>
Home / Tag Archives: gbp

InforexNews: gbp

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast gbp

Poundsterling Inggris Sedikit Tertekan Akibat Brexit, GBPUSD Fokus Ke Data AS dan ECB

Hari Rabu ini (11/9) mata uang Poundsterling Inggris terlihat mengalami tekanan terhadap USD. Pasangan ini berada di level harga 1,2350 saat perdagangan telah mendekati pembukaan sesi kawasan Eropa hari ini. Walaupun usaha dari parlemen dan juga undang-undang untuk membatalkan potensi hard Brexit telah optimis, namun kabar mengenai kepergian dan juga masa depan dari PM Boris menjadi tekanan bagi Pound hari ini.

Saat ini memang PM Boris sedang dalam tekanan yang berasal dari perpolitikan dalam negeri Inggris dan juga tekanan dari Uni Eropa. Sebelumnya PM Boris telah kehilangan usaha-usahanya untuk bisa membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tepat waktu pada 31 Oktober walaupun tanpa adanya kesepakatan dengan Uni Eropa. Kabar masa depan PM Boris ini yang membuat Poundsterling Inggris tertekan terhadap USD.

Kabar terbaru dari Sun menyampaikan bahwa saat ini dengan terpaksa PM Boris akan berusaha untuk bisa mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa. Dia bisa saja mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa tepat waktu namun harus dengan sebuah kesepakatan. Jika tidak maka PM Boris wajib mengajukan penundaan deadline Brexit kepada Uni Eropa.

Dikabarkan juga bahwa Jacob Rees-Moogs yaitu pimpinan parlemen Inggris dari Tory mungkin akan mulai menarik dukungannya kepada PM Boris. Langkah ini akan diambil Jacob jika memang PM Boris terus melanjutkan proposal yang mendukung Irlandia yang sebelumnya menjadi pertimbangan berat untuk Brexit.

Untuk perdagangan selanjutnya Poundsterling Inggris akan tetap fokus ke kabar pembaruan mengenai dinamika Brexit. Sementara itu untuk Dolar AS akan fokus ke rilis data mengenai konsumen utama dan juga pertemuan dari bank sentral Eropa sebagai dorongan baru pasangan. Selain itu kabar pembaruan mengenai perdagangan global juga ditunggu oleh pasar.

Optimisme Kesepakatan Mendorong Poundsterling Inggris Lebih Tinggi Terhadap USD

Mata uang Poundsterling Inggris mengalami penguatan cukup moderat pada saat perdagangan hari Selasa kemarin (27/8). Penguatan ini terjadi karena potensi terjadinya Brexit tanpa kesepakatan mulai menurun dan menghadirkan optimisme pasar. Kenaikan Pound mengirim pasangan GBPUSD untuk melonjak tinggi menuju ke level puncak dalam satu bulan terakhir. Namun sayangnya harga gagal untuk melanjutkan kenaikan setelah pada perdagangan awal hari Rabu telah turun menyentuh level harga 1,2285.

Dikabarkan dari The Guardian dan juga Huffington Post yang sama-sama dalam spekulasi mengenai pemilihan umum lebih awal. Spekulasi ini didasarkan pada adanya pembatalan yang cukup mengejutkan yaitu konferensi pers dari Menteri Keuangan Inggris. Dalam konferensi pers tersebut direncanakan akan menyampaikan masalah rencana pengeluaran dalam tahunan.

Dalam berita yang terpisah, The Guardian melaporkan bahwa adanya sikap ragu-ragu atas kewenangan pemerintah Inggris dalam menghasilkan jalan keluar alternatif untuk bisa diajukan dan menggantikan backstop Irlandia. Selain itu diberitakan juga bahwa anggota parlemen akan membentuk parlemen alternatif jika memang PM Boris Johnson ingin memprioritaskan pada parlemen saat ini. Dikabarkan pimpinan pihak oposisi partai Buruh yaitu Jeremy Corbyn saat ini memberikan desakan kepada pemberontak Tory untuk memberikan dukungan dalam perjuangan memblokir terjadinya Brexit tanpa kesepakatan.

Dari sisi lain Poundsterling Inggris, adanya kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global menurunkan sentimen risiko. Pasalnya sampai saat ini konflik dagang antara AS dan China belum memberikan isyarat terjadinya penurunan eskalasi dan terjadi kesepakatan yang baik.

Kondisi ini membuat USD tetap mampu unggul di atas Poundsterling Inggris. Untuk perdagangan selanjutnya para pelaku dan investor akan fokus ke kunjungan dari kepala penasihat untuk PM Boris yaitu David Frost ke Brussels. Diharapkan akan ada kabar pembaruan positif mengenai kesepakatan.

