>
Home / Tag Archives: yen jepang

InforexNews: yen jepang

Berita - Peluang Entry - Trading Forecast yen jepang

Ketegangan Politik AS-China Bergema Di Tengah Kesepakatan Dagang, Mendorong Yen Jepang Unggul Terhadap Euro

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro terhadap Yen Jepang saat ini mengalami penurunan di bawah level harga 120,00. Kondisi ini mungkin terjadi karena adanya ketegangan politik dari AS dengan China. Ketegangan ini berpotensi mengganggu kesepakatan perdagangan yang pada akhirnya mendorong permintaan safe haven Yen Jepang lebih tinggi.

Pada hari Selasa kemarin (15/10) dikabarkan bahwa parlemen Amerika Serikat telah mengesahkan peraturan dua negara untuk memberikan dukungan penegakan HAM di kawasan Hong Kong. Undang-Undang tersebut tentang HAM dan Demokrasi Hong Kong yang tinggal menunggu persetujuan Senat AS untuk disahkan dan menjadi hukum.

Langkah politik dari pemerintah AS ini sangat membuat pihak China marah. Atas kabar tersebut pemerintah China menekan AS untuk membatalkan RUU tersebut dan memperingatkan agar tidak ikut campur dalam masalah internal. Selain itu pemerintah China juga menyampaikan akan melakukan aksi balasan atas tindakan politik AS tersebut. Kondisi ini akan menjadi babak baru konflik politik kedua negara dengan konflik dagang yang belum terselesaikan.

Ketegangan ini memberikan dukungan yang sangat baik bagi mata uang safe haven Yen Jepang. Nada serupa juga terjadi di sekitar logam mulia yang saat ini sedang diperdagangkan di sekitar level harga 1,484. Harga emas melonjak setelah ketegangan politik dan bangkit dari level harga rendah di 1,480.

Penguatan yang terjadi pada Yen Jepang ini diperkuat dengan penurunan pada saham AS dimana indeks S&P 500 AS mengalami penurunan dari titik tertingginya. Saat sesi Asia berlangsung hari Rabu ini, indeks telah mengalami penurunan sebesar 0,27 persen. Sementara itu pasangan EURJPY telah mengalami penurunan menuju ke level harga 119,74. Gejolak kedua negara ini akan tetap diawasi oleh pasar sebagai penggerak risiko.

Yen Jepang Sempat Menguat Karena Ketegangan Perdagangan, USDJPY Masih Stagnan Di Sesi Asia

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak tidak memiliki arah pergerakan yang jelas saat sesi Asia hari Rabu (9/10). Pasangan ini tetap memilih ke mode stagnan ketika ketegangan perdagangan AS-China kembali meningkat menjelang pertemuan kedua negara besok.

Untuk saat ini pasangan mata uang USDJPY sedang diperdagangkan di sekitar level harga 107,00. Sebelumnya pasangan sempat mendapatkan penolakan ketika melonjak menuju ke level harga 107,30. Di sisi lain, saham AS mengalami penurunan pada hari Selasa karena ketegangan kedua negara yang meningkat.

Hal ini memicu gelombang penghindaran risiko menuju ke Yen Jepang. Padahal antara AS dengan China akan melakukan pertemuan tingkat tinggi pada akhir pekan ini. Ketegangan terjadi ketika pemerintah AS mengancam beberapa perusahaan asal China untuk dimasukkan ke daftar hitam. Langkah ini diambil setelah adanya pelanggaran Ham yang terjadi di provinsi Uighur.

Pemerintah China sendiri terus memberikan desakan kepada pemerintah AS untuk menarik keputusannya. Mendengar hal ini pihak China tidak tinggal diam, mereka mengancam akan melakukan aksi pembalasan atas langkah dari AS. Namun pemerintah AS berdalih bahwa keputusan memasukkan perusahaan China ke daftar hitam tidak ada keterkaitannya dengan pembicaraan perdagangan kedua negara yang segera dimulai.

Atas kondisi ini saham AS seperti indeks S&P 500 mengalami penurunan sekitar 1,56 persen. Penurunan sentimen risiko menyebabkan lonjakan permintaan safe haven Yen Jepang. Namun baru-baru ini S&P 500 telah melonjak 0,21 persen yang mana akan menyebabkan tekanan bagi Yen.

Selanjutnya mungkin pasangan mata uang USDJPY akan mendaki tipis setelah mendapatkan dukungan lonjakan pada imbal hasil obligasi Treasury AS. Dalam tenor 10 tahun, yield melonjak menuju ke 1,54 persen. Sehingga akan mendorong Dolar AS lebih tinggi terhadap Yen.

Peristiwa Geopolitik Mendorong Kenaikan Yen Jepang, Pasangan USDJPY Turun Awal Pekan Perdagangan

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang terlihat mengalami penurunan menuju ke level harga 107,44. Penurunan ini terjadi ketika pembukaan sesi dagang kawasan Asia hari Senin (16/9). Minat pasar terhadap aset safe haven melonjak setelah adanya kabar bahwa telah terjadi serangan di kawasan Arab Saudi.

Untuk saat ini pasangan mata uang USDJPY sedang berada di sekitar level harga 107,60 mengalami penurunan dari sebelumnya di 107,91 dan mewakili penurunan sebesar 0,5 persen. Dikabarkan bahwa ada sebuah serangan pesawat tanpa awak yang menyasar Arab Saudi pada hari Sabtu kemarin. Serangan tersebut tepatnya menyerang kawasan pemrosesan minyak mentah yang merupakan paling besar di dunia yaitu di Abqaiq.

Selain itu serangan juga dilakukan pada gudang minyak yang paling besar milik kerajaan di kawasan Khurais. Gudang ini memiliki lebih dari 50 persen keseluruhan produksi minyak mentah dan juga gas alam. Jumlah tersebut mewakili sekitar 5 persen dari keseluruhan produksi minyak mentah yang ada di dunia. Aset safe haven seperti Yen Jepang merespon kabar ini dengan lonjakan permintaan karena kekhawatiran pasar.

Untuk selanjutnya dinamika pergerakan imbal hasil obligasi akan menjadi kunci arah permintaan USD dan Yen Jepang. Hari Jumat kemarin yield obligasi AS tenor 2 tahun sedang mengalami kenaikan menuju ke 1,80 persen. Sementara itu untuk tenor 10 tahun melonjak menuju ke 1,90 persen. Saat ini pasar sedang memegang prediksi bahwa bank sentral AS akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 23 basis poin pada pertemuan pekan ini.

Yen Jepang bisa saja terus mendominasi pasangan pasalnya ada risiko terjadinya pemangkasan dengan jumlah yang lebih besar. Presiden Fed dari St. Louis yaitu James Bullard menyampaikan dukungan untuk pemangkasan suku bunga 50 basis poin.

Inflasi Rendah Membuat Yen Jepang Lemah Terhadap USD

Permintaan pasar pada mata uang Yen Jepang mengalami penurunan dan akhirnya kehilangan kekuatan saat sesi Asia berlangsung. Pelemahan Yen mungkin bisa jadi karena rilis data mengenai tingkat inflasi Jepang yang mengecewakan pasar. Selain itu bank sentral Jepang yang dovish turut membuat USDJPY melonjak.

Data mengenai indeks harga konsumen inti dari Jepang yang terdiri dari produk minyak tidak termasuk makanan segar, mengalami lonjakan 0,6 persen selama Juli tahun ke tahun. Data ini sesuai dengan apa yang diharapkan pasar sebelumnya. Namun sayangnya hasil ini merupakan pergerakan yang paling lambat sejak bulan Juli 2017 lalu dimana indeks harga konsumen inti berada di hasil 0,5 persen.

Dengan rilis data IHK inti yang mengecewakan, akan semakin menaikkan potensi pelonggaran kebijakan oleh bank sentral Jepang. Perdagangan di sekitar Yen Jepang sendiri telah mengalami pelemahan beberapa waktu terakhir. USDJPY diperdagangkan di sekitar level harga 106,50 naik dari terendah sebelumnya di sekitar level harga 106,38.

Bank sentral Jepang sendiri telah mengambil komitmen untuk memperpanjang stimulus moneter. Langkah ini akan diambil jika memang perlambatan ekonomi global berhasil menghapus target inflasi di level 2 persen.

Fokus perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang akan terfokus ke pidato dari Ketua Fed Powell saat acara Simposium Jackson Hole. Para pelaku pasar dan investor meyakini bahwa Powell akan memanfaatkan kesempatan pidato untuk merencanakan pemangkasan suku bunga pada bulan September mendatang sebesar 25 basis poin.

Pasangan USDJPY akan turun menuju ke 106,00 jika memang pernyataan dari Powell terbukti dovish. Secara otomatis akan menghapus pernyataan Powell pada akhir bulan Juli kemarin yang mengatakan bahwa pelonggaran hanya sebuah penyesuaian siklus bukan awal sebuah siklus.

Yen Jepang Mendominasi USDJPY Karena Ketegangan Kembali AS-China

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang mengalami penurunan di hari Senin (5/8) saat sesi Asia berlangsung. Kondisi ini terjadi karena para pelaku pasar dan investor lebih memilih menjauh dari aset-aset berisiko karena menunggu kabar pembaruan dari perang dagang.

Dikabarkan bahwa China tidak akan tinggal diam dengan tawaran syarat yang diajukan oleh AS. Tawaran tersebut telah membuat prospek yang suram atas aset-aset berisiko dan mendukung penguatan Yen Jepang awal sesi. Dampak prospek perang dagang yang buruk juga terlihat pada pasar ekuitas yang merosot. Pada S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan masing-masing 3,1 persen dan 3,9 persen. Bahkan penurunan ini menjadi yang paling besar selama tahun 2019 ini.

Selain dari sisi perang dagang, Yen Jepang juga mendapatkan dorongan positif setelah Jepang memutuskan untuk melakukan perlindungan pada nilai Yen dan pada GPIF. Ini merupakan dana pensiunan paling besar di dunia. Keputusan Jepang menjadi sejarah baru karena melakukan pembelian pada obligasi dengan lindung nilai untuk pertama kalinya.

Laporan terbaru mengatakan bahwa pemerintah China sedang melakukan pertimbangan apakah harus melanjutkan pembicaraan atau tidak. Pasalnya mereka mulai mempertanyakan kegunaan pembicaraan setelah pernyataan terakhir Presiden Trump yang mengecewakan pasar.

Untuk perdagangan pasangan USDJPY selanjutnya mungkin akan lebih terbebani oleh usaha pelemahan USD oleh pemerintah AS.  Fed akan menjadi fokus pasar karena akan ada spekulasi mengenai apakah Fed akan berkomitmen pelonggaran lebih lanjut atau tidak. Karena dampak kenaikan tarif akan cukup membuat ekonomi AS lemah. Hal ini bisa memicu pelonggaran lanjutan pada pertemuan selanjutnya dan memangkas pernyataan Fed bahwa pelonggaran saat ini bukan merupakan awal siklus namun hanya penyesuaian.

Berita Minyak: Trump Semakin Mendorong Venezuela ke Jurang!

Trump

Pemerintahan Trump telah mengambil kampanye perubahan rezimnya di Venezuela ke tingkat berikutnya, memprakarsai serangkaian sanksi baru yang beberapa analis anggap sebagai embargo ekonomi total negara. Pada hari Senin, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang membekukan semua aset pemerintah dan menerapkan larangan total transaksi dengan pemerintah. Ini adalah yang terbaru dalam …

Baca Lebih Lanjut.. »

Negara Bagian Ohio AS Menangguhkan Layanan Pembayaran Pajak dengan Bitcoin

Pedagang Crypto Harus Membayar Pajak

Bendahara Ohio, Robert Sprague, mengumumkan penangguhan langsung situs web OhioCrypto.com yang memungkinkan perusahaan membayar pajak dengan Bitcoin (BTC). Dalam siaran pers 2 Oktober, Sprague mengumumkan bahwa menurut tinjauan internal, persetujuan oleh Dewan Deposit diperlukan sebelum Ohio meluncurkan situs web yang memungkinkan perusahaan membayar pajak dengan mata uang digital. Lebih lanjut, …

Baca Lebih Lanjut.. »

CEO JD.com: Perang Dagang akan Merugikan Banyak “Merek Amerika”

CEO JD.com: Perang Dagang akan Merugikan Banyak "Merek Amerika"

Perang perdagangan panjang antara China dan Amerika Serikat akan “mengerikan” dan itu akan berakhir dengan melukai banyak merek Amerika, menurut pendiri perusahaan e-commerce terbesar kedua di China. Itu karena lebih banyak konsumen China sekarang memiliki preferensi untuk membeli barang-barang impor, Richard Liu, pendiri dan CEO JD.com, mengatakan kepada Eunice Yoon …

Baca Lebih Lanjut.. »

Pasar Saham Eropa Melonjak

INFOREXNEWS – Pasar saham Eropa bergerak lebih tinggi dalam perdagangan hari Rabu 22/2/2017 ini, karena para investor memandang dirilisnya data iklim bisnis Jerman dan juga risalah pertemuan kebijakan terbaru dari Federal Reserve. Selama awal perdagangan Eropa, EURO STOXX 50 naik sebesar 0,24%, CAC 40 Perancis naik sebesar 0,42%, dan DAX 30 …

Baca Lebih Lanjut.. »

Analisa Harian GBPUSD- Peluang Entry Untuk Hari Ini (4 Juli 2017)

Selamat Pagi pembaca, saya melihat adanya peluang entry di pair GBPUSD untuk hari ini. Simak GBPUSD dalam 4 Jam chart berikut: Dilihat dari chart di atas, tampak candle membentuk pola Rising Wedge. Perhatikan pola yang terbentuk untuk terjadinya kemungkinan Breakout turun. Harga kini masih berada disekitaran area Resistance, kemungkinan penerusan uptrend …

Baca Lebih Lanjut.. »