>
Home / Tag Archives: ecb

InforexNews: ecb

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast ecb

Mata Uang Euro Menunggu Rilis Data, Pemilihan Uni Eropa Cukup Membebani

Perdagangan pasangan mata uang Euro terhadap Dolar AS saat ini sedang berada di sekitar level harga 1,1150. Posisi ini terus bertahan pada pasangan mendekati rilis data mengenai ekonomi makro utama Eropa. Sebelumnya EURUSD juga sempat memberikan sinyal melalui pola candle pada hari Rabu kemarin.

Data tersebut akan dirilis oleh Jerman yang sesuai jadwal sekitar pukul 13:00 WIB dan diprediksi akan mengalami peningkatan. Perekonomian kawasan Eropa diprediksi akan meningkat sebesar 0,4 persen skala kuartal ke kuartal pada tiga bulan pertama di tahun ini. Sebelumnya diakhir tiga bulan tahun 2018, data ini sempat mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen. Bisa jadi mata uang Euro akan tetap berusaha bertahan untuk menghadapi serangkaian data yang dilaporkan sangat negatif. Karena memang perlambatan pertumbuhan dalam hitungan kuartal pertama tahun ini sudah mampu dibaca oleh para pelaku pasar dan investor.

Mata uang euro bisa saja terus anjlok jika memang rilis data mengenai IMP Jerman dan kawasan Eropa dilaporkan dengan hasil yang jelek. Data ini akan menjadi proyeksi utama bagaimana tingkat pertumbuhan pada aktivitas sektor manufaktur selama bulan Mei. Prediksi data mengenai IMP sektor Manufaktur Markit awal Jerman akan meningkat tipis menuju ke sekitar 44,8 persen. Data sebelumnya dilaporkan pada hasil 44,4 persen. Sementara itu untuk IMP kawasan Eropa diprediksi akan dirilis dengan hasil kenaikan menuju ke 48,1 persen dari data sebelumnya di 47,9 persen. Semua data tersebut akan dilaporkan saat sesi dagang kawasan Eropa dan hampir bersamaan.

Pemilihan Uni Eropa saat ini juga sedang berlangsung dan menimbulkan banyak spekulasi pasar. Para pelaku pasar dan investor sangat khawatir jika pihak anti-Uni Eropa dan partai populis menguasai suara mayoritas. Anti-Uni Eropa sendiri sangat berdampak negatif bagi EUR di masa depan.

Spread Obligasi Italia dan Jerman Meningkat Menahan Kenaikan Mata Uang Euro

Pergerakan mata uang Euro untuk saat ini mungkin akan mengalami kesulitan untuk mendaki karena adanya perbedaan antara imbal hasil obligasi Italia dengan Jerman yang meningkat. Dengan kondisi yang seperti ini maka Euro akan tertahan untuk mendorong kabar positif dari Trump. Kabar terbaru Trump memutuskan untuk menunda keputusannya mengenai pengenaan tarif otomatis.

Wakil Perdana Menteri Italia yaitu Matteo Salvini mengatakan saat ini anggaran di Uni Eropa sangat tidak sehat dan bisa membuat kawasan Eropa bisa miskin berdasarkan catatan dari Reuters. Selain itu Roma juga harus berani melakukan tindakan-tindakan yang cukup beresiko yaitu melanggar batas-batas dalam Uni Eropa dari adanya tingkat hutang terhadap PDB sebesar 3 persen. Hal ini bisa mendorong hutang kembali sebesar 140 persen dari PDB jika memang diperlukan dalam usaha menurunkan tingkat pengangguran.

Komentar dari Salvini tersebut otomatis membuat obligasi Italia mengalami penurunan. Dampak yang paling terlihat adalah naiknya spread antara obligasi Italia dengan obligasi Jerman skala dua tahun menuju ke 140 poin di hari Rabu kemarin. Kondisi ini sangat berdampak buruk pada mata uang Euro karena akan membebani momentumnya untuk naik kembali. Spread saat ini merupakan angka paling tinggi yang dicapai sejak bulan Desember lalu. Sementara itu perbedaan spread antara imbal hasil obligasi Italia dan Jerman skala 10 tahunan naik menuju ke 284 poin.

Padahal diwaktu yang bersamaan mata uang Euro mendapat momentum yang sangat baik dengan keputusan Trump untuk menunda tarif otomatis impor mobil selama enam bulan. Posisi EURUSD saat ini sedang berada di sekitar level harga 1,12. Mungkin posisi ini akan terus bertahan dengan sikap Italia untuk terus mengkritik aturan mengenai anggaran Uni Eropa. Selain faktor selisih spread pidato dari anggota bank sentral yaitu Weidman juga akan memberikan kejelasan arah pergerakan Euro ke depan.

Mata Uang Euro Tidak Mampu Melawan Yen Meski Data Jerman Optimis

Pasangan mata uang Euro terhadap Yen Jepang mengalami penurunan cukup tajam dan menuju ke kawasan paling rendah terbaru sejak Januari kemarin. Kondisi pasangan EURJPY ini terjadi saat  perdagangan di Kamis pagi (9/5) menuju ke kawasan level harga 123,00. Gerakan menurun pasangan ini dikarenakan merespon atas kemunduruan pada pasar ekuitas global yang bisa disebabkan oleh komentar Trump atas perang dagang dengan China.

Bahkan karena kekuatan permintaan beli pada aset safe haven memaksa laporan data dari Jerman mengenai produksi industri yang sangat optimis tidak mampu mendorong mata uang Euro sama seklai. Hal ini membuat pasangan terus mengalami penurunan karena pengindaran resiko perdagangan untuk saat ini yang cukup tinggi.

Penyebab utama pasar lebih memilih aset-aset safe haven dan menghindari resiko adalah karena faktor komentar berbahaya dari Trump atas pembicaraan dagang AS dengan China. Komentar tersebut secara spontan meruntuhkan prospek-prospek kesepakatan yang beberapa waktu terakhir mendekati tahap akhir untuk mencapai kata sepakat.

Selain itu faktor lain yang membuat perdagangan pasar global cukup beresiko adalah adanya ketegangan hubungan antara AS dengan Iran. Kedua negara saling memainkan pernyataan-pernyataan yang serius di berbagai media. Hal ini memicu aset-aset beresiko seperti mata uang Euro mulai sepi peminat dan beralih ke safe haven.

Untuk saat ini para pelaku pasar dan investor sudah mulai menunggu bagaimana rincian pembicaraan dagang antara AS dengan China. Sebelumnya sempat diberitakan abhwa Trump menyatakan China telah melanggar kesepekatan mengenai unjuk rasa para simpatisan. Selain itu Trump juga memberikan pernyataan-pernyataan yang cukup keras terhadap Venezuela yang akan justru akan memberikan kekuatan lebih kepada Yen untuk terus pada bias bullish dan memaksa mata uang Euro untuk menyerah pada spot.

Mendekati Rilis NFP AS, Mata Uang Euro Terfokus Data Dalam Negeri

Perdagangan mata uang Euro terhadap Dolar AS untuk saat ini masih memungkinkan untuk menguji kembali kawasan paling rendah di sekitar 1,111 berdasarkan analisa teknikal. Skenario pergerakan pasangan mata uang EURUSD tersebut bisa terwujud jika memang serangkaian data mengenai non-farm payrolls AS dan juga inflasi harga upah yang melebihi ekspektasi pasar. Rangkaian data tersebut akan dilaporkan bersamaan nanti malam.

Pasangan mata uang ini sebelumnya sudah sempat merosot dari kawasan paling tinggi karena tepat menyentuh garis trend dari 20 Maret sampai 17 April. Terlebih lagi saat itu Fed memutuskan untuk tetap mempertahankan angka suku bunga AS. Pernyataan Ketua Fed yaitu Powell turut menggerakkan Dolar AS dengan komentar bahwa masih ada kemungkinan penurunan suku bunga dan angka inflasi yang cukup rendah yang hanya sementara waktu saja. Untuk saat ini dia menyatakan tidak ada alasan yang kuat bagi Fed untuk mengubah arah suku bunga ke atas atau juga ke bawah.

Mata uang Euro akan diuji kekuatannya kembali menjelang rilis data penting AS mengenai ketenagakerjaan nanti malam. Kawasan paling rendah pasangan ini di sekitar 1,1110 beresiko akan diuji kembali jika memang data NFP dilaporkan dengan hasil yang positif. Berdasarkan prediksi pasar, data tersebut diharapkan akan menuju ke angka 185K selama bulan April dari data sebelumnya di 196K selama bulan Maret. Sementara itu untuk tingkat inflasi harga upah diharapkan akan mengalami kenaikan pada pendapatan per jam 0,3 persen selama April terhadap sebelumnya yang naik 0,1 persen.

Mendekati rilis data AS yang sangat penting tersebut, mata uang Euro akan memperhatikan pidato dari Predisen Bundesbank Jerman yaitu Weidmann sore nanti. Kemudian ada rilis data mengenai indeks harga konsumen kawasan Eropa yang akan dirilis pada jam selanjutnya.

Dolar AS Menguat, Mata Uang Euro Menunggu Data Jerman Untuk Pergerakan Lanjutan

Saat ini mata uang Euro terlihat lebih defensif terhadap Dolar AS mendekati rilis data mengenai kepercayaan konsumen gfk dari Jerman. Jika dilaporkan dengan hasil yang negatif, maka Euro bisa turun lebih panjang. Sebelumnya pasangan EURUSD mengalami penurunan cukup tajam sekitar 0,27 persen hari Selasa kemarin. Pasangan ini anjlok menuju ke level harga 1,1192 yang merupakan kawasan paling rendah sejak tanggal 2 April kemarin.

Faktor utama penurunan ini diperkirakan karena penguatan Dolar AS yang disebabkan oleh rilis data makro pada pekan lalu. Dengan data tersebut membuat harapan pasar cukup tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Sehingga proyeksi laporan kuartal pertama bisa dikoreksi menuju ke positif.

Tapi penurunan lebih lanjut mata uang Euro menembus level harga 1,12 mungkin terbatas dan tidak akan bertahan lama. Karena pada spread yield obligasi mengalami penyempitan ruang gerak. Jarak antara yield oligasi AS dan Jerman mengalami penurunan tajam melebihi lima  poin menuju ke 253 poin yang berdampak cukup positif pada Euro. Perdagangan kemarin pasangan EURUSD ditutup pada level 1,1226.

Setelah mengalami pemulihan dari kawasan paling rendah di sekitar 1,12, secara analisa teknikal pasangan ini masih bisa turun lagi. Karena grafik skala 4 jam masih didominasi oleh trend bearish dengan pola bear. Penurunan mungkin akan mencoba menguji level harga 1,1176 yang merupakan support bulan Maret lalu.

Penguatan Dolar AS mungkin dapat lebih panjang mengingat saat ini terjadi perbedaan pada tingkat pertumbuhan Amerika Serikat dan Kawasan Eropa. Mata uang Euro juga masih beresiko defensif mendekati pemilihan umum. Jajak pendapat memperlihatkan bahwa warga Spanyol masih bimbang padahal sudah mendekati pemilihan umum.

Harga Ekspor Australia Turun Sebesar 5.7%

dollar australia

Inforexnews – Di sesi awal hari Kamis ini (27/7/17) di laporkan bahwa harga ekspor di Australia tergelincir sebesar 5.7% berada di kuartal kedua tahun ini, melihat laporan dari data kantor biro statistic Australia yang dirilis pada awal sesi tadi. Dalam laporannya, angka melewati perkiraan para ekonom untuk penurunan yang hanya …

Baca Lebih Lanjut.. »

Hal Penting Untuk Diketahui Pasar Pada Hari Ini

INFOREXNEWS – Setiap harinya pasti terjadi suatu hal terhadap pasar keuangan. Kemudian hal tersebut pasti akan mempengaruhi pergerakan mata uang masing – masing negara. Berikut ini adalah hal – hal penting yang harus diperhatikan oleh pasar pada Jumat, 2/12/2016 : 1. Laporan Pekerjaan bulan November menjadi fokus Departemen Tenaga Kerja Amerika …

Baca Lebih Lanjut.. »

EURUSD Sedikit Menguat Menjelang Pertemuan ECB

Pairing EURUSD yang telah menguat berada di sesi Asia, hari Selasa (7/3/17) menjelang keputusan dari bank sentral Eropa (ECB) tentang penetapan suku bunga acuan berada di hari kamis pekan ini. Adapun faktor ketidakpastian dari politik Prancis dan Belanda kini masih menjadi suatu pertimbangan keputusan bank sentral Eropa (ECB). Berada di …

Baca Lebih Lanjut.. »

Para Ahli Mengutamakan Spesialisasi Sebagai Kunci Penyertaan Blockchain Ke Dalam Layanan Keuangan

Wanxiang Dan PlatON Bergabung Dengan Pasukan Infrastruktur Blockchain Dari

Empat ahli membahas blockchain masa depan dalam layanan keuangan, menyepakati pentingnya spesialisasi . Beberapa konseptualisasi asli blockchain perlu tersedia untuk umum agar dimodifikasi secara material agar sesuai dengan kebutuhan beragam jasa keuangan, kata Kelly Mathieson, kepala solusi perusahaan di Digital Asset. Mathieson berpendapat bahwa versi perusahaan dari teknologi blockchain sekarang …

Baca Lebih Lanjut.. »

Risiko Politik Hantui Pasar Saham Eropa

Satu-satunya kepastian dalam pemilu Italia akan menjadi ketidakpastian. Setelah pemungutan suara Jerman pada bulan September tahun lalu, sekarang orang-orang Italia yang menuju ke kotak suara pada hari Minggu ini, dengan hasilnya diharapkan lebih berantakan daripada Berlin – yang, kebetulan, masih disatukan oleh Kanselir Angela Merkel dan rekan koalisinya. Jajak pendapat …

Baca Lebih Lanjut.. »

Jawaban BI Mengenai Redenominasi Rupiah

INFOREXNEWS – Beberapa waktu lalu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sempat mengemukakan rencana penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi rupiah. Namun, rencana tersebut urung dilakukan. Saat ini, Deputi Gubernur BI Ronald Waas menyatakan bahwa bank sentral dan pemerintah masih berencana untuk melakukan pertemuan mengenai redenominasi rupiah lagi. Menurut Ronald, Rancangan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Malaysia Meluncurkan Program Visa Kerja Untuk Profesional Tek Blockchain

Malaysia Meluncurkan Program Visa Kerja Untuk

Malaysia telah meluncurkan program visa kerja yang menargetkan para freelancer teknologi yang menangani permintaan akan talenta berkemampuan blockchain . Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) – organisasi milik pemerintah yang mengawasi sektor teknologi – organisasi blockchain Nem Foundation dan pasar kerja Jobbatical bersama-sama meluncurkan program ini. Program ini bertujuan untuk menarik …

Baca Lebih Lanjut.. »