>
Home / Tag Archives: ecb

InforexNews: ecb

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast ecb

Pasangan Mata Uang Euro Terhadap AUD Anjlok, Fokus Ke Rapat Kebijakan ECB

Hari ini mata uang Euro terhadap Dolar Australia terlihat mengalami penurunan menuju ke titik support paling kritis. Penurunan pasangan mata uang EURAUD terjadi ketika mendekati penyampaian kebijakan moneter oleh bank sentral Eropa malam ini. Tingkat pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Eropa akan sangat bergantung pada pertemuan tersebut.

Pasar sendiri menaruh harapan bahwa bank sentral Eropa akan mengirimkan paket stimulus moneter yang cukup kuat. Salah satu langkah stimulus tersebut adalah pemangkasan suku bunga sekitar 10 sampai 20 basis poin. Sementara itu langkah lain seperti pelonggaran kuantitatif atau QE akan dilakukan sekitar 30 sampai 50 miliar Euro per bulannya untuk bulan September sampai Desember. Pelonggaran ini jika benar terjadi akan melemahkan permintaan mata uang Euro.

Pasalnya memang paket stimulus ini merupakan sebuah racun yang buruk untuk Euro. Namun memang ekspektasi pelonggaran yang akan dilakukan oleh bank sentral Eropa ini tidak begitu mengejutkan karena telah diprediksi sebelumnya. Dampak pertemuan nanti malam mungkin akan menggerakan pasangan EURUSD sekitar 50 pip.

Sementara itu dari sisi Dolar Australia, beberapa waktu terakhir telah mengalami pemulihan cukup baik terhadap USD . Pasalnya pasangan AUDUSD telah bangkit dari titik paling rendah yang dicapai bulan Juli-Agustus kemarin di bawah level harga 0,67. Kebangkitan Dolar Aussie terjadi karena kabar optimis yang datang dari perdagangan AS-China. Kedua negara dikabarkan akan memulai kembali pembicaraan perdagangan yang sempat terhenti.

Namun mata uang Euro akan mampu melawan Dolar Australia karena adanya keraguan bahwa gencatan senjata yang terjadi akan menghasilkan sesuatu yang lain. Sebelumnya perang dagang antara AS dengan China terus berkepanjangan dan menyebabkan ekonomi kedua negara mengalami perlambatan yang cukup buruk.

EURUSD Stagnan, Mata Uang Euro Menunggu Data Jerman dan FOMC

Perdagangan di hari Rabu (31/7) pasangan mata uang Euro terhadap USD tampak tidak memiliki arah pergerakan yang jelas. Saat ini pasangan mungkin sedang menunggu rilis data utama dari Jerman dan disampaikan pada pukul 06:00 GMT atau 13:00 WIB. Data mengenai belanja konsumen tersebut diwakili oleh data penjualan ritel yang diprediksi melonjak 0,5 persen selama bulan Juni.

Setelah rilis data tersebut akan rilis juga data dari Jerman mengenai pekerjaan yang diprediksi akan mengalami penambahan jumlah pekerja menuju 2K selama bulan Juli. Sementara itu data mengenai tingkat pengangguran musiman diprediksi tetap di level 5 persen. Data IHK dari kawasan Eropa diprediksi akan dilaporkan dengan hasil yang merosot menuju ke 1,1 persen skala tahunan pada bulan Juli. Data ini sebelumnya dilaporkan dengan hasil yang baik yaitu 1,3 persen skala tahunan pada Juni lalu.

Dengan serangkaian rilis data tersebut, para ahli ekonomi memprediksi mengenai pertumbuhan produk domestik bruto kawasan Eropa yang menurun. Laporan PDB pada kuartal kedua tahun 2019 diprediksi akan turun menuju ke 0,2 persen terhadap data sebelumnya di 0,4 persen dikurtal pertama. Hasil ini jika sesuai prediksi tentunya akan menggerakkan mata uang Euro untuk turun terhadap USD.

Hal tersebut didasarkan bahwa dengan data-data yang mengecewakan, akan semakin mengkonfirmasi bahwa bank sentral Eropa akan memangkas tingkat suku bunga dengan agresif. Bisa saja kondisi ini akan menyeret pasangan mata uang Euro terhadap USD menuju ke 1,11 mendekati suku bunga AS.

Pasar juga tetap fokus ke rilis pernyataan kebijakan moneter dari Fed yang akan diumumkan pada hari Rabu dinihari waktu Indonesia. Pasar telah menerima pemangkasan sebesar 25 basis poin pada pengumuman tersebut.

