>
Home / Tag Archives: saham

InforexNews: saham

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast saham

Harga Emas Terdongkrak Lesunya Pasar Saham Global

Harga emas kembali terdongkrak perlahan yang ditutup menghijau di akhir market Senin kemarin setelah lesunya pasar saham global dan indeks US Dollar karena pandangan investor yang masih lebih mencari keamanan dana yang berbanding dengan resiko diawal tahun ini.

Kekhawatiran pasar terhadap ekonomi global semakin bertambah setelah rilisnya data Cina yang menyampaikan adanya penurunan bulanan pertama di sektor ekspor maupun impor Cina dalam klebih dari dua tahun terakhir. Kekhawatiran ini semakin diperparah oleh ketidakjelasan status Brexit karena Perdana Menteri Inggris, Theresa May, masih belum terlihat akan memperoleh suara untuk persetujuan Brexit yang telah di rancang.

Penurunan yang terjadi di bursa saham global menjadi awal yang mendorong kenaikan emas saat memulai perdagangan di minggu ini, dimana data Cina yang buruk telah membebani pasar saham dan komoditas serta memicu kekhawatiran adanya perlambatan lebih lanjut di perekonomian Cina yang secara tidak langsung akan menghambat laju pertumbuhan global.

Baca Juga:

Hal ini tentu saja akan semakin menguatkan harapan pasar untuk harga yang lebih tinggi di kalangan para investor emas, yang percaya bahwa pembelian emas akan berakselerasi karena aset berisiko, termasuk saham, bakal menunjukkan lebih banyak gejolak pada tahun 2019.

Kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menjelaskan bahwa perdagangan emas terus menjadi lebih moderat seiring meningkatnya selera para investor. Ekskalasi keprihatinan geopolitik berada di belakang apa yang sekarang berkembang menjadi sebuah bull run (pergerakan bullish) baru, maka harga emas dapat lebih tinggi dan penetrasi terhadap level $1.300 kemungkinan akan segera terjadi.

Investor Menunggu Data Perdagangan Cina, Pasar Saham Australia Dibuka Lebih Tinggi

Pasar Australia memulai minggu perdagangan dengan nada sedikit lebih tinggi pada Senin pagi, dimana Indeks Australia (ASX) naik 0,41 persen di awal perdagangan. Sementara itu, Dolar Australia diperdagangkan pada $ 0,7201, naik dari level dekat $ 0,7120 pada minggu sebelumnya yang menggambarkan adanya pandangan positif dari para investor terhadap mata uang negeri kangguru ini sebelum data Cina dan faktor fundamental Amerika mempengaruhi.

Kekhawatiran atas penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang masih berlangsung hingga saat ini dan adanya kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di Cina juga akan menggerogoti sentimen yang relatif positif yang terlihat di pasar pekan lalu, menurut salah satu komentator pasar.

Berdasarkan catatan yang ditulis oleh Ray Attrill, kepala strategi valuta asing di Amerika Serikat, menyatakan bahwa hal tersebut juga didorong oleh “kata-kata yang menenangkan” dari para pejabat the Fed dan meningkatnya optimisme bahwa Beijing dan Washington akan menyelesaikan beberapa perbedaan dalam masalah perdagangan mereka sebelum moratorium 90 hari (Gencatan Senjata) mengenai pemberlakuan tarif Amerika Serikat yang selanjutnya dimulai. 

Baca Juga:

Berdasarkan data, Cina diharapkan untuk mengungkapkan angka ekspor dan impor dengan jelas yang dapat memberikan investor wawasan lebih lanjut tentang keadaan ekonomi Cina. Data ekonomi baru-baru ini menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di negara Panda tersebut.

Saham-saham di Jepang ditutup untuk libur publik, sehingga pengaruh mata uang Yen maupun kondisi ekonomi Jepang tidak banyak mengambil peran dalam pergerakan pasar Asia dihari ini, terutama untuk merespon aspek fundamental dari kebijakan ataupun laporan pasar saham Australia (sehingga ada kemungkinan sesi Asia dihari ini akan membuat pasar bergerak perlahan saja, terutama bagi Dolar Australia).

 

 

Saham Besar Amerika Kini Bisa Diperdagangkan Di DX.Exchange

Pertukaran mata uang digital bernama DX.Exchange meluncurkan jasa perdagangan saham perusahaan besar Amerika Serikat seperti Facebook, Tesla, dan Apple mulai minggu depan, sehingga saham – saham perusahaan tersebut dapat diperdagangkan di luar bursa Amerika Serikat bahkan ketika pasar saham tutup.

Menurut informasi dari Bloomberg, DX.Exchange akan menawarkan token digital berdasarkan saham dari 10 perusahaan yang terdaftar di Nasdaq, di mana setiap token tersebut akan didukung oleh saham dan pemegang token akan berhak atas dividen tunai yang sama seperti pemegang saham pada umumnya, meskipun perusahaan itu sendiri tidak terlibat.  Saham aktual akan dibeli dan dipegang oleh mitra MPS MarketPlace Securities Ltd , dealer broker multi-aset global, sedangkan token akan didasarkan pada jaringan Ethereum, dengan jumlah yang sesuai dengan permintaan di bursa.

Langkah ini akan berfungsi untuk menguji selera investor terhadap solusi dari mata uang digital untuk masalah saham tradisional, seperti investor asing yang harus “berjuang” untuk mengakses saham perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Baca Juga:

DX.Exchange mengatakan bahwa  jasa tersebut telah dilisensikan oleh Unit Intelijen Keuangan Estonia dengan otorisasi penuh untuk beroperasi di kawasan Uni Eropa. Karena mereka tidak beroperasi di Amerika, CEO perusahaan, Daniel Skowronski, mengatakan dia tidak perlu izin dari Amerika untuk menawarkan layanan ini. Pertukaran saat ini memiliki kantor di Estonia dan Israel, tetapi mereka berencana untuk memperluas ke Bursa Efek New York serta Tokyo dan Hong Kong.

DX.Exchange sebelumnya sudah menawarkan perdagangan mata uang digital dengan biaya keanggotaan bulanan sebesar $20, dikurangi menjadi $10 jika dibayar dalam DXCash, cryptocurrency asli milik platform mereka. Keanggotaan bulanan memungkinkan pedagang untuk berdagang secara gratis tanpa biaya tambahan hingga $50.000 dalam volume per bulan, tetapi pertukaran menagih biaya tambahan untuk apa pun di atas batasan volume tersebut.

 

 

Gejolak Pasar Saham Kembali Mendorong Harga Emas

Harga emas kembali terdongkrak perlahan karena gejolak di pasar saham Amerika Serikat yang memicu meningkatnya permintaan pasar terhadap emas selaku aset safe haven.

Harga emas cenderung bergerak naik disepanjang sesi kamis kemarin yang juga terdorong oleh sentimen indeks US Dollar yang negatif  dan karena pemulihan semu di pasar saham, yang membuat para investor kembali melirik emas.

Analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa indeks US Dollar yang lebih lemah dan bergerak turun dengan signifikan telah mendukung minat beli terhadap komoditas emas. Wyckoff juga menambahkan bahwa secara teknikal, pasar emas masih bergerak dalam arus Bullish yang signifikan untuk jangka pendek sehingga menarik minat beberapa transaksi beli berdasarkan teknikal pula.

Wyckoff pun mengatakan bahwa perekonomian dunia yang melambat mungkin telah menjadi pendongkrak sebagian permintaan emas. Tapi patut diwaspadai karena di setiap pengurangan pertumbuhan ekonomi dunia juga akan mengurangi permintaan konsumen akan komoditas emas di Cina dan India.

Baca Juga:

Kepala analis pasar di Think Markets UK, Naeem Aslam, mengatakan bahwa telah ada lonjakan besar dalam kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa emas dan belum ada sama sekali kekurangan momentum.

Rally pada pasar saham global yang dipicu oleh lonjakan dramatis di Wall Street terlihat mulai kehabisan tenaga (untuk Bullish) pada market kemarin, setelah adanya penurunan laba pada industri Cina yang kembali menunjukkan ada tekanan pada ekonomi global.

Akhirnya pasar saham Amerika juga berbalik turun namun segera berbalik naik kembali dengan penutupan indeks saham yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.

Indeks US Dollar Kembali Terdongkrak Berkat Penguatan Pasar Saham

Indeks US Dollar kembali terdongkrak kembali pasca menguatnya saham – saham Amerika Serikat setelah mengalami fase Bearish yang cukup kuat meskipun masih adanya ketidak pastian terkait dengan pemberhentian sebagian anggota pemerintahan dan kebijakan moneter the Fed yang masih menjadi bayang – bayang keruntuhan Dolar Amerka.

Saham – saham Amerika Serikat rata – rata mengalami kenaikan sekitar 2% karena rebound pada saham teknologi dan lonjakan harga saham – saham ritel yang disokong oleh Amazon yang berhasil menjadi penolong bursa saham untuk menghentikan arus Bearish sebelumnya.

Ahli strategi mata uang di Wells Fargo di New York, Nick Bennenbroek, menjelaskan bahwa ada stabilitas sementara yang kembali ke dalam bursa saham di tengah kondisi perdagangan yang masih rendah (Volume) dan adanya sikap berhati-hati para investor yang terus mengawasi dengan cermat perkembangan politik di Amerika Serikat.

Baca Juga:

Presiden Trump mengatakan pada hari Selasa lalu, bahwa pemberhentian sebagian anggota pemerintah federal akan terus berlangsung sampai permintaannya untuk dana pembangunan tembok perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko terpenuhi.

Presiden Trump juga kembali mengatakan bahwa The Fed telah menaikkan suku bunga terlalu cepat yang membuat Dolar Amerika terpukul dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran para investor bahwa kenaikan suku bunga akan merugikan perekonomian Amerika Serikat ditengah pertumbuhan internasional yang sedang melambat.

Untuk meredakan kegelisahan Wall Street atas kritik Presiden Trump terhadap The Fed, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Ketua The Fed, Jerome Powell, tidak sedang menghadapi risiko kehilangan pekerjaannya. Selain itu Presiden Trump pun kini merasa senang terhadap kinerja Menteri Keuangannya, Steven Mnuchin.

 

 

 

Bursa Saham Eropa Menguat Akibat Keoptimisan Draghi

INFOREXNEWS – Bursa saham Eropa menguat dalam perdagangan hari Jumat 10/3/2017 ini, setelah komentar dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi yang terus mendukung dan para investor yang mengamati laporan upah non pertanian Amerika Serikat (AS) yang sangat diantisipasi pada malam ini. Selama awal perdagangan Eropa, EURO STOXX 50 naik …

Baca Lebih Lanjut.. »

BI Prediksi 6 Bulan Kedepan Suku Bunga Kredit Turun

Baru – baru ini, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) sehingga menjadi ke 4,50%. Penurunan suku bunga acuan BI diharapkan dapat memicu penurunan suku bunga kredit yang rata-rata berada di level 11,73% per Juli 2017.  Gubernur BI, …

Baca Lebih Lanjut.. »

John McAfee: Bullish Cryptocurrency Sudah Dekat

John McAfee percaya bulan ini cryptocurrency akan kembali bullish, hal tersebut diungkapkan oleh seorang aktivis technologi dan keamanan internet terkenal yang juga telah menambahkan narasi suaranya kepada kelembagaan investasi kripto. Dalam sebuah cuitannya beberapa hari lalu, McAfee mendesak para pedagang untuk menggear up perdagangan kripto untuk rally, dirinya mengemukakan dengan …

Baca Lebih Lanjut.. »

Dollar AS Berbalik Menguat Kontra Yen Jepang

Gerak dari mata uang AS, Dollar yang sebelumnya sudah sempat untuk tertekan melawan Yen dan saat ini kembali menguat ada di Selasa di saat data penjualam perumahan bekas AS untuk bulan Oktober telah naik mendekati tingkat tertingginya dalam 10 tahun terkahir. Memberikan indikasi akan tingginya permintaan akan pasar rumah di …

Baca Lebih Lanjut.. »

George HW Bush akan Memilih Hillary Clinton

INFOREXNEWS – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) yang berasal dari Partai Republik, George HW Bush akan menggunakann hak pilihnya untuk memilih kandidat Calon Presiden AS yang berasal dari Partai Demokrat, Hillary Clinton pada pemilihan presiden bulan November mendatang. Bush diduga mengatakan hal itu kepada Kathleen Kennedy Townsend yang merupakan keponakan …

Baca Lebih Lanjut.. »