>
Home / Tag Archives: indeks US Dollar

InforexNews: indeks US Dollar

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast indeks US Dollar

Sinyal Positif Dari Perang Dagang Amerika Dan Cina Membuata Indeks US Dollar Menguat Perlahan

Indeks US Dollar kembali menguat perlahan dipenghujung minggu lalu setelah adanya signal positif atas pandangan optimisme para investor mengenai pembicaraan Amerika Serikat dan Cina untuk mengakhiri perang dagang mereka.

Dalam laporan media pada hari Kamis dan Jumat kemarin menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Cina tengah mempertimbangkan sebuah konsesi menjelang kunjungan Wakil Perdana Menteri Cina, Liu He, ke Amerika Serikat pada tanggal 30 dan 31 Januari mendatang.

Liu He dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyelesaikan kebuntuan perdagangan antara kedua negara saat ini.

Cina telah menawarkan pembelian yang lebih banyak alias memborong produk-produk Amerika Serikat selama enam tahun guna meningkatkan impor dari negara Paman Sam tersebut. Hal ini merupakan upaya Cina untuk mengkonfigurasi ulang hubungan perdagangan mereka dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin, membahas soal pelepasan sebagian atau seluruh tarif masuk untuk barang – barang dari Cina dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama diskusi perdagangan yang akan dijadwalkan pada 30 Januari mendatang.

Dari pihak the Fed menyatakan bahwa data produksi industri Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan juga berkontribusi mengangkat indeks US Dollar perlahan. Output manufaktur pun meningkat cukup pesat yang didorong oleh lonjakan produksi kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya.

Memasuki tahun 2019, pelemahan dolar Amerika adalah hasil dari konsensus di antara para pedagang pasar mata uang setelah adanya dugaan bahwa the Fed akan berhenti menaikkan suku bunga dan ekonomi akan melambat serta adanya bayang – bayang resesi yang telah diperkirakan oleh beberapa analis sehingga kenaikan yang terjadi saat ini belumlah suatu pertanda Bullish yang kuat yang patut kita waspadai bersama.

 

 

 

Euro Masih Tertahan Indeks US Dollar Dan Sentimen Brexit

Indeks US Dollar masih mencoba menekan Euro disepanjang sesi market, meskipun secara teknikal harga masih terlihat mencoba bertahan meskipun dalam fundamental pun masih dibayangi oleh hasil data ekonomi yang lemah.

Data inflasi untuk blok perdagangan Eropa menunjukkan adanya tekanan harga surut lebih jauh dari target bank sentralnya, mempersulit situasi untuk European Central Bank (ECB) yang saat ini diharapkan untuk menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini.

Kepala strategi mata uang di Oanda, Dean Popplewell, menjelaskan bahwa data yang dirilis dari Eropa pada minggu ini berada di sisi yang lebih “lembut” dan menunjukkan bahwa dari sudut pandang ekonomi, Eropa secara teknis berada dalam bayang – bayang resesi.

Sementara itu Poundsterling naik ke level tertingginya terhadap Euro di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Inggris dapat menghindari no-deal Brexit.

Baca Juga:

Perdana Menteri Theresa May telah bertemu anggota parlemen Inggris dalam upayanya untuk menemukan jalan keluar dari kebuntuan tentang bagaimana Inggris harus meninggalkan Uni Eropa, setelah rencana May ditolak oleh parlemen pada hari Selasa kemarin.

Meskipun dia telah berulang kali menolak referendum kedua, kampanye vokal yang mendukung pemungutan suara baru mendapat dukungan dari beberapa anggota parlemen.

Panduan resmi pemerintah Inggris yang dibagikan kepada para pembuat undang-undang pada hari Rabu yang menunjukkan bahwa pengaturan referendum kedua akan memakan waktu lebih dari setahun.

Hal ini (mengenai Brexit) ternyata berdampak pada pandangan para investor dan trader akan potensi Euro (terutama terhadap Poundsterling di pair EURGBP) yang saat ini terlihat lebih menekan Euro sehingga secara global tidak mampu bangkit “menghadapi” mata uang lainnya, termasuk Yen Jepang.

 

Menguatnya Sentimen Pada Beberapa Mata Uang Utama Menahan Pergerakan Indeks US Dollar

Pergerakan indeks US Dollar masih tertahan setelah adanya peningkatan perlahan pada transaksi mata uang Yen Jepang secara global yang membuat harga USDJPY bergerak naik perlahan dan juga karena penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor Cina dalam data yang dirilis kemarin serta meningkatkan kekhawatiran pasar pada perekonomian global.

Ekspor Cina mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun pada periode Desember, dan impor pun mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa tarif impor baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat untuk barang-barang Cina sudah merugikan perekonomian negeri Panda tersebut.

Poundsterling pun juga menahan laju indeks US Dollar setelah mengalami penguatan perlahan pasca tersiarnya kabar bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May, tengah mempersiapkan upaya barunya untuk mengamankan dukungan bagi kesepakatan Brexit dari para pemberontak di partainya, dengan mencoba membatasi waktu bagi Inggris agar tetap sejalan dengan peraturan Uni Eropa setelah terjadinya Brexit.

Baca Juga:

Mayoritas pengamat politik dan pelaku pasar tetap memperkirakan Theresa May akan kehilangan suara penting dari parlemen Inggris pada kesepakatan tersebut dalam sebuah pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari ini.

Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD) yang sensitif terhadap risiko masih terlihat mendapat tekanan perlahan dari indeks US Dollar, dimana kondisi politik dan perekonomian di Amerika Serikat masih belum berada dalam kondisi kejelasan yang baik dan dalam pandangan skeptis dari sebagian besar investor.

Poundsterling Tetap Perkasa Melawan Sentimen Positif Indeks US Dollar

Ditengah penguatan sentimen positif dari indeks US Dollar yang mendorong jatuh banyak mata uang (seperti Euro), ada pukulan keras terhadap DXY yang datang dari Poundsterling Inggris (GBP) yang tetap terdongkrak kuat mengikuti ekspektasi pasar yang menguat bahwa Inggris akan berusaha untuk menunda tenggat waktu yang dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa.

Keperkasaan Poundsterling terjadi menjelang pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari Selasa besok, 15 Januari, mengenai kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggirs, Theresa May, yang secara luas diperkirakan akan ditolak, GBP justru menanjak karena anggota parlemen senior Inggris secara pribadi mengakui masih diperlukan lebih banyak waktu bahkan jika kesepakatan perdana menteri itu berhasil merengkuh dukungan parlemen.

Baca Juga:

Berdasarkan data indeks inflasi konsumen Amerika Serikat pada hari Jumat kemarin tampaknya berhasil membendung kerugian dolar Amerika meskipun data tersebut justru menunjukkan adanya laju tekanan harga yang melambat pada bulan Desember 2018.

Melambatnya inflasi tersebut kemungkinan akan membuat The Fed tetap pada jalurnya untuk mengadopsi laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat, demikian menurut sebagian analis.

CIBC dalam catatan kepada kliennya, menyebutkan bahwa dengan sedikitnya indikasi percepatan pada tekanan upah pekerja atau tarif yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi, the Fed bisa saja mengambil jeda di kuartal pada laju kenaikan suku bunganya untuk (terlebih dahulu) menilai kesehatan indikator pertumbuhan.

 

Indeks US Dollar Mencoba Pulih Kembali Pasca Pernyataan The Fed

Indeks US Dollar mulai mencoba bergerak menguat setelah Ketua the Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa the Fed bermaksud untuk mengecilkan neraca lebih lanjut, hal ini menjadi sebuah sinyal bahwa the Fed belum sepenuhnya menghentikan pengetatan kebijakan moneternya.

Jerome Powell pun menyampaikan bahwa ia juga melihat tidak adanya risiko jangka pendek dari resesi Amerika Serikat dan mengharapkan momentum positif berkelanjutan pada data ekonomi.

Penyebab merosotnya indeks US Dollar diawal tahun ini adalah karena risalah dari rapat kebijakan the Fed 18-19 Desember 2018 lalu (FOMC) yang menunjukkan adanya beberapa pembuat kebijakan yang mendukung suku bunga untuk tetap stabil di tahun ini.

Baca Juga:

Kemarin, beberapa pejabat The Fed lainnya telah kembali menggemakan sikap hati-hati dari risalah tersebut. Presiden the Fed, St. Louis James Bullard, yang memiliki hak voting di FOMC pada tahun ini, telah mengatakan sikap kebijakan the Fed mungkin terlalu agresif dan semestinya lebih mendengarkan sinyal pasar dan berhenti untuk menaikkan suku bunga.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Charles Evans, mengulangi pandangannya pada hari kamis kemarin bahwa The Fed memiliki “kapasitas yang baik untuk menunggu”, sebelum melakukan tiga kenaikan suku bunga lagi (menurut perkiraan Charles).

Presiden the Fed, Richmond Thomas Barkin, juga berbicara dengan hati-hati kemarin, ia mengatakan bahwa para relasinya kini tengah merasa khawatir tentang berapa lama pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang kuat akan dapat berlanjut.

 

Analisa Harian EURJPY- Peluang Entry Potensial Untuk Hari Ini (25 Juli 2017)

Selamat Siang pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair EURJPY untuk hari ini. Simak EURJPY dalam Chart 4 Jam berikut: Dilihat dari gambar chart di atas, tampak harga belum mampu menembus batas bawah zona konsolidasi (Kotak hitam). Dalam gambaran pola yang terbentuk sebelumnya, tampak pair ini masih memiliki potensi penurunan. Breakout harga …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian USDJPY Peluang Entry untuk Hari Ini (26 Maret 2019)

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga yang menarik. Simak Chart Analisa USDJPY dalam 4 Hour chart berikut:                  Dilihat dari chart di atas, tampak harga USDJPY kini …

Baca Lebih Lanjut.. »

Penguatan Pada Minyak Terdukung Karena Pelemahan Greenback

Pergerakan pada minyak mentah pada hari ini masih menjulai naik sebesar 1,3%, menuju ke tingkat $52.92 per barel. Adapun penguatan ini disebabkan karena pelemehan Dollar AS yang terjadi hari ini. Akan tetapi kenaikan ini kemungkinan masih bersifat masih terbatas setelah data minyak terbaru dari AS, dimana cadangan minyak mentah dan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian USDJPY- Peluang Entry untuk Hari Ini ( 29 September 2017)

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, USDJPY memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak masuk kedalam arus Uptrend. Simak USDJPY dalam 4 Hours chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak USDJPY  berada dalam pola kenaikan zig zag dengan pembentukan High Low yang tidak begitu lebar rangenya (Garis Hitam …

Baca Lebih Lanjut.. »