EURUSD Potensi Melonjak, Mata Uang Euro Menunggu Data Jerman

Perdagangan di hari Jumat (19/7) mata uang Euro terhadap USD terlihat telah membuat pola teknikal double bottom dengan titik atas di sekitar level 1,1286 dalam waktu 13 hari terakhir. Selanjutnya jika memang berhasil menembus level harah 1,1286, pasangan ini akan memiliki kemungkinan untuk terbang lebih tinggi menuju ke level harga 1,1380. Potensi penembusan cukup besar terjadi karena saat ini para pelaku pasar dan investor telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga AS menuju ke 50 basis poin pada akhir bulan Juli mendatang.

Persentase potensi penurunan suku bunga oleh Fed sebesar 50 basis poin yang akan dilakukan pada pertemuan FOMC di akhir bulan Juli mendatang meningkat menuju ke 63 persen hari Kamis. Tingkat ini mengalami lonjakan cukup tajam dari sebelumnya yang hanya berada di 34 persen saja.

Sayangnya potensi kegagalan pola teknikal double bottom pada mata uang Euro terhadap USD bisa terjadi jika rilis data mengenai indeks harga konsumen Jerman merosot tajam. Data tersebut akan dirilis saat pasar kawasan Eropa sudah dibuka di hari Jumat ini. Hasil yang dovish akan membuat harapan bank sentral Eropa mengenai pelonggaran kebijakan semakin jelas. Lembaga pemeringkatan yaitu Fitch saat ini juga telah yakin ECB akan memberlakukan kembali program QE dalam usaha pelonggaran kebijakan.

Secara luas mata uang Euro akan tetap berjuang untuk berhasil membuat pola double bottom meneruskan kenaikan jika memang mampu bertahan di atas level harga 1,12. Tapi perlu pasar perhatikan, jika data dari Jerman dilaporkan pesimis, masih ada kemungkinan pembalikan arah dan berhasil membuat pola jika data AS mengenai indeks sentimen konsumen michigan tidak sesuai harapan dengan jarak yang besar.

Mata Uang Euro Terus Berjuang Menunggu Kebijakan Moneter Bank Sentral

Pasangan mata uang Euro terhadap Pound tampak berhasil mempertahankan posisi di sekitar level harga 0,8960 mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa di hari Senin (8/7). Sebelumnya terjadi beberapa pergerakan penting seperti arah dari Greenback yang mulai memantul dan juga adanya polemik perpolitikan di Inggris yang terus memanas. Untuk perdagangan selanjutnya para pelaku pasar dan investor akan lebih fokus ke data kekuatan lapis dua yang dilaporkan oleh Jerman dan juga Zona Euro. Sebelumnya Jerman merilis data mengenai Pesanan Pabrik yang dilaporkan dengan hasil mengecewakan dan membuat Euro terseret.

Berita dari Inggris melaporkan bahwa Kandidat Perdana Menteri Inggris yaitu Boris Johnson menyampaikan bahwa akan tetap pada pendirian dan janjinya untuk keluar dari Inggris pada akhir Oktober nanti. Langkah tersebut akan tetap diambil dengan hasil tanpa kesepakatan ataupun dengan kesepakatan. Tapi pasar melihat adanya peluang yang lebih lebar untuk terjadi Hard Brexit setelah Uni Eropa menyampaikan tidak akan melakukan diskusi dengan Inggris mengenai kesepakatan Brexit.

Mata uang Euro sendiri mungkin akan terimbas dari data-data kawasan Euro yang mengecewakan beberapa waktu terakhir. Hal ini juga memberikan ekspektasi bahwa bank sentral Eropa akan memperpanjang bearishnya. Data mengenai produksi sektor industri dari Jerman dan juga data penjualan retail Mei cukup memberi angin segar bagi Zona Euro.

Data mengenai produksi sektor industri Jerman bisa meningkat menuju ke evel -0,4 persen dari sebelumnya di -1,9 persen skala bulanan. Sementara itu nilai Neraca Perdagangan Eropa bisa melonjak menuju ke 18,6 Miliar Euro dari sebelumnya hanya di 17,0 Miliar Euro. Perdagangan mata uang Euro selanjutnya akan lebih fokus ke sentimen resiko global dan juga pembaruan dari ECB.

Mata Uang Euro Terus Bertahan Terhadap USD, Menunggu Data Jerman Dan Pembaruan AS-China

Hari ini mata uang Euro sedang diperdagangkan dalam kondisi yang defensif sampai saat ini. Pasangan EURUSD terus bertahan walaupun adanya laporan mengenai gencatan senjata atas konflik dagang antara AS dengan China. Saat ini pasangan mata uang EURUSD sedang diperdagangkan di sekitar level harga 1,1360 atau mengalami penurunan sebesar 0,10 persen selama perdagangan hari Kamis (27/6).

Berdasarkan laporan dari South China Morning Post mengatakan bahwa saat ini AS dengan China dalam waktu yang tidak ditentukan sedang melangsungkan dan menyetujui dilakukannya gencatan senjata ketika mendekati pertemuan G-20. Dengan dirilis berita yang sangat positif ini telah membantu saham Asia untuk menguat sampai penulisan berita ini. Walaupun tidak berdampak cukup besar pada perdagangan mata uang Euro terhadap USD.

Greenback juga terlihat mampu terus bertahan melawan tekanan dovish yang juga bisa dilihat pada yield obligasi Treasury AS skala 10 tahun yang melonjak sebesar 3 poin. Jika memang meredanya ketegangan antara AS dengan China terus diperpanjang maka bisa berdampak positif pada USD. Karena jika hal tersebut terjadi maka akan menurunkan tekanan pada Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sehingga dengan terus berkembangnya kabar mengenai gencatan senjata akan terus mendukung pergerakan bagi Dolar AS dan bisa menyeret mata uang Euro untuk turun.

Tetapi secara analisa teknikal, saat ini pasangan EURUSD masih terlihat akan mengalami kenaikan karena sedang berada di atas titik suport. Bisa jadi pasangan ini akan mengunjungi level paling tinggi pada hari Selasa di sekitar level 1,1412. Titik ini bisa dicapai jika memang rilis data mengenai indeks harga konsumen Jerman awal selama Juni melebihi harapan sebelumnya.

Analisa Harian GOLD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (24 Oktober 2017)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak mencoba memasuki arus Uptrend. Simak XAUUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas XAUUSD / GOLD kini tampak mengalami rejeksi kembali saat berada disekitar garis trendline Biru, …

Baca Lebih Lanjut.. »

Imbas Positif ECB Dovish, Dolar AS Menguat Terhadap Loonie, Menunggu Data Ketenagakerjaan

Dolar AS

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Dolar Kanada tampak tekanan beli cukup besar. Pasangan USDCAD hari Jumat diperdagangkan mendekati ke level harga 1.3450. Kondisi ini merupakan momentum penguatan menuju ke kawasan paling tinggi dalam waktu sembilan minggu terakhir. Penyebab penguatan pasangan ini adalah setelah dampak dari pernyataan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Unggul di Electoral College, Trump Resmi Menangkan Pemilu AS

iNFOREXNEWS – Donald Trump akhirnya resmi menjadi pemenang dalam pemilu di Amerika Serikat (AS) dan menjadi Presiden AS berikutnya. Kepastian ini didapatnya setelah Trump mendapatkan suara mayoritas dalam pemungutan suara electoral college. Dalam pemungutan suara yang berlangsung semalam tersebut, Trump dilaporkan berhasil mendapatkan 304 suara, sedangan saingannya Hillary Clinton hanya mendapatkan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Sri Mulyani Ajukan Tambahan PMN Rp2,3 Triliun

INFOREXNEWS- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menggantikan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dalam rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat. Sri Mulyani hadir untuk pembahasan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) tahun 2017. Rapat kerja dimulai pukul 11.45 WIByang dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR …

Baca Lebih Lanjut.. »

IBM Mengumumkan Pembaruan Multicloud Baru Ke Blockchain

IBM Mengumumkan Pembaruan Multicloud Baru Ke

IBM telah mengumumkan peningkatan ke Platform Blockchain . Platform IBM Blockchain baru dilaporkan akan dapat berjalan di beberapa jaringan cloud, seperti perusahaan teknologi besar Microsoft Azure atau Amazon Web Services (AWS). Ini tampaknya merupakan peningkatan utama dari iterasi sebelumnya, yang hanya tersedia melalui cloud IBM. Platform multicloud akan tersedia melalui …

Baca Lebih Lanjut.. »

Pasar saham Indonesia masih optimis pada semester I-2017

INFOREXNEWS- Berdasarkan studi terbaru dari Mastercard bertajuk Indeks Kepercayaan Konsumen, tingkat kepercayaan konsumen secara keseluruhan di kawasan Asia Pasifik tetap berada dalam zona optimis dengan skor sebesar 66,9 poin pada semester I-2017, angka ini meningkat 4,2 pon dari semester II-2016 sebesar 62,7 poin. Peningkatan kepercayaan ini didorong oleh adanya prospek …

Baca Lebih Lanjut.. »