 

Poundsterling Inggris Menunggu Kunjungan PM Boris dan Pembaruan Sentimen Risiko

Masalah ketidakpastian Brexit sampai hari ini terus menjadi beban bagi Poundsterling Inggris untuk melonjak. Saat ini pasangan mata uang GBPJPY sedang diperdagangkan di sekitar level harga 129,30 ketika sesi Asia berjalan di hari Kamis (22/8). Pasangan ini tampak merespon adanya pembaruan positif dari perdagangan antara AS-China dan juga kabar ketegangan geopolitik dari kawasan Timur Tengah dan juga Korea Utara.

Sentimen risiko pasar mendapatkan dorongan untuk menguat setelah Presiden Trump memposting di akun Twitternya. Selain itu pernyataan dari Korea Utara yang mengkhawatirkan untuk adanya tindakan militer dari AS. Selain itu Menteri Pertahanan dari AS dan Iran akan terus mendukung penguatan pada aset safe haven seperti Yen Jepang.

Sementara itu dari sisi Poundsterling Inggris, dikabarkan bahwa PM Boris akan bernafas lega setelah kunjungannya ke Jerman. Negara yang menjadi pusat ekonomi Eropa itu memberikan dukungan untuk terjadinya pergantian backstop Irlandia. Jerman mengatakan pergantian dapat diterima jika memang ada proposal untuk diajukan paling tidak dalam jangka waktu 30 hari mendatang.

Sayangnya tanggapan pedas juga disampaikan oleh Perancis. Berdasarkan laporan dari Reuters bahwa Presiden Perancis menyatakan penolakan atas permintaan pembicaraan ulang mengenai kesepakatan Brexit. Penolakan ini disampaikan sebelum PM Boris sampai ke Perancis dalam safari kunjungannya. Tentunya atas kabar ini ketidakpastian Brexit akan semakin membebani Poundsterling Inggris.

Dari sisi Yen, data mengenai IMP Manufaktur Jepang selama bulan Agustus mengalami penurunan di level 49,5 terhadap prediksi sebelumnya di 49,8. Tolak ukur sentimen risiko yaitu yield AS 10 tahun naik menuju ke 1,580 persen. Untuk fokus perdagangan pasangan mata uang GBPJPY akan fokus ke kunjungan PM Inggris Ke Perancis dan juga acara Simposium Jackson Hole untuk arah sentimen risiko pasar.

Sempat Menguat, Poundsterling Inggris Kembali Lemah Karena Pembaruan Risiko

Poundsterling Inggris pada perdagangan hari Kamis (15/8) sempat mendapatkan traksi positif atas rilis data Inggris yang membaik. Selain itu pulihnya sentimen risiko global juga turut mendorong Pound untuk lebih kuat terhadap Yen. Namun perdagangan hari Jumat ini (16/8) Yen kembali menguasai pasangan dan menyeret GBPJPY turun menuju level harga 128,30.

Penguatan Poundsterling Inggris kemarin disebabkan oleh rilis data penjualan eceran yang optimis. Selain itu adanya spekulasi pemerintah AS mengenai langkah China yang tidak akan menerapkan tarif balasan memicu naiknya sentimen risiko global. Pasalnya AS telah memutuskan untuk menunda pemberlakukan tarif tambahan 10 persen atas produk China dari awal September menjadi pertengahan Desember.

Sayangnya laporan dari Global Times China meruntuhkan sentimen risiko dan harapan pasar. Kehancuran sentimen risiko juga datang dari putaran uji rudal oleh Korea Utara. Akibat sentimen yang terus merosot membawa imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS skala 10 tahunan terjun ke 1,527 persen.

Dari sisi dalam negeri, anggota parlemen dikabarkan menyusun rencana untuk bisa menjatuhkan kepemimpinan Perdana Menteri Boris Johnson. Parlemen akan mengajukan mosi tidak percaya pada awal September mendatang untuk bisa menunda keputusan Brexit. Sebelumnya Poundsterling Inggris sempat berpotensi menerima tekanan baik setelah Presiden Trump menyampaikan adanya kemungkinan Inggris dan AS menjalin hubungan dagang yang kuat terutama di tangan kepemimpinan PM Boris.

Sampai hari ini masih sangat sedikit sekali jadwal rilis data ekonomi yang akan menggerakkan pasangan GBPJPY mengingat mendekati penutupan pasar akhir pekan. Kondisi ini membuat para pelaku pasar dan investor akan fokus ke kabar perdagangan dan dinamika politik. Selain itu dikabarkan juga bahwa Kanselir Inggris Sajid Javis akan menuju ke Jerman untuk bertemu Menteri Keuangannya yaitu Olaf Scholz.

Data Jepang Optimis, Poundsterling Inggris Gagal Menahan Kenaikan GBJPY

Pergerakan pasangan mata uang Poundsterling Inggris terhadap Yen Jepang mengalami kemunduran menuju ke 128,25. Pelemahan Pound disebabkan oleh rilis data dari Jepang yang sangat memuaskan pasar. Sehingga harus memaksa pasangan GBPJPY turun ketika perdagangan sesi Asia hari Rabu (14/8).

