>
Home / Tag Archives: Analisa Gold Emas xauusd Signal Trading xauusd Hari Ini

InforexNews: Analisa Gold Emas xauusd Signal Trading xauusd Hari Ini

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast Analisa Gold Emas xauusd Signal Trading xauusd Hari Ini

Sempat Melonjak, Harga Emas Belum Bergerak Menunggu Katalis Baru

Perdagangan di hari Selasa (17/9) terlihat logam mulia sedang diperdagangkan di sekitar level harga 1.497. Kondisi ini dipertahankan oleh harga emas saat sesi Asia berlangsung karena sangat sedikit sekali katalis yang mampu menggerakkan aset safe haven ini.

Sebelumnya logam mulia sempat mendapatkan keuntungan yang besar setelah kabar penyerangan Saudi Arabia. Dikabarkan bahwa terjadi penyerangan terhadap pusat minyak terbesar global di Arab Saudi oleh pesawat tanpa awak. Penyerangan tersebut telah melenyapkan pasokan 50 persen dari keseluruhan pasokan di Arab Saudi. Kekhawatiran risiko ini telah mendorong kenaikan harga emas karena penghindaran risiko.

Sayangnya kenaikan pada logam mulia masih terbatas setelah mendapatkan perlawanan dari Dolar AS. Mata uang AS tersebut mengalami pemulihan setelah adanya sentimen yang positif dari hubungan perdagangan global. Namun konflik-konflik geopolitik mungkin akan membuat harga emas mengalami lonjakan kembali.

Dilaporkan bahwa Amerika Serikat melemparkan tuduhan kepada Iran mengenai penyerangan pusat minyak mentah Arab Saudi dan pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut. Sementara itu dikabarkan dari Reuters bahwa Arab Saudi akan mengajak para ahli yang berasal dari PBB untuk melakukan penyelidikan terkait penyerangan tersebut.

Mengenai hubungan AS dengan China, diberitakan bahwa Kantor Kehakiman AS melakukan penangkapan terhadap pegawai pemerintah China dengan tuduhan pemalsuan visa. Kabar ini tentunya dapat membuat hubungan AS-China yang mereda akan panas kembali. Sebelumnya memang kedua pihak telah sepakat untuk melakukan negosiasi kembali mengenai perdagangan.

Masuknya suasana risk-off pasar terlihat pada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dalam 10 tahun menuju ke 1,831. Penurunan ini telah mendorong permintaan aset safe haven. Untuk selanjutnya perdagangan yang berkaitan dengan USD akan fokus ke pertemuan FOMC yang membahas kebijakan moneter terbarunya.

Harga Emas Melonjak Memulihkan Diri Dari Penurunan, Data IHP AS Menjadi Fokus

Hari ini logam mulia sedang diperdagangkan dengan kenaikan-kenaikan saat sesi Eropa sedang berjalan di hari Rabu (11/9). Kenaikan harga emas saat ini secara otomatis telah memangkas penurunan-penurunan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya. Bahkan penurunan tersebut telah mengirim logam mulia menuju ke titik paling rendah dalam empat pekan terakhir.

Pergerakan turun harga emas sebelumnya terjadi karena adanya pemulihan sentimen risiko pasar. Terlebih lagi dikabarkan bahwa telah ada optimisme yang datang dari perdagangan antara AS dengan China baru-baru ini. Kondisi-kondisi tersebut telah membuat permintaan safe haven menurun karena sentimen risiko yang bangkit. Sehingga membawa logam mulia koreksi dari titik paling tinggi dalam tahunan.

Ada berbagai faktor yang membuat permintaan logam mulia melonjak baru-baru ini. Faktor tersebut rata-rata datang dari sektor geopolitik dimana dikabarkan bahwa Korea Utara telah meluncurkan roket multipel yang cukup besar sebagai langkah uji coba pada hari Selasa kemarin (10/9). Kabar ini otomatis membuat pasar khawatir terhadap dana mereka dan memilih memindahkannya ke aset safe haven seperti logam mulia.

Namun sayangnya kenaikan harga emas baru-baru ini tidak ada tindakan lebih lanjut dan dibatasi oleh level psikologi penting di bawah level harga 1.500. Pasalnya sampai saat ini imbal hasil obligasi Treasury AS telah mengalami kenaikan. Imbal hasil sendiri menjadi tolak ukur sentimen risiko dimana kenaikannya akan membuat pasar menjauh dari safe haven termasuk logam mulia. Terlebih lagi kabar optimis dari perdagangan AS-China akan membatasi kenaikan logam mulia lebih tinggi lagi.

Untuk perdagangan selanjutnya emas akan fokus ke rilis data dari AS mengenai inflasi harga produsen (IHP). Rilis data ini akan memberikan pergerakan pada USD sehingga secara otomatis akan menggerakkan juga posisi harga logam mulia di pasar global.

Sinyal Tidak Jelas Perang Dagang Kembali Membuat Harga Emas Melonjak

Saat perdagangan sesi kawasan Eropa berlangsung hari Selasa (27/8), harga emas mengalami kenaikan cukup tinggi. Bahkan logam mulia menguat sampai menyentuh titik paling tinggi baru dalam perdagangan harian di sekitar level harga 1.535.

Sebelumnya harga emas sempat menyentuh titik paling tinggi dalam multi tahun namun mendapat penolakan dan menurun. Saat ini terlihat telah mendapatkan kekuatan dorongan cukup besar untuk naik lebih tinggi di hari Selasa. Pasalnya permintaan pasar terhadap aset-aset safe haven mengalami lonjakan bersamaan dengan pembaruan kabar perdagangan baru-baru ini. Pasar saat ini sedang merasa khawatir bahwa optimisme dagang AS-China beberapa waktu terakhir akan memudar.

Kemarin dikabarkan bahwa Presiden Trump mengklaim bahwa ada pihak negosiator China yang menghubungi pemerintah AS. Dalam pembicaraan tersebut dikatakan bahwa China ingin menyelesaikan kesepakatan negosiasi dengan perundingan yang dingin. Secara otomatis hal ini membuat permintaan USD melonjak dan sempat membuat logam mulia melemah.

Namun sayangnya hari in dikabarkan melalui Menteri Luar negeri China bahwa mereka menolak klaim Presiden Trump mengenai pengajuan pembicaraan dagang kembali. Atas kabar ini pasar mengalami kebingungan karena adanya perbedaan kesaksian dari pihak AS dan China. Kondisi ini membuat pasar mulai khawatir kemajuan-kemajuan yang terjadi beberapa waktu terakhir akan memudar.

Sikap pesimis pasar terlihat dari lonjakan harga emas yang menyentuh titik paling tinggi dalam perdagangan harian. Selain itu bursa ekuitas global juga mengalami pelemahan yang diikuti oleh yield obligasi Treasury AS yang menurun. Kondisi ini membuat Dolar AS kembal tertekan karena pasar yang pesimis.

Semakin panjangnya konflik dagang AS dengan China semakin membuat pasar menaruh kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global dan adanya kemungkinan terjadi resesi global. Kondisi ini akan membuat permintaan aset safe haven melonjak tinggi.

Harga Emas Sempat Melonjak Karena Kenaikan Tarif, Harapan Pembicaraan Memulihkan Sentimen Risiko

Perdagangan logam mulia sempat mengalami lonjakan permintaan dan mengirim harga emas menuju ke titik paling tinggi sejak bulan April 2013 lalu. Namun saat ini logam mulia tampak kehilangan kekuatan dan turun menuju ke level harga paling rendah dalam harian di 1.538 sebelum akhirnya bisa melonjak tinggi menuju ke 1.541.

Harga emas mengalami lonjakan tinggi setelah adanya pembaruan kabar mengenai perang dagang antara AS-China. Kabar tersebut membuat pasar memilih menghindari risiko yang berbahaya saat perdagangan awal pekan ini. Dikabarkan bahwa AS dan China telah menaikkan tarif atas masing-masing barang yang masuk.

Kabar terbaru hubungan kedua negara ini disampaikan Wall Street Journal bahwa pembantu Presiden Trump bahwa saat ini Presiden Trump tidak ada rencana untuk berusaha meminta kekuatan. Seperti juga tindakan paksaan agar perusahaan AS memindahkan lokasi operasi dari kawasan China. Sementara itu China juga memberikan respon atas langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah AS.

Dari Reuters bahwa Wakil Perdana Menteri China yaitu Liu He mengatakan telah siap untuk menyelesaikan perang dagang dengan AS. Dia siap mencapai kesepakatan dengan negosiasi dalam kondisi yang tenang. Liu juga menyampaikan bahwa China sangat tegas menolak kenaikan eskalasi perang dagang. Karena kondisi ini sangat merugikan bagi ekonomi AS maupun China.

Atas kabar terakhir, harga emas mengalami penurunan karena sentimen risiko yang mulai pulih. Sentimen pasar berharap akan ada pembicaraan kesepakatan antara AS dengan China pada bulan September mendatang. Walaupun positif, imbal hasil AS tetap berada di level paling rendah dalam tahunan. Pasar saat ini akan mencoba menunggu kabar terbaru mengenai kedua negara. Karena kabar apapun akan menggerakkan sentimen risiko yang mampu menentukan arah logam mulia.

 

Harga Emas Kembali Turun Karena Optimisme Pasar, Menunggu Acara Selanjutnya

Perdagangan pada hari Jumat (23/8) saat sesi awal kawasan Asia, sentimen risiko terlihat menguasai perdagangan. Kondisi ini membuat harga emas menurun menuju ke level harga 1.497 saat sesi Asia sedang berlangsung. Logam mulia terus berada di bawah tekanan ketika Dolar AS menerima dorongan-dorongan penguatan. Para pelaku pasar dan investor di sekitar USD juga sedang menunggu rincian pidato acara Simposium Jackson Hole yang akan menjelaskan arah kebijakan Fed.

