>
Home / Tag Archives: indeks dolar AS

InforexNews: indeks dolar AS

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast indeks dolar AS

Indeks Dolar AS Terseret Karena Komentar Trump Atas AS-China, Optimisme Kesepakatan Tetap Mendominasi

Pergerakan Indeks Dolar AS atau DXY yang digunakan unutk mengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama terlihat sedang bergerak dengan bias negatif. DXY tampak akan bergerak menuju ke kawasan level 97,40 yang merupakan kawasan paling rendah skala mingguan. Memang Indeks dalam perdagangan selama tiga sesi beruntun mengalami pelemahan yang cukup besar di hari Selasa. Turunnya pergerakan DXY disebabkan karena naiknya kekhawatiran pasar mengenai masalah perdagangan antara AS dengan China dengan adanya ancaman kenaikan tarif atas barang China.

Tapi secara luas sampai saat ini para pelaku pasar dan investor masih memberikan sikap optimis atas negosiasi dagang AS dengan China. Walaupun beberapa waktu terakhir terlihat mengalami kemunduran dengan adanya ancaman Trump tapi pasar masih melihat potensi besar terjadi kesepakatan antara kedua negara tersebut. Paling penting sesuai jadwal akan ada kunjungan perwakilan dari China menuju ke AS akhir pekan nanti untuk melanjutkan negosiasi kesepakatan dagang mereka. Jika terus mengalami kemunduran maka bisa mengancam pergerakan Indeks Dolar AS ke depannya.

Sementara itu pada data-data AS telihat pada Indeks IBD akan merilis data selanjutnya mengenai pembukaan kerja JOLTs. Selain itu peristiwa R. Kaplan dari Fed bagian Dallas akan memberika pastisipasinya dalam proses negosiasi di China. Sementara itu R. Quarles akan membicarakan mengenai Peraturan Keuangan.

Saat ini pengukur kekuatan greenback sudah mulai mengalihkan fokus menuju ke negosiasi dagang antara AS dengan China. Tapi perlu diingat bahwa ketidakpastian dan rasa pesimis pada masalah ini bisa bersifat hanya sementara saja. Sehingga fokus pasar bisa lebih tertuju pada inflasi AS yang kurang sesuai harapan dan juga beberapa kekhawatiran pada anggota Fed. Hal-hal tersebut ke depan akan mempengaruhi pergerakan Indeks Dolar AS.

Indeks Dolar AS Stagnan Memangkas Kenaikan, Fokus NFP AS dan Negosiasi AS-China

Hari ini kondisi pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) sebagai pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama tampak mengalami momen stagnan. pergerakan DXY sangat sensitif dan memperhatikan volume perdagangan pasar dan rilis-rilis data ekonomi. Saat ini sedang diperdagangakan di kawasan leveol harga 97,00. Kawasan ini adalah kawasan krisis yang mana terdapat penghalang pergerakan harga lebih lanjut. Kondisi ini terjadi ketika arah perdagangan global belum jelas sama sekali.

Kenaikan selama lima hari DXY tampaknya harus terhalang di kawasan angka 97,00 untuk saat ini. Terlebih lagi sampai sekarang belum ada kabar terbaru dari negosiasi tahap akhir antara Amerika Serikat dengan China. Hal ini memicu meredanya kekhawatiran pasar terhadap perdagangan mata uang. Kabar terbaru dari AS-China sangat menggerakan sentimen resiko dalam volume tinggi. Dengan minimnya kabar membuat para pelaku pasar lebih memilih aset safe haven seperti Yen Jepang dan logam mulia.

Fokus utama pasar akan tetap tertuju pada pertemuan antara Trump dan Xi Jinping yang diprediksi menyebabkan pergerakan dengan volatilitas tinggi. Diharapkan pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret ini. Sementara itu untuk perdagangan jangka pendek Indeks Dolar AS, para pelaku pasar akan memperhatikan rilis data mengenai ketenagakerjaan AS yang rilis besok Jumat. Kritik Trump terhadap kebijakan moneter yang diambil oleh Fed juga akan membuat pergerakan DXY untuk beberapa waktu ini.

Ekonomi Amerika Serikat sendiri tampak mengalami pemulihan pasca konflik dagang AS-China lalu. Hasil PDB kuartal empat yang positif dan beberapa indikator lainnya yang baik membuat pergerakan Indeks Dolar AS semakin optimis. Ini juga akan meruntuhkan spekulasi pasar mengenai berhentinya siklus kenaikan suku bunga AS.

Dolar AS Menguat Berkat Pertumbuhan Ekonomi yang Lemah

Dolar AS sedikit lebih tinggi terhadap mata uang utama di Eropa pada hari Jumat(15/2). Setelah data inflasi China yang lemah semalam memperkuat kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan telah dihidupkan kembali pada minggu ini, setelah penurunan tajam penjualan ritel AS pada bulan Desember. Serta masih belum ada cukup bukti kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara Cina dan AS untuk menunjukkan bahwa risk appetite akan kembali dengan cepat.

Pada pukul 8:00 GMT, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama berada di 96.953, level tertinggi baru dalam dua bulan di 97.120 yang dicapai pada hari Kamis (13/2).

Pasar tidak bereaksi banyak terhadap berita bahwa Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional atas keamanan perbatasan. Setelah menandatangani RUU pengeluaran yang dikeluarkan awal pekan ini di Kongres. Sementara ancaman penutupan pemerintah lainnya telah dicabut, preseden mengancam untuk melemahkan prinsip lama pengawasan belanja Kongres dan memperkenalkan ketidakstabilan jangka panjang dalam politik AS.

Euro berada di $ 1,1278, turun 0,2% dan tampaknya diatur untuk menguji level terendah dalam tiga bulan dari $ 1,1218. PoundInggris masih berjuang di bawah $ 1,28 setelah kekalahan parlemen lainnya pada hari Kamis (13/2) mengenai rencana Brexit dari May.

Kedua mata uang akan menjadi sensitif pada hari Jumat (14/2) untuk data penjualan ritel Inggris di bulan Januari. Yang akan mengkonfirmasi atau melawan tren data yang menunjukkan ekonomi macet ketika Brexit semakin dekat.

 

Dolar AS Melemah Saat Risiko Penutupan Pemerintah AS Turun

Setelah peningkatan beruntun dalam delapan hari, dolar AS akhirnya menarik kembali pada awal perdagangan di Eropa pada hari Rabu (13/2). Ketika permintaan untuk aset safe haven melemah pada tanda-tanda bahwa pemerintah federal AS tidak akan ditutup lagi tahun ini.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (1/2) bahwa dia tidak senang dengan kesepakatan.Sementara di Kongres yang akan mengalokasikan hampir seperempat dari apa yang dia cari untuk sebuah tembok di perbatasan selatan AS. Itu hanya bagian dari total keseluruhan $ 23 miliar yang sekarang telah dialokasikan untuk keamanan perbatasan.

Selain itu, risk appetite telah didukung oleh petunjuk kuat dari Trump bahwa ia akan mendorong kembali batas waktu 1 Maret untuk pengenaan tarif baru pada impor China. Jika AS dan China membuat kemajuan yang cukup dalam mengatasi berbagai masalah perdagangan sementara itu.

“Jika kita dekat dengan kesepakatan. Saya bisa melihat diri saya membiarkan slide itu untuk sementara waktu,” kata Trump. Yuan China naik semalam berkat komentar tersebut.

Pada pukul 08:15 GMT, indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama berada di 96,82. Turun dari level tertinggi pada tahun 2019 di 97,18 yang ditetapkan tadi malam.

Di tempat lain, euro dan pound Inggris sedikit menguat, tetapi kenaikan euro dibatasi oleh komentar dari kepala bank sentral Belanda Klaas Knot. Yang mengatakan kepada Financial Times bahwa pelambatan ekonomi zona euro saat ini mungkin berlangsung beberapa kuartal.

Rally Dolar AS Memasuki Hari ke Enam, Dibantu Pelemahan Euro

Dolar AS berada di dekat level tertinggi dalam dua minggu terhadap euro pada awal perdagangan di Eropa pada hari Jumat (8/2). Setelah sebuah laporan mengecilkan peluang AS dan China dalam mengakhiri perang perdagangan mereka.

Pada pukul 08:15 GMT, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, berada di level 96,38, ditutup pada ketinggian baru untuk 2019. Sekarang naik selama enam hari terakhir, rally terpanjang sejak Oktober. Terhadap euro, berada di $ 1,1336.

Kenaikan terakhir muncul setelah laporan Wall Street Journal mengatakan “sangat tidak mungkin” terjadi. Dengan menyebutkanbahwa Presiden Donald Trump dan Xi Jinping akan bertemu untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan mereka sebelum tarif baru AS mulai berlaku pada 1 Maret. Komentar bearish semacam itu cenderung mendukung dolar AS, yang fungsi safe haven muncul ke permukaan ketika ketegangan perdagangan meningkat.

Tetapi kekuatan dolar AS juga memberikan dampak terhadap kelemahan mata uang lain saat ini. Terutama karena Federal Reserve secara efektif menahan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

“Kami akan dilayani dengan baik dan negara akan terlayani dengan baik jika kami berhenti serta bersabar selama beberapa bulan dan agak keluar dari jalan,” Ketua Dallas Fed Robert Kaplan – salah satu anggota Fed yang lebih hawkish- yang mengatakan dalam sebuah pidato hari Kamis (7/2). Dia mencatat bahwa stimulus dari pemotongan pajak 2017 semakin berkurang, sementara kenaikan suku bunga tahun lalu masih memiliki efek pada ekonomi secara luas.

 

Antisipasi BI Terhadap Kenaikan Suku Bunga Acuan AS

INFOREXNEWS – Bank Indonesia (BI) pastinya akan mengantisipasi dampak dari kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang diperkirakan akan dilakukan pada semester II-2017 mendatang. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan bahwa Indonesia ini faktor eksternalnya kan besar. Untuk pendanaan datangnya dari luar negeri, jadi faktor kenaikan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian WTI OIL- Peluang Entry Untuk Hari Ini (23 Juli 2018)

Selamat Pagi pembaca,  Hari ini, WTI OIL / US OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang menarik. Simak WTI OIL dalam 4 Jam chart berikut:   Dilihat dari chart di atas, tampak harga komoditas WTI OIL kini masih bergerak didalam zona rejeksi (Kotak …

Baca Lebih Lanjut.. »

BI Dapat Longgarkan GWM Hingga Level 5%

INFOREXNEWS – Ekonom Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) berpeluang untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM). Penurunan GWM ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit.  Namun, pertumbuhan kredit untuk tahun ini masih tidak secepat yang diperkirakan, lantaran permintaan masih melemah. Kemungkinan, pertumbuhan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Formasi Candlestick Patterns Serial

Konsep Dasar Candlestick Pattern Konsep dasar pembentukan pola atau Candlestick Patterns didasari oleh trendline, support dan resistance. Pengembangan patterns adalah presisi dari Dow Theory sehingga menjadi study teknikal yang penting. Kita ketahui konsep ini dikemukan sekitar tahun 1920-an oleh RN. Elliot yang memiliki pandangan bahwa manusia memiliki pandangan yang kurang …

Baca Lebih Lanjut.. »