews: dolar AS

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast dolar AS

Optimisme Perdagangan Mendorong Dolar AS Lebih Tinggi Terhadap Yen, Yield AS Membatasi

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen tampak mengalami lonjakan permintaan cukup tinggi. Atas kenaikan ini maka otomatis memangkas penurunan pasangan yang terjadi sebelumnya saat sesi awal Asia hari Kamis (10/10). USDJPY mendaki lebih tinggi menuju ke titik puncak dalam sepekan terakhir. Namun sempat mengalami penolakan beberapa pip pasca lompatan harga.

Pasangan mata uang USDJPY berhasil melakukan pemulihan dari titik paling rendah setelah adanya pembukaan dengan gap turun dalam mingguan. Dolar AS mendapatkan dorongan yang sangat baik setelah adanya kabar mengenai perdagangan AS dengan China. Dikabarkan bahwa pemerintah China masih membuka diri untuk menyetujui kesepakatan dagang secara parsial dengan pemerintah AS.

USDJPY sempat mengalami penurunan yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar sejak hari Rabu kemarin. Pasalnya menjelang pertemuan negosiasi dagang, beredar kabar-kabar yang kurang baik mengenai hubungan AS dengan China. Namun untuk saat ini penurunan-penurunan itu telah tertutup setelah adanya kabar optimisme perdagangan. Kondisi ini menyebabkan aset safe haven seperti Yen Jepang cukup terbebani.

Optimisme perdagangan ini terjadi setelah adanya kabar dari Bloomberg bahwa pemerintah AS terus mencoba mempertimbangkan untuk melakukan kesepakatan mengenai mata uang dengan pemerintah China. Kesepakatan ini sebagai salah satu bentuk kesepakatan parsial. Namun sayangnya lemahnya permintaan pada USD membatasi kenaikan USDJPY untuk lebih tinggi lagi.

Dari sisi lain, kemarin juga telah rilis risalah pertemuan FOMC yang menampilkan pernyataan yang hawkish. Namun walaupun demikian greenback tampak terus berjuang untuk mendapatkan dorongan-dorongan kenaikan. Pasalnya tolak ukur sentimen risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS sedang mengalami penurunan. Hal ini memaksa greenback untuk masuk ke mode defensif. Permintaan Dolar AS yang terbatas ini akan membatasi lonjakan USDJPY lebih lanjut.

Risiko Melonjak, Dolar AS Gagal Mempertahankan Kenaikan Terhadap Yen, Fokus Ke NFP

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang terlihat mulai ragu untuk naik kembali. Untuk saat ini pasangan mata uang ini sedang berada di sekitar level harga 107 saat sesi dagang Asia berlangsung hari Kamis (3/10). Penguatan USD tampaknya sudah mulai kendor karena minimnya tidak lanjut pasar akibat risiko yang mendukung Yen.

Saat perdagangan awal pekan kemarin, Dolar AS sempat kehilangan minat beli dan membuatnya jatuh. Kondisi ini menjadi sebuah catatan yang buruk pada saham AS dalam hitungan kuartal keempat sejak kondisi buruk tahun 2008 lalu. Saham AS juga terus mengalami penurunan yang semakin dalam setelah tadi malam rilis data dari AS yang cukup mengecewakan pasar.

Untuk bulan Oktober ini jika melihat dari sejarah maka akan menjadi titik yang paling tinggi pada indeks volatilitas VIX. Hal ini akan menyebabkan Yen mampu melonjak tinggi dengan kinerja yang sangat baik sampai beberapa jam.  Keadaan ini didukung dengan risiko penurunan yang semakin meningkat di tengah perekonomian global yang mengalami perlambatan. Hal ini akan mendukung Yen sebagai aset penghindaran risiko pasar.

Ekonomi global yang buruk bisa dilihat setelah rilis data AS yang mengecewakan dan mengirim saham AS seperti DJIA anjlok menuju ke 26,078. Sementara itu saham AS lain seperti indeks S&P 500 juga mengalami penurunan 52,64 poin diikuti Nasdaq 123,44 poin.

Perdagangan Dolar AS selanjutnya akan fokus ke rilis data di hari Kamis dan Jumat ini. Untuk hari Jumat akan ada rilis data mengenai non-farm payrolls yang akan menggerakkan pasar dengan tinggi. Sebagai proyeksi awal NFP, ADP AS menampilkan hasil hanya di 135K dari harapan awal di 140K. Angka ini akan memberikan data untuk prediksi NFP pada hari Jumat mendatang.

USDJPY Stabil Di Sesi Asia, Setelah Penurunan Tajam Dolar AS Pasca IMP Yang Anjlok

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen tampak terus dalam kondisi yang stabil saat pembukaan sesi awal kawasan Asia hari Rabu (2/10). Pasangan ini diperdagangkan dengan volume yang cukup tipis sejauh ini setelah tadi malam mengalami lonjakan volume karena beberapa faktor. Sepinya pasar USDJPY mungkin juga disebabkan oleh absennya para pedagang asal China karena adanya libur seminggu penuh sampai 7 Oktober mendatang.

Semalam permintaan jual terhadap Dolar AS mengalami lonjakan tinggi setelah rilis data mengenai IMP dari AS yang mengecewakan. Setelah rilis data tersebut akan semakin menyakinkan para pelaku pasar dan investor bahwa ekonomi global semakin rapuh. Kondisi ini menyebabkan lonjakan perpindahan dana menuju ke aset safe haven seperti Yen. Sehingga mampu membawa pasangan USDJPY turun tajam pasca rilis data.

Sebelumnya Dolar AS sempat mencapai titik puncak yang cukup baik di level harga 108,45 saat sesi dagang Eropa berjalan. Namun pasangan USDJPY harus rela anjlok menuju ke level harga 107,70 setelah rilis data manufaktur ISM AS yang gagal melonjak selama bulan September. Data tersebut dilaporkan dengan penurunan menuju ke titik paling rendah dalam 10 tahun terakhir di 47,8. Data sebelumnya dilaporkan dengan hasil 49,1 terhadap prediksi di 50,0.

Akibat data yang negatif ini maka mengirim saham AS jatuh dan penurunan pada imbal hasil obligasi. Yield Treasury dalam tenor 2 tahun mengalami penurunan menuju ke 1,54 persen dari sebelumnya di 1,65 persen. Sementara itu untuk tenor 10 tahun juga anjlok 10 basis poin menuju ke 1,62 persen. Pasar saat ini memprediksi bahwa akan ada pelonggaran sampai 19 basis poin pada saat pertemuan di akhir bulan Oktober mendatang.

Optimisme Saham AS Membawa Dolar AS Unggul Terhadap Yen,Fokus Ke Data Pekan ini

Pergerakan Dolar AS terhadap Yen Jepang saat ini sedang berada di sekitar level harga 108,09. Pasangan ini lebih cenderung datar setelah pembukaan pasar kawasan Asia di hari Selasa (1/10). Sebelumnya pasangan sempat mengalami lonjakan menuju ke level harga 108,15 yang disebabkan oleh lonjakan pada saham AS. Sehingga menutup akhir bulan dengan kondisi hijau yang optimis.

Sementara itu pasar untuk kawasan China tampaknya juga sepi karena adanya libur nasional selama seminggu penuh sampai dengan 7 Oktober mendatang. Fokus perdagangan pasangan Dolar AS terhadap Yen akan tetap tertuju ke kabar pembaruan mengenai perdagangan AS-China. Pasalnya kedua negara semakin dekat dengan jadwal pertemuan negosiasi perang dagang. Selain itu beberapa rilis data dari AS juga akan menggerakkan pasangan selama pekan ini.

Lonjakan yang terjadi di sekitar USD didukung oleh kenaikan pada imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS dalam tenor 2 tahun dan 10 tahun tadi malam. Pada imbal bertenor 2 tahun mengalami kenaikan menuju ke 1,65 persen. Sementara itu untuk imbal tenor 10 tahun mengalami lonjakan menuju ek 1,71 persen.

Beberapa saham AS mengalami lonjakan yang mendukung penguatan Dolar AS terhadap pesaingnya. Pada Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan menuju ke 26.916,83. Sementara itu indeks S&P 500 turut melonjak menuju ke 2.976,74 dan Nasdaq Composite ditutup dengan kenaikan 0,1 persen menuju ke 7.999,34.

Perdagangan di sekitar mata uang USD selanjutnya akan fokus ke beberapa data dari AS seperti survei sektor manufaktur AS selama bulan September. Data ini akan disampaikan oleh Institute for Supply Management pada saat sesi Amerika Utara nanti malam. Sementara itu di hari Jumat akan ada rilis data mengenai non-farm payrolls yang akan menggerakkan pasar.

Sentimen Risiko Runtuh, Dolar AS Gagal Melawan Yen, Menunggu Pidato Fed

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen terlihat sedang diperdagangkan di sekitar level harga 107. Sebelumnya pasangan mata uang ini sempat mencapai titik cukup tinggi di level harga 107,70 Selasa malam. Namun gelombang sentimen risiko yang melemah membuat Yen mampu ungguli USD dan mengirim pasangan turun menuju ke level harga 107.

Pasangan mata uang USDJPY terlihat sejalan dengan pergerakan yang ada di Wall Street AS. Para pelaku pasar dan investor tampak keluar masuk ke imbal hasil karena adanya rasa kekhawatiran mengenai perdagangan AS-China. Kekhawatiran ini muncul setelah Presiden Trump menyampaikan komentarnya saat di Majelis Umum PBB.

Gelombang penghindaran risiko tampak semakin kuat ketika Ketua parlemen AS menyatakan rencana untuk pendakwaan kepada Trump. Atas kabar ini saham-saham AS mengalami penurunan cukup signifikan seperti indeks DJIA turun 141,81 atau sebesar 0,5 persen menuju ke 26.806,18. Sementara itu indeks S&P 500 juga mengalami penurunan 25,16 poin atau sebesar 0,8 persen menuju ke 2.966,82.

Selain penurunan sentimen risiko pasar, beberapa data AS juga dilaporkan mengecwakan yang membuat Dolar AS minim peminat beli. Data mengenai tingkat kepercayaan konsumen AS disampaikan dengan hasil penurunan menuju ke 125,1 terhadap prediksi sebelumnya di 133,0. Analis Westpac berpendapat bahwa walaupun data ini dibawah harapan awal, namun hasil tersebut masih berada di atas level pada saat krisis.

Pelemahan sentimen risiko juga terbukti dengan penurunan pada imbal hasil obligasi. Yield obligasi Treasury AS dalam tenor 2 tahun turun menuju ke 1,62 persen dari sebelumnya di 1,68 persen. Sementara itu untuk tenor 10 tahun juga turun menuju ke 1,65 dari sebelumnya di 1,71 persen. Untuk selanjutnya pidato dari pejabat Fed akan menjadi fokus untuk melihat arah Dolar AS lebih lanjut.

Buffett: Jangan Ngutang Seperti Trump

CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett mengatakan bahwa pada tahun 1991 silam, Donald Trump yang saat ini menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat meminjam banyak uang dan tidak tahu bagaimana cara untuk melunasinya.  Saat ini, Buffet yang memiliki nilai kekayaan lebih dari US$ 80 miliar dan menjadi salah satu miliarder dunia, telah mengkritik …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian USDJPY- Peluang Entry untuk Hari Ini (23 November 2017)

Selamat Siang pembaca, Hari ini, USDJPY memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak melanjutkan penurunannya. Simak USDJPY dalam 4 Hours chart berikut:   Dilihat dari chart di atas, tampak USDJPY masih bergerak dalam arus penurunannya, dimana harga membreakout dan bergerak menjauh dari Lower Low sebelumnya. Harga kini …

Baca Lebih Lanjut.. »

SPEED PROFIT GRID – By : Mr Redwin

Seminar Forex Strategy GRID oleh Mr Redwin di Jakarta. Lihat bagaimana cara Mr Redwin mendapatkan profit di pasar forex dengan cara santai karena bantuan tools fxpod. Info lengkap acara-acara komunitas fxpod dapat dilihat di facebook.com/fxpod. Info lanjut 0818.716.017. Thank You.

Baca Lebih Lanjut.. »

Arah Suku Bunga Acuan BI

INFOREXNEWS – Ruang pelonggaran moneter Bank Indonesia (BI) di tahun 2016 sudah tidak ada setelah beberapa kali suku bunga acuan BI atau BI 7 Days Reverse Repo Rate diturunkan. Pada tahun 2017 ini, para analis memperkirakan akan ada kenaikan lanjutan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Lalu, …

Baca Lebih Lanjut.. »

Regulator Efek Siprus Menyerukan Untuk Mengadopsi Kerangka Anti Pencucian Uang UE

Regulator Efek Siprus Menyerukan Untuk Mengadopsi Kerangka Anti

Komisi Sekuritas dan Pertukaran Siprus (CySEC) menyerukan transposisi Arahan Anti Pencucian Uang (AML) Kelima (AML) Kelima Uni Eropa (AML) ke dalam hukum nasional – memasukkan peraturan lokal cryptocurrency berdasarkan ketentuannya. Arahan itu, yang mulai berlaku pada 9 Juli 2018, menetapkan kerangka hukum baru bagi regulator keuangan Eropa untuk memantau bisnis …

Baca Lebih Lanjut.. »

Inggris Harus Siapkan ‎€40 Miliar Untuk Brexit

INFOREXNEWS – Kini negara Inggris harus bersiap untuk menghabiskan dana mencapai 40 miliar Euro atau setara dengan $ 47 miliar menjadi bagian dari kesepakatan untuk keluar anggota Uni Eropa, berdasarkan rilis berita Sunday Telegraph. Uni Eropa yang menunjukkan dana sebesar 60 miliar Euro dan berharap berjalan dengan lancar dalam penyelesaian …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPJPY- Peluang Entry Potensial Untuk Hari Ini (NFP: 6 Oktober 2017)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GBPJPY memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak mencoba bergerak dalam arus Downtrend. Simak GBPJPY dalam Chart 4 Jam berikut: Dilihat dari gambar chart di atas, tampak GBPJPY berhasil breakout dari pola Triangle di analisa kemarin, dimana hal ini mengkonfirmasi penguatan pada minat jual …

Baca Lebih Lanjut.. »