Pelemahan harga emas baru-baru ini disebabkan oleh penguatan Dolar AS karena suasana optimis pada pasar. Presiden Trump dan Penasihat Ekonomi Pemerintah AS Larry Kudlow menyampaikan komentar yang sangat baik mengenai perdagangan AS dengan China. Dengan ini maka membuat komoditas denominasi USD mengalami tekanan.

Sementara itu harga emas juga menerima tekanan dari New Zealand. Komentar terbaru dari Gubernur bank sentral NZ yaitu Adrian Orr mengenai kebijakan moneter membuat sentimen risiko melonjak. Komentar tersebut membuat prospek penggunaan alat kebijakan moneter yang tidak biasa meredup total. Pasar tidak menginginkan penggunaan kebijakan tidak konvensional, sehingga pernyataan Adrian Orr memunculkan optimisme pasar.

Sentimen risiko pasar telah mengalami pemulihan setelah kemarin sempat meredup karena beberapa masalah yang muncul kembali. Tolak ukur sentimen risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS 10 tahun mengalami lonjakan dan berhasil memotong lebih tinggi terhadap imbal hasil 2 tahunan. Saat ini 10 tahunan berada di 1,622 persen saat sesi Asia berlangsung.

Perdagangan emas selanjutnya akan terfokus ke pencarian petunjuk arah kebijakan moneter dari Fed. Powell akan menyampaikan pidato saat acara Simposium Jackson Hole, dimana momen ini dipercayai pasar menjadi kesempatan bagi Powell untuk menyampaikan rencana pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin bulan September mendatang.

Dolar New Zealand Pulih Karena Laporan Data China, Fokus Tertuju Pada Negosiasi AS-China

Dolar New Zealand

Dolar New Zealand hari ini tampak berhasil melakukan pemulihan terhadap Dolar AS menuju ke level harga 0.6840. Penyebab penguatan Kiwi adalah setelah laporan data dari Biro Statistika Nasional China mengenai angka produksi sektor industri dan penjualan eceran. Untuk data angka produksi sektor industri China mengalami penurunan dari data sebelumnya menuju …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPUSD- Peluang Entry setelah runtuhnya Poundsterling-Election Effect (12 Juni 2017)

Selamat Pagi pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair GBPUSD untuk hari ini. Simak GBPUSD dalam 4 Hours chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak Jumat kemarin pair ini belum menunjukan adanya Tekanan kuat dari para Buyer maupun para Seller. Sehingga kita harus melihat pola awal dari kemungkinan …

Baca Lebih Lanjut.. »

WAJAH EMAS HARI INI 10 January 2017

XAUUSD Daily Chart Harga emas terhadap USDollar bergerak sedikit meninggi  pada sesi Asia di hari Senin. Kemunginan yang ada , adalah  investor menunggu pernyataan dari pejabat the Fed pada minggu ini. Emas naik tipis 0,21% menjadi $ 1,175.85 per troy ounce. Chart H4 Minggu depan,ada beberapa rilis fundamenta ekonomi  AS, seperti angka penjualan ritel untuk …

Baca Lebih Lanjut.. »

Bank Of America Mengungkap Penargetan Tunai Dengan Penandatanganan Paten Blockchain Baru

Bank Of America Mengajukan Hak Paten Untuk

Bank of America (BoA) ingin mematenkan sistem menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan penanganan uang tunai . Awalnya diajukan pada bulan Juni 2017, referensi paten “sistem perbankan dikendalikan oleh catatan bantalan data.” “Aspek pengungkapan terkait dengan penggelaran, konfigurasi, dan penggunaan perangkat penanganan uang tunai untuk menyediakan fungsi operasi yang dinamis dan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Laporan : Teknologi Blockchain Dapat Mengurangi Ketidakpastian Dalam Perdagangan Luar Negeri

Dalam kebijakan singkatnya yang baru, Pusat Penelitian Internasional Austria Ekonomi (FIW) telah memeriksa kemungkinan efek dari digitalisasi, termasuk teknologi blockchain, pada ekonomi ekspor . Laporan ini disiapkan oleh Bernhard Dachs dari Institut Teknologi Austria atas nama Kementerian Federal Austria untuk Urusan Digital dan Ekonomi dan menarik citra positif teknologi blockchain …

Baca Lebih Lanjut.. »

Emiten Dengan Imbal Hasil Terbaik

INFOREXNEWS – Sebagian besar emiten telah merilis laporan keuangan pada tahun 2016 lalu. Kini saatnya bagi kita untuk mengukur imbal hasil (return) yang dicetak oleh emiten setelah menjalankan bisnisnya selama setahun penuh. Dari 45 emiten yang masuk kelompok indeks LQ45, Matahari Department Store Tbk (LPPF) memiliki nilai return on equity (RoE) tertinggi, yakni sebesar 136,40%. Hal ini …

Baca Lebih Lanjut.. »