Data mengenai pesanan mesin dari Jepang selama bulan Juni disampaikan dengan hasil yang mengalahkan prediksi. Masing-masih data disampaikan -1,3 persen dan -0,6 persen dalam skala bulanan. Sementara itu untuk pembacaan skala tahunan juga naik menuju ke 13,9 persen dan 12,5 persen. Dengan rilis data yang optimis ini membuat Poundsterling Inggris tidak mampu menahan penguatan Yen.

Perdagangan aset-aset berisiko juga cukup mengalami hambatan ketika adanya gelombang protes demonstran Hong Kong dan juga Brexit yang semakin penuh ketidakpastian. Saat ini dikabarkan pihak yang berwenang di bandara Hong Kong akan melakukan tindakan untuk menghentikan aksi para demonstran yang mengganggu aktivitas penerbangan.

Sementara itu dari Poundsterling Inggris dikabarkan bahwa pada anggota parlemen ingin menantang PM Boris dalam usahanya mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa dengan hasil apapun pada bulan Oktober mendatang. Sentimen dari Yen sendiri mungkin agar tertahan menunggu rilis data mengenai aktivitas China. Data ini akan memperlihatkan bagaimana kondisi perekonomian China sebagai negara dengan ekonomi terbesar yang sedang terlibat masalah perang dagang dengan AS.

Tolak ukur sentimen risiko yaitu yield obligasi Treasury pemerintah AS 10 tahunan mengalami pelemahan. Yield gagal untuk memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di sekitar level 1,68 persen. Pasar selanjutnya mungkin akan lebih fokus ke kabar pembaruan mengenai perdagangan dan juga dinamika politik global. Dari sisi data, rilis mengenai indeks harga konsumen selama bulan Juli dari Inggris akan menjadi katalis.

 

Analisa Harian WTI OIL- Peluang Entry Untuk Hari Ini (26 September 2018)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, WTI OIL / US OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang menarik. Simak WTI OIL dalam 4 Jam chart berikut:   Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas WTI OIL kini masih bergerak didalam zona Resistance …

Baca Lebih Lanjut.. »

Data Ekonomi Penting, Minggu Ini Bagi Pasar Valas

Minggu Sibuk Pekan ini akan ada data ekonomi yang akan menampilkan data produk domestik bruto serta angka zona euro mengenai aktivitas ekonomi sektor swasta. Di A.S., akan  rilis data ekonomi mengenai laporan  GDP kuartal keempat, yang dijadwalkan pada hari Jumat-sementara pemerintah federal tetap ditutup ( shutdown ) di tengah kebuntuan mengenai …

Baca Lebih Lanjut.. »

Saham Tambang Dan Properti Menjadi Incaran Investor

Inforexnews – Pada perdagangan pekan lalu IHSG ditutup menguat sebesar 26,64 poin (+0,52%) di level harga 5.110,18. Penyebab IHSG menguat adalah karena sentimen positif data ekonomi Indonesia dan cadangan devisa naik US$ 6,2 miliar serta neraca perdagangan surplus US$ 900,2 juta pada bulan Juni 2016. Selain itu pekan lalu Indonesia juga mendapatkan dana …

Baca Lebih Lanjut.. »

Suku Bunga Dipangkas, Respon IHSG positif

Penurunan tingkat suku bunga acuan menjadi 4,5 persen oleh Bank Indonesia (BI) akan berdampak pada pertumbuhan yang baik bagi dunia usaha. Hal ini akan berimbas positif pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menuturkan, keputusan itu merupakan strategi umum pemerintah untuk …

Baca Lebih Lanjut.. »

ANALISA FOREX GBPUSD, EURUSD DAN USDCAD 26 SEPTEMBER 2016

Analisa hari ini kita akan menggunakan pemahaman tentang RANGE ZONA HARGA WAKTU SERVER 20.00 – 00.00 (24.00 WIB – 04.00 WIB), Berikut ini adalah penjelasannya. Trading dengan menggunakan zona waktu server 20.00-00.00 sangat mudah untuk di praktekkan, kita hanya menunggu pergerakan harga pada zona waktu tersebut. Berikut adalah gambar zona waktu …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian EURUSD- Peluang entry Hari Ini (27 Maret 2019)

   Selamat Pagi Pembaca, Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini masih berada dalam sebuah pola yang menarik. Simak EURUSD dalam 4 jam chart berikut:         Dilihat dari chart di atas, tampak harga EURUSD kini terejeksi (Kotak Hijau) dari arus Bearish Mayor (Garis Merah) dengan berlanjutnya …

Baca Lebih Lanjut.. »