Saturday, July 2, 2022
Authorised and Regulated Broker

Jepang Raih Rekor Tertinggi Ekspor dan Impor

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Pada bulan Desember Jepang meraih rekor Ekspor dan Impor tertinggi dalam hal nilai yen, Hal tersebut terlihat pada hari kamis di akhir 2021 kemacetan pasokan menurun di tengah kenaikan harga yang terjadi.

Kekurangan semikonduktor yang terjadi terus-menerus  menjadi masalah bagi perusahaan Jepang yang ada seperti Toyota,yang mengurangi target produksi per minggu terlebih lagi belum pastinya dari varian omicron. Menurut kepala aspek ekonomi Norinchukin Research Institute jika hal tersebut terus bertambah akan dapat menggagalkan berbagai aspek ekonomi Jepang di rantai pasokan perusahaan luar negeri ke konsumsi domestik.

Perkembangan ekspor Impor Jepang

Menurut data dari Kementerian Keuangan Ekspor yang terjadi di jepang yang mengalami kenaikan terlihat dari persentase pada bulan Desember naik sebesar 17,5% dari tahun sebelumnya,

Ekspor dan Impor yang bernominasi yen telah mencapai rekor sebesar 7.881,4 miliar yen dan 8.463,8 miliar yen. Nilai tersebut di nilai paling besar di bandingkan sejak Januari 1979 hal tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dari dua aspek tersebut selama ini.

Kenaikan nilai dipengaruhi oleh Ekspor baja yang naik sebesar 75,1% dari tahun ke tahun dan kenaikan volume ekspor sendiri adalah 10,2% hal tersebut yang mendorong kenaikan harga dari barang-barang buatan Jepang yang di jual ke luar negeri.

China merupakan mitra tersbesar dari Jepang karena pengiriman China meningkat sebesar 10,8% dari tahun sebelumnya.

Impor Jepang juga melonjak sebesar 41,1% karena biaya bahan baku yang lebih tinggi dan melemahnya nilai yen. Yang membuat Jepang pada 2021 mengalami  defisit sebesar 1.472,2 miliar yen selama dua tahun pertama dan surplus sebesar 388,3 miliar pada tahun 2020 di saat biaya impor bahan bakar lebih tinggi.

 Dari data di atas Ekspor Impor Jepang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -