>
Home / Tag Archives: jepang

InforexNews: jepang

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast jepang

Yen Jepang Mendominasi USDJPY Karena Ketegangan Kembali AS-China

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang mengalami penurunan di hari Senin (5/8) saat sesi Asia berlangsung. Kondisi ini terjadi karena para pelaku pasar dan investor lebih memilih menjauh dari aset-aset berisiko karena menunggu kabar pembaruan dari perang dagang.

Dikabarkan bahwa China tidak akan tinggal diam dengan tawaran syarat yang diajukan oleh AS. Tawaran tersebut telah membuat prospek yang suram atas aset-aset berisiko dan mendukung penguatan Yen Jepang awal sesi. Dampak prospek perang dagang yang buruk juga terlihat pada pasar ekuitas yang merosot. Pada S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan masing-masing 3,1 persen dan 3,9 persen. Bahkan penurunan ini menjadi yang paling besar selama tahun 2019 ini.

Selain dari sisi perang dagang, Yen Jepang juga mendapatkan dorongan positif setelah Jepang memutuskan untuk melakukan perlindungan pada nilai Yen dan pada GPIF. Ini merupakan dana pensiunan paling besar di dunia. Keputusan Jepang menjadi sejarah baru karena melakukan pembelian pada obligasi dengan lindung nilai untuk pertama kalinya.

Laporan terbaru mengatakan bahwa pemerintah China sedang melakukan pertimbangan apakah harus melanjutkan pembicaraan atau tidak. Pasalnya mereka mulai mempertanyakan kegunaan pembicaraan setelah pernyataan terakhir Presiden Trump yang mengecewakan pasar.

Untuk perdagangan pasangan USDJPY selanjutnya mungkin akan lebih terbebani oleh usaha pelemahan USD oleh pemerintah AS.  Fed akan menjadi fokus pasar karena akan ada spekulasi mengenai apakah Fed akan berkomitmen pelonggaran lebih lanjut atau tidak. Karena dampak kenaikan tarif akan cukup membuat ekonomi AS lemah. Hal ini bisa memicu pelonggaran lanjutan pada pertemuan selanjutnya dan memangkas pernyataan Fed bahwa pelonggaran saat ini bukan merupakan awal siklus namun hanya penyesuaian.

Yen Jepang Lemah Karena USD Kuat Walaupun Ada Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang hari ini saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung sedang berusaha mengetes MA 50 harian dan sedikit turun dari level harga 109. Selanjutnya pasar akan mempertanyakan apakah USD mampu menguat dan menguji level harga 109 atau justru pasar lebih memilih berhati-hati mendekati pembicaraan dagang antara AS dengan China yang akan dimulai pada awal pekan ini di Shanghai.

Untuk kemungkinan penguatan USD dan pelemahan Yen Jepang bisa terjadi jika memang pasar terbawa dengan harapan siklus uang pada Fed. Sementara itu Yen bisa saja mengalami penguatan jika memang Fed memangkas suku bunga dengan jumlah yang agresif dan memberikan isyarat sepanjang pernyataan. Terlebih lagi Yen akan diuntungkan jika pembicaraan antara AS-China tidak menemui kesepakatan yang baik.

Sebelumnya USD sempat menerima dorongan beli setelah rilis data mengenai produk domestik bruto yang mengalahkan harapan dan menyenangkan pasar pekan kemarin. Hasilnya indeks DXY melonjak menuju ke level 98 dan pekan lalu ditutup dengan kenaikan 0,2 persen.

Pada tolak ukur sentimen resiko global yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS skala 2 tahun mengalami lonjakan menuju ke 1,88 persen dan 10 tahunan menuju ke 2,10 persen. Hasil ini menggambarkan bagaimana suasana risk-on pasar sedang berlaku dan melemahkan Yen Jepang.

Sampai saat ini para pelaku pasar dan investor sedang menerima pemotongan suku bunga oleh Fed sebesar 28 basis poin pada pertemuan FOMC pekan ini. Walaupun harapan pemangkasan suku bunga tetap ada, tapi pada S&P 500 dan Nasdaq ditutup dengan hasil yang memuaskan di titik paling tinggi. Hal tersebut yang juga menjadi alasan kenaikan USDJPY menuju ke titik paling tinggi bangkit dari level paling rendah di 107,30 Jumat lalu.

Yen Jepang Sepi Peminat, USDJPY Stabil Menunggu Data NFP Dari AS

Hampir seluruh pasangan mata uang yang bersilangan terhadap Dolar AS hari ini sedang dalam fase konsolidasi. Pasangan USD terhadap Yen Jepang juga masih dalam gerakan yang stabil dengan jarak perdagangan yang masih sempit di sekitar level harga 108,00 saat sesi dagang kawasan Asia di hari Jumat (7/6). Para pelaku pasar dan investor saat ini memang sedang menunggu rilis data NFP dari AS untuk menentukan arah gerakan ke depannya.

Sebelumnya pasangan USDJPY telah membentuk sebuah formasi divergen yang sayangnya juga telah gagal untuk memberikan dorongan positif. Dampaknya pada hari ini pasangan bergerak dengan jarak yang sangat terbatas dan cenderung lebih tenang. Yen Jepang terlihat tidak memainkan peran banyak saat ini dan lebih didominasi oleh USD yang sedang dalam fase defensif karena meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga oleh Fed pada tahun ini.

Saat ini dinamika sentimen resiko global terlihat sedang mengalami pemulihan yang menyebabkan safe haven sepi peminat pembeli pada hari ini. Hal ini yang juga membatasi kekuatan Yen Jepang untuk menyeret USDJPY turun lebih dalam lagi. Kondisi pasar Yen yang sepi peminat diperburuk juga oleh pasar USD yang tidak mau menaruh investasi yang agresif mendekati rilis data NFP nanti malam. Para pelaku pasar dan investor lebih suka untuk menunggu mendekati rilis data yang cukup menggerakkan USD ini.

Data NFP AS diprediksi akan mengalami pelemahan menuju ke sekitar 185K dari data sebelumnya yaitu 263K. Selain data NFP yang menjadi fokus utama, data mengenai perubahan tingkat pengangguran dan juga pendapatan rata-rata per jam turut berkolaborasi untuk menggerakan USD. Masing-masing data tersebut diprediksi akan tetap tidak berubah dari data sebelumnya.

Yen Jepang Melemah Karena Data Domestik, Data Dari AS Menjadi Fokus Selanjutnya

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang hari ini sedang berada di sekitar level harga 109,60. Kenaikan USD terjadi setelah Yen mengalami pelemahan karena rilis data dalam negeri yang mengecewakan pasar. Data tersebut bahkan jauh dari prediksi pasar sebelumnya saat sesi dagang kawasan Asia di hari Selasa (28/5) sedang berlangsung.

Data mengenai harga jasa perusahanan skala tahunan Jepang selama bulan April dilaporkan mengalami penurunan. Data tersebut dilaporkan dengan hasil 0,9 persen yang merupakan paling rendah tahunan. Padahal prediksi sebelumnya, data ini akan berhasil di sekita angka 1,1 persen. Dampaknya bisa sampai ke kebijakan moneter dari bank sentral Jepang yang melonggar. Bahkan beberapa peristiwa beresiko penting lainnya seperti pemilihan di Uni Eropa dan juga perkembangan hubungan dagang antara AS dengan China tidak direspon sama sekali oleh pasar. Beberapa berita mengenai terjadi serangan massal di pusat kota sebanyak 15 orang dan juga berita dari Financial Times yang menyaatakan mengenai dorongan nasihat kepada bank sentral agar kebijakan lebih baik lagi, tidak mempengaruhi pasar sama sekali pada Yen Jepang.

Pasar Amerika Serikat dan juga Inggris kemarin awal perdagangan juga masih ditutup karena adanya momen liburan skala nasional. Dampaknya pada pasangan mata uang USDJPY adalah tidak adanya momentum pendorong yang mampu mengangkat atau menurunkan pasangan ini. Saat ini terlihat pada penanda sentimen resiko yaitu yield Treasury skala 10 tahun AS sedang dalam kondisi negatif 2,315 persen.

Untuk perdagangan beberapa waktu ke depan dari Yen Jepang sendiri tidak ada data domestik yang akan dirilis. Jadi fokus pasar akan tertuju ke data tingkat dua dari AS mengenai indeks harga rumah dan juga keyakinan konsumen. Data ini bisa membuka beberapa peluang perdagangan pada pasangan USDJPY.

Yen Jepang Mendominasi USDJPY, Hubungan AS-China Menjadi Penentu Sentimen Pasar

Pasangan mata uang Dolar AS dengan Yen Jepang terus melanjutkan momentum pembalikan dari kawasan paling tinggi skala mingguan. Pasangan USDJPY terus mengalami penurunan menuju ke kawasan paling rendah terbaru di sesi dagang kawasan Eropa. Saat ini pasangan USDJPY sedang berada di sekitar level harga 109.00.

Sebelumnya pasangan ini telah mendapatkan momentum-momentum yang sangat baik untuk memulihkan diri dari kawasan paling rendah selama tiga bulan terakhir. Tapi pada akhirnya Yen Jepang mendominasi pasangan dan gagal memanfaatkan momentum tersebut. USDJPY mulai tertolak dari kenaikannya saat menyentuh level harga kunci di sekitar 110,00. Penyebab utama kegagalan USDJPY untuk naik adalah beredar kabar bahwa saat ini China sudah tidak lagi tertarik terhadap pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat.

Dengan kabar-kabar yang kurang sedap ini telah memicu naiknya kekhawatiran pasar terhadap masa depan perang dagang antara AS dan China. Sehingga memicu dorongan cukup tinggi terhadap minat beli pasar pada Yen Jepang. Penjualan besar-besaran juga dilakukan pada aset-aset mata uang utama karena perdagangan yang penuh resiko.

Suasana bearish tampaknya saat ini mendominasi pasangan USDJPY dengan didukung kondisi imbal hasil obligasi Treasury AS yang terus melemah. Sehingga dampaknya akan menyeret USD menjadi lebih lemah dan semakin memperpanjang penurunan. Sangat menarik melihat bagaimana pasangan ini terus mencari titik suport yang mampu menahan harga dan mulai melalukan pembalikan dari kawasan paling rendahnya.

Untuk akhir pekan ini para pelaku pasar dan investor akan terfoku pada agenda AS yaitu rilis data mengenai indeks sentimen konsumen prelim selama bulan Mei. Data ini bisa memberikan peluang perdagangan dengan jangka yang pendek. Sementara itu untuk Yen sendiri menunggu bagaimana gejolak sentimen resiko terhadap pasar dari beberapa peristiwa global.

Analisa Harian EURUSD- Peluang entry Hari Ini (8 Maret 2019)

 Selamat Pagi Pembaca, Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini masih berada dalam sebuah pola yang menarik. Simak EURUSD dalam 4 jam chart berikut:         Dilihat dari chart di atas, tampak harga EURUSD kini telah menjauh dari zona Support sebelumnya (Kotak Hijau) dan juga …

Baca Lebih Lanjut.. »

CEO Dari Blockchain Browser Brave Mendesak Senat AS Untuk Mempertimbangkan Standar Privasi Eropa

Brendan Eich, CEO dari browser terdesentralisasi Brave, telah mendesak anggota senat AS untuk mempertimbangkan Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) sebagai model peraturan . Pertama kali diusulkan oleh Komisi Eropa pada tahun 2012, kerangka hukum GDPR untuk perlindungan data pribadi menjadi efektif di Uni Eropa (UE) pada 25 Mei. Tujuannya adalah …

Baca Lebih Lanjut.. »

AUDUSD Terlihat Belum Mampu Lanjutkan Penguatan Di Atas 0.7700

Kinerja dari AUDUSD kini berada di atas tingkat tertingginya dalam 4 bulan, namun akhirnya sedikit terkoreksi berada di hari ini. Laporan notula rapat kebijakan moneter bank sentral Australia (RBA) memberikan tekanan kepada mata uang komoditas ini. Semenjak pekan lalu tercatatkan bahwa pergerakan dari Aussie masih terus merangkak naik, karena adanya …

Baca Lebih Lanjut.. »

ETF Blockchain Diluncurkan Di Bursa Saham London Hari Ini

ETF Blockchain Diluncurkan Di Bursa Saham London

Perusahaan manajemen investasi Invesco meluncurkan dana exchange-traded blockchain (ETF) di London Stock Exchange hari ini. Untuk upaya tersebut, Invesco telah bermitra dengan Elwood Asset Management yang berbasis di London, sebuah perusahaan investasi yang berspesialisasi dalam aset digital, untuk meluncurkan produk yang disebut “Invesco Elwood Global Blockchain UCITS ETF.” Elwood mengumumkan …

Baca Lebih Lanjut.. »

1,4 Juta Perangkat Point-of-Sale Brasil Mendukung Pembayaran Kripto

Otoritas Brasil Menyesuaikan Regulasi Lintas Sektor Untuk

Cielo, penyedia pemrosesan pembayaran terbesar di Brasil, telah meluncurkan dukungan untuk Bitcoin (BTC) dan pembelian cryptocurrency pada perangkat point-of-sale (PoS). Cointelegraph Brazil melaporkan berita tersebut pada 30 Agustus. Menurut laporan tersebut, pengguna dapat melakukan pembayaran crypto melalui perangkat Cielo PoS melalui kode QR. Mesin PoS menghasilkan kode QR untuk pembayaran, …

Baca Lebih Lanjut.. »

Dolar Kanada Buka Sesi Perdagangan Dengan Penguatan

dolar kanada

Dolar Kanada telah memulai sesi perdagangan pekan ini dengan kenaikan. Saat ini, USD/CADdiperdagangkan pada level 1,2756, atau turun sebesar 0,34%. Kanada sendiri akan merilis data pekerjaan utama. Perekonomian diharapkan akan menambah 17,8 ribu pekerjaan, dibandingkan dengan 32,3 ribu pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil di angka 5,8 …

Baca Lebih Lanjut.. »