Saturday, July 2, 2022
Authorised and Regulated Broker

Bank Sentral New Zealand Naikkan Suku Bunga

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Bank Sentral New Zealand (RBNZ) memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada Rabu (24/11). Kenaikan tersebut sebesar 0,75% atau 25 basis poin, hal ini sama dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Selain itu, pengurangan stimulus moneter saat pemulihan ekonomi juga disetujui oleh Komite Kebijakan Moneter RBNZ, dampaknya ekonomi mulai membaik dibandingkan tahun lalu.

RBNZ kemudian memberikan kebijakan mengenai kenaikan harga yang disebabkan oleh macetnya pasokan global serta pemulihan tenaga kerja. Salah satunya dengan memperkirakan dalam waktu dekat tingkat inflasi berada di atas 5%. Hal inilah yang membuat suku bunga menjadi naik 25 poin setelah pengumuman kebijakan di atas.

Selain itu, RBNZ juga menyebut bahwa terdapat kendala yang membedakan antara inflasi sementara dan inflasi berkelanjutan. Bagian sementara dikarenakan gangguan rantai pasokan, sedangkan yang berkelanjutan dikarenakan pemulihan ekonomi domestik. Bahkan pihaknya menyebut jika ekonomi global terus membaik lantaran kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif di beberapa negara.

Kemudian Forex News menyebut jika di New Zealand memberlakukan pembatasan sosial di beberapa negara. Hal ini berdampak pada kegiatan ekonomi. Sebab perekonomian yang solid dimulai dari konsumsi rumah tangga hingga sektor ekspor.

Sementara itu, RBNZ menyebut jika pasar tenaga kerja di New Zealand semakin ketat. Bahkan pihaknya menambahkan jika saat ini kondisi lapangan kerja sudah berada di atas target. Kebijakan-kebijakan tersebut yang membuat membuat suku bunga naik 25 poin. Namun di samping itu, NZD/USD malah melemah dikarenakan langkah tersebut telah diantisipasi oleh pasar.

Sejatinya, pasar telah mengatisipasi kenaikan suku bunga RBNZ sebesar 25 poin. Hal ini yang membuat mata uang New Zealand mengalami penurunan.

Tak hanya itu saja, lonjakan kasus Covid di Eropa membuat sentimen risk off global semakin menguat. Terutama pemberlakukan lockdown di beberapa negara Eropa, seperti Austria dan Jerman yang mulai mengikutinya. Akibatnya, membuat pergerakan mata uang komoditas semakin tertekan, salah satunya pada NZD/USD. Kemudian pair NZD/USD melemah sebesar 0,68% atau bergerak pada kisaran 0,6